Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Petani di Madiun Pangkas Biaya Produksi hingga 80 Persen dengan Pestisida Nabati

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 172
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani menunjukkan penerapan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dan pemanfaatan pestisida nabati bisa menekan ongkos biaya hingga 80 persen dibanding penggunaan pestisida kimia. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Petani di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, membuktikan pertanian ramah lingkungan tak selalu berarti biaya produksi lebih mahal. Melalui penerapan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dan pemanfaatan pestisida nabati, ongkos budidaya padi mereka disebut bisa ditekan hingga 80 persen dibanding penggunaan pestisida kimia.

Salah satu petani, Sukardiono, mengatakan penghematan terutama berasal dari pengurangan penggunaan bahan kimia dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

“Dari segi biaya produksi, kita bisa menekan hampir 80 persen,” kata Sukardiono saat Temu Lapang Manajemen Tanaman Sehat di Desa Klumutan, Sabtu (5/9/2026).

Tak hanya memangkas biaya, penerapan MTS juga berdampak pada hasil panen. Sukardiono menyebut produksi padi di lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi yang sebelumnya belum mencapai satu ton, kini bisa menembus lebih dari satu ton.

Kualitas beras yang dihasilkan juga dinilai lebih baik dan dapat masuk kategori beras premium.

“Dari segi warna kelihatan natural sekali,” ujarnya.

Pengurangan pestisida kimia dilakukan dengan memanfaatkan bahan biologis yang tersedia di lingkungan sekitar. Salah satunya adalah Paeni, bahan pengendali hama yang dibuat dari limbah air kedelai.

Bahan tersebut dipilih karena Desa Klumutan dikenal memiliki aktivitas produksi tahu dan tempe yang menghasilkan limbah air kedelai dalam jumlah cukup banyak.

“Kita tidak pakai kimia. Semua kita pakai dari biologis yang ada di sekitar kita. Hasil limbah air kedelai itu kita bikin Paeni,” kata Sukardiono.

Paeni kemudian dimanfaatkan sebagai bahan insektisida untuk membantu mengendalikan OPT pada tanaman padi.

Pemanfaatan limbah lokal ini menunjukkan penerapan pertanian berbasis hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di sekitar petani, tanpa harus bergantung pada bahan produksi yang mahal.

Penerapan MTS di Desa Klumutan saat ini telah melibatkan 25 petani dari enam kelompok tani. Praktik tersebut tidak hanya dilakukan di lahan percontohan atau demplot, tetapi mulai ditularkan kepada petani lain di sekitar lokasi.

“Pesertanya 25. Semuanya sudah menerapkan. Terus itu getok tularan di sekitar petani-petani sekitar mereka,” tuturnya.

Para petani juga memberikan pupuk dan bahan pengendali hasil olahan mereka kepada petani lain. Langkah tersebut diharapkan memperluas penerapan budidaya padi berbasis hayati di Desa Klumutan.

Meski menawarkan efisiensi biaya dan peningkatan hasil, penerapan MTS masih menghadapi tantangan, terutama perubahan cuaca dan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Karena itu, Sukardiono berharap petani mendapat dukungan teknologi pengamatan cuaca seperti Automatic Weather Station (AWS). Informasi cuaca yang lebih akurat dinilai penting agar petani dapat menentukan waktu tanam, pemeliharaan, hingga pengendalian hama secara lebih tepat. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • RPJMD Magetan 2025–2029 Dimatangkan, Lima Janji Besar Nanik-Suyatni

    RPJMD Magetan 2025–2029 Dimatangkan, Lima Janji Besar Nanik-Suyatni

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menggulirkan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang digelar Selasa (17/06/2025) di Ruang Rapat Ki Mageti. Bupati dan Wakil Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti – Suyatni Prihasmoro, memaparkan lima program prioritas yang diklaim menjadi fondasi […]

    Bagikan
  • Penyelundupan Arak Jawa Kemasan Es Kelapa ke Lapas Madiun Digagalkan

    Penyelundupan Arak Jawa Kemasan Es Kelapa ke Lapas Madiun Digagalkan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras tradisional jenis arak jawa yang disamarkan dalam kemasan minuman Es kelapa muda (es degan). Insiden ini terjadi pada jam kunjungan, saat seorang pengunjung mencoba mengelabui petugas dengan membawa miras untuk salah satu warga binaan. Kepala Kesatuan Pengamanan […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Siapkan SE Gerakan Hemat Energi, ASN Bakal Diajak Bersepeda

    Pemkab Madiun Siapkan SE Gerakan Hemat Energi, ASN Bakal Diajak Bersepeda

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun hingga kini belum menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait kebijakan efisiensi gerakan hemat energi di lingkungan ASN. Namun, aturan tersebut  sedang dalam tahap penggodokan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pihaknya tengah menggodok skema kebijakan, termasuk penerapan work from home (WFH) bagi aparatur […]

    Bagikan
  • Resahkan Warga, Polisi Amankan 200 Selongsong Petasan dari Rumah Warga di Jenangan

    Resahkan Warga, Polisi Amankan 200 Selongsong Petasan dari Rumah Warga di Jenangan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aparat kepolisian mengamankan ratusan selongsong petasan dari sebuah rumah warga di Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Senin (16/3/2026). Penemuan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang mengaku resah dan merasa tidak nyaman dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Informasi dari warga itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan patroli dan pengecekan langsung […]

    Bagikan
  • Belanja Pegawai Tembus 37 Persen APBD, Pemkab Magetan Hanya Usulkan 11 Formasi CASN 2026

    Belanja Pegawai Tembus 37 Persen APBD, Pemkab Magetan Hanya Usulkan 11 Formasi CASN 2026

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengusulkan hanya 11 formasi dalam rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026. Jumlah itu merosot tajam dibandingkan rekrutmen sebelumnya yang membuka sekitar 1.250 formasi, terdiri atas 1.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 250 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kebijakan tersebut diambil bukan karena kebutuhan […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Siapsiagakan Personil Gabungan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    Polres Magetan Siapsiagakan Personil Gabungan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menghadapi potensi meningkatnya bencana hidrometeorologi di awal musim penghujan, Polres Magetan bersama BPBD, TNI, Satpol PP, serta gabungan relawan Tim SAR dari berbagai organisasi menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025, di halaman Mapolres Magetan, Rabu (05/11/2025). Apel yang dipimpin oleh Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo, ini menjadi langkah […]

    Bagikan
expand_less