Berita Terkini
Trending Tags

Rancangan Perubahan APBD Kota Madiun 2026, Pendapatan Naik Rp15,63 Miliar, Belanja Bertambah Rp36,43 Miliar

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 223
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Kota Madiun membahas Raperda Perubahan APBD 2026. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun memproyeksikan pendapatan daerah naik Rp15,63 miliar dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Di sisi lain, belanja daerah juga mengalami peningkatan sebesar Rp36,43 miliar.

Rancangan Perubahan APBD tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun dalam Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Wali Kota Madiun tentang Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Gedung Paripurna Selasa (18/8/2026).

Dalam perubahan anggaran, pendapatan daerah yang semula sekitar Rp928,27 miliar diproyeksikan menjadi Rp943,90 miliar. Sementara belanja daerah meningkat dari sekitar Rp1,062 triliun menjadi **Rp1,099 triliun**.

Perubahan APBD ini tetap diarahkan untuk mendukung visi RPJMD Kota Madiun 2025–2029, yakni “Madiun Maju Mendunia, Kota yang Berinovasi, Berbudaya dan Berkelanjutan.”

Kenaikan pendapatan daerah terutama ditopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam Raperda Perubahan APBD 2026, PAD diproyeksikan meningkat Rp13,91 miliar dari Rp. 296,8 miliar menjadi Rp310,72 miliar. Sementara pendapatan transfer bertambah sekitar Rp1,72 miliar menjadi Rp633,18 miliar.

Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, peningkatan pendapatan daerah menjadi perhatian pemerintah pusat sekaligus Pemkot Madiun. Karena itu, Pemkot Madiun mendorong penggalian potensi pendapatan tanpa semata-mata menaikkan tarif pajak.

“Saya sudah menyampaikan bahwa pendapatan daerah itu, satu, pendapatan untuk pemerintah kota, dan pendapatan yang langsung bisa diterimakan. Sehingga apa yang harus kita lakukan ini bermacam-macam,” ujar Bagus.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperbarui data wajib pajak. Bagus meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) segera melakukan kajian dan pembaruan data agar potensi penerimaan daerah dapat dipetakan secara lebih akurat.

“Update data wajib pajak ini harus segera dilakukan. Sehingga ini salah satu yang nanti bisa menjadi pendapatan tambahan dari Bapenda,” katanya.

Menurut Bagus, salah satu sektor yang memiliki potensi cukup besar adalah **Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Lebih ke BPHTB. Ini yang nanti akan jadi besar. Kalau pajak-pajak lainnya secara pajaknya, kita tidak akan naikkan. Tetapi lebih mana-mana potensi itu digali terus,” jelasnya.

Seiring peningkatan pendapatan, belanja daerah dalam Perubahan APBD 2026 juga bertambah Rp36,43 miliar, dari sekitar Rp1,062 triliun menjadi Rp1,099 triliun.

Kenaikan tersebut meliputi belanja operasi sekitar Rp16,98 miliar, belanja modal Rp7,92 miliar serta belanja tidak terduga (BTT) Rp11,52 miliar.

Bagus menjelaskan, penambahan BTT tidak semata-mata dipersiapkan untuk menghadapi bencana. Anggaran tersebut juga diperlukan untuk merespons kebutuhan masyarakat yang sifatnya mendesak.

“BTT itu tidak harus menunggu pada saat ada kejadian bencana. Dalam keadaan-keadaan mendesak itu bisa menggunakan BTT,” ujarnya.

Dengan tambahan anggaran tersebut, pemerintah daerah diharapkan memiliki ruang fiskal lebih fleksibel ketika harus melakukan intervensi terhadap persoalan yang membutuhkan penanganan segera.

Peningkatan belanja daerah membuat struktur Perubahan APBD 2026 mengalami defisit sebesar Rp154,80 miliar. Defisit tersebut ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2025.

Berdasarkan hasil audit BPK atas APBD 2025, SiLPA Kota Madiun tercatat sebesar Rp154,80 miliar. Nilai tersebut kemudian dimasukkan sebagai penerimaan pembiayaan dalam Perubahan APBD 2026.

Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, perubahan APBD merupakan mekanisme yang lazim dalam pengelolaan keuangan daerah. Namun, DPRD akan mencermati komponen pendapatan yang mengalami peningkatan signifikan.

“Nanti akan kita saring, PAD itu yang peningkatannya banyak dari sektor apa harus kita lihat dulu. Semuanya kita bahas,” kata Armaya.

Menurutnya, pembahasan nota keuangan selanjutnya akan dilakukan melalui komisi-komisi DPRD dan Badan Anggaran (Banggar). DPRD akan melihat secara rinci sumber kenaikan PAD sebelum memberikan persetujuan terhadap perubahan APBD.

