Berita Terkini
Trending Tags

Ratusan Kades Ponorogo Gigit Jari, Dana Desa Tahap II Tak Kunjung Cair

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
APDESI wadul ke DPRD Ponorogo, Foto: humas

Sinergia | Ponorogo – Ratusan kepala desa (Kades) di Ponorogo harus gigit jari. Pasalnya, jatah Dana Desa (DD) tahap II tak kunjung cair. Sementara sejumlah proyek pembangunan terlanjur berjalan dan menanti pembayaran sebelum akhir tahun.

Tak ingin semakin merugi, para Kades yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Ponorogo meluruk DPRD menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada senin (01/12) kemarin.

Ketua APDESI Ponorogo, Eko Mulyadi mengungkapkan, macetnya pencairan DD ini terjadi setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 81/2025 tentang Dana Desa Tahun Anggaran 2025 pada pertengahan November lalu.

Dalam aturan baru itu, kegiatan pembangunan non-earmark tidak lagi disalurkan pencairannya sejak 17 September. Fokus penyaluran kini mengerucut pada kegiatan earmark seperti BLT Desa, ketahanan pangan, dan penanganan stunting. “Sementara teman-teman desa sudah melakukan kegiatan fisik. Kalau tidak cair, tentu menjadi beban,” ujarnya (2/11).

Eko menambahkan, dari total 281 desa di Ponorogo, sebanyak 231 desa gagal mencairkan DD tahap II. Selama ini pembangunan fisik biasanya dikerjakan lebih dahulu sebelum diajukan pencairan. Akibatnya, banyak kades terpaksa berutang dengan nominal bervariasi antara Rp. 30 juta hingga Rp. 400 juta.

“Kami tidak memprotes aturannya, tapi kami berharap penerapan PMK ini bisa ditunda, diberlakukan tahun depan,” tegasnya.

Selain persoalan PMK 81/2025, APDESI turut menyampaikan sejumlah aspirasi lain, mulai dari dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga permintaan agar beberapa kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) tidak lagi dibebankan ke anggaran desa.

“Contohnya kegiatan kesehatan. Dulu ada anggaran dari Pemda, sekarang dibebankan ke pemerintah desa,” jelas Eko.

Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Anik Suharto, mengakui keresahan para kades tersebut. Dia memastikan aspirasi yang disampaikan APDESI bakal diteruskan ke pemerintah pusat. “Kami akan kirimkan dalam waktu dekat. suratnya akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Ega/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Canda Siswa SMPN 1 Parang Ingin Menu MBG Diselingi Mie Ayam

    Canda Siswa SMPN 1 Parang Ingin Menu MBG Diselingi Mie Ayam

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan mulai menjangkau sekolah-sekolah pinggiran. Salah satunya di Kecamatan Parang, tempat ratusan siswa SMPN 1 Parang ikut merasakan menu sehat yang disediakan pemerintah. Meski antusias, sebagian siswa berharap variasi menu lebih beragam. Mikaila bersama temannya, Rizal, secara terbuka menyampaikan keinginan agar sesekali ada hidangan […]

    Bagikan
  • Libur Lebaran, Wahana Air di Kabupaten Madiun Dipadati Pengunjung

    Libur Lebaran, Wahana Air di Kabupaten Madiun Dipadati Pengunjung

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Libur Idul Fitri tahun 2025 dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi berbagai tempat wisata, salah satunya wahana air di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sejak H+1 Lebaran, jumlah pengunjung mengalami peningkatan drastis, mencapai hampir 5.000 orang. Mayoritas pengunjung merupakan para pemudik dari luar daerah, seperti wilayah Karesidenan Madiun hingga Jakarta. Kenaikan ini tercatat […]

    Bagikan
  • BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

    BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Madiun Raya akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penguatan monsun Australia yang membawa massa udara kering serta potensi kemunculan fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini. Pengamat Meteorologi dan Geofisika […]

    Bagikan
  • Angin Kencang Terjang Dua Desa di Madiun, Puluhan Rumah Warga Rusak

    Angin Kencang Terjang Dua Desa di Madiun, Puluhan Rumah Warga Rusak

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Geger dan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (06/11/2025) sore. Kejadian itu menyebabkan sejumlah rumah warga di dua desa mengalami kerusakan. Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Ketandan dan Desa Sareng. Sebagian besar rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dan […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Catat 3 Kejadian di Perlintasan Sebidang Selama Angkutan Lebaran 2026

    KAI Daop 7 Madiun Catat 3 Kejadian di Perlintasan Sebidang Selama Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Masa Angkutan Lebaran 2026 resmi berakhir. Namun PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan sebidang. Berdasarkan data sepanjang masa Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026, tercatat tiga kejadian di perlintasan sebidang (JPL). […]

    Bagikan
  • Puluhan Siswa di Kedunggalar Ngawi Keracunan Usai Santap MBG

    Puluhan Siswa di Kedunggalar Ngawi Keracunan Usai Santap MBG

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, kembali menjadi sorotan. Hal ini setelah puluhan siswa SD dan SMP mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu yang dibagikan pada Rabu (26/11/2025). Para siswa mengeluhkan sakit perut, mual, hingga sesak napas tak lama setelah makan yang memicu kepanikan di lingkungan sekolah. […]

    Bagikan
expand_less