Ancaman El Nino Mengintai, Pemkab Madiun Putar Otak Selamatkan Sawah dari Krisis Air
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi memicu kemarau panjang pada 2026. Fokus utama diarahkan pada upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian, terutama di wilayah rawan kekeringan.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Zainul Aripin, mengatakan sejumlah kecamatan menjadi prioritas penanganan. Di antaranya Kecamatan Dagangan, Wungu, Saradan, serta Pilangkenceng yang dinilai rentan akibat kondisi geografis.
“Wilayah pinggiran dengan kemiringan lahan tinggi serta sumber air tanah yang terbatas menjadi perhatian utama kami,” ujar Zainul, Kamis (30/4/2026).
Dalam upaya mitigasi, Pemkab Madiun mengajukan bantuan pembangunan 20 titik sumur sible ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Saat ini, sebanyak 10 titik telah masuk tahap pemberkasan, sementara 10 lainnya masih dalam proses identifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL).
Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama. Tahun ini, APBD Kabupaten Madiun hanya mampu mengakomodasi rehabilitasi jaringan irigasi tersier di enam titik. Lokasi perbaikan tersebut tersebar di Kecamatan Dagangan, Nglandung, Purworejo, Kaibon, dan Pagotan.
“Kami juga mengusulkan perbaikan jaringan irigasi ke pemerintah pusat. Harapannya, usulan ini bisa disetujui untuk memperkuat ketahanan air di sektor pertanian,” katanya.
Selain intervensi infrastruktur, Pemkab Madiun juga menyiapkan langkah nonfisik dengan menggencarkan sosialisasi kepada petani. Petani diminta mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, seperti pompa air dan sumur, serta melakukan perawatan mandiri.
Tak hanya itu, petani juga didorong menerapkan pola tanam adaptif guna menghadapi cuaca ekstrem. Opsi yang disarankan antara lain penggunaan benih padi berumur pendek hingga penerapan pola tanam padi-padi-palawija.
Langkah ini penting agar petani tetap bisa berproduksi meski di tengah ancaman kekeringan. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