Armaya juga mengingatkan agar peningkatan PAD tidak dilakukan dengan cara yang justru menambah beban masyarakat.

“Yang jelas jangan sampai nanti PAD naik terus membebani masyarakat. Saya kira itu nanti tidak menjadi populis di kebijakan pemerintah kota,” tegasnya.

Selain mencermati sisi pendapatan, DPRD Kota Madiun akan memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran setelah perubahan APBD ditetapkan.

Armaya mengatakan DPRD akan memaksimalkan fungsi pengawasan melalui inspeksi mendadak (sidak) maupun rapat dengar pendapat.

“Seperti biasa, kita akan maksimalkan fungsi sidak, fungsi rapat dengar pendapat, untuk memberikan peluang kepada teman-teman DPRD sebagai fungsi controlling,” ujarnya.

Menurut Armaya, pengawasan diperlukan agar tambahan belanja dalam Perubahan APBD 2026 benar-benar digunakan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Beras di Madiun Stabil Meski Isu Oplosan Merebak

    Harga Beras di Madiun Stabil Meski Isu Oplosan Merebak

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Di tengah merebaknya isu beras oplosan di sejumlah daerah, harga beras di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, masih terpantau stabil. Baik beras kualitas medium maupun premium belum menunjukkan lonjakan signifikan di tingkat eceran. Pedagang beras di Kecamatan Geger, Muhammad Allan Irnanda Yusuf, menyatakan harga beras medium bertahan di angka Rp13.500 per […]

    Bagikan
  • Hujan Deras dan di Sertai Angin Kencang Porak Porandakan Belasan Rumah dan Kandang Sapi

    Hujan Deras dan di Sertai Angin Kencang Porak Porandakan Belasan Rumah dan Kandang Sapi

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Madiun pada Sabtu sore (21 Desember 2024), menyebabkan belasan rumah di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari, mengalami kerusakan. Tidak hanya rumah, sebuah kandang sapi milik kelompok peternak warga juga roboh akibat cuaca ekstrem tersebut. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba mengakibatkan kerusakan parah […]

    Bagikan
  • Wisata Petik Melon Hidroponik di Madiun, Kisah Mantan TKI yang Bangkitkan Ekonomi Desa

    Wisata Petik Melon Hidroponik di Madiun, Kisah Mantan TKI yang Bangkitkan Ekonomi Desa

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di sudut Dusun Golang, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur deretan tanaman melon tumbuh rapi di dalam bangunan greenhouse. Bukan ladang luas dengan tanah terbuka, melainkan sistem hidroponik yang bersih, tertata, dan terbuka untuk siapa saja yang ingin memetik langsung buahnya. Greenhouse Paman Jack demikian warga menyebutnya menawarkan […]

    Bagikan
  • Pelaku Pembuangan Bayi Diamankan? AKP Agus : Besok Kita Release

    Pelaku Pembuangan Bayi Diamankan? AKP Agus : Besok Kita Release

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Beredar sebuah foto yang memperlihatkan dua orang remaja tengah duduk di ruang tunggu penyidik satreskrim polres Madiun. Publik menduga bahwasanya keduanya merupakan pasangan sejoli yang berkaitan dengan penemuan jasad bayi di Sungai Sono Desa Tiron Kecamatan/ Kabupaten Madiun pada Kamis (9/1/2025) lalu. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kasat Reskrim […]

    Bagikan
  • Motis Lebaran 2026: Solusi Mudik Aman dan Gratis untuk Pengendara Motor di Madiun

    Motis Lebaran 2026: Solusi Mudik Aman dan Gratis untuk Pengendara Motor di Madiun

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program mudik gratis sepeda motor (Motis) kembali digelar pada musim Lebaran 2026 sebagai solusi perjalanan aman dan nyaman bagi masyarakat. Program ini merupakan inisiatif Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, yang didukung oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun. Di wilayah Daop 7 Madiun, layanan Motis difokuskan pada rute […]

    Bagikan
  • 10 Bus Balik Gratis Berangkat dari Terminal Purboyo Menuju Jabodetabek

    10 Bus Balik Gratis Berangkat dari Terminal Purboyo Menuju Jabodetabek

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) kembali memfasilitasi balik gratis bagi masyarakat. Seperti yang terlihat di Terminal Tipe A Purboyo Madiun pada Sabtu (05/04/2025), 10 bus balik gratis telah siap mengangkut sekitar 500 orang. Wali Kota Madiun, Maidi serta Amirulloh, Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Hubdat dan […]

    Bagikan
expand_less