Berita Terkini
Trending Tags

Madiun Batik Heritage Festival 2026 Jadi Ruang Belajar dan Pelestarian Batik, Libatkan 33 Perajin serta Generasi Muda

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 183
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perajin batik kenalkan motif khas Madiun. (16/7/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Ada suasana berbeda di halaman tengah Balai Kota Madiun, Kamis (16/7/2026). Sayup alunan gamelan menyambut setiap pengunjung yang melangkah masuk. Tiang-tiang dan sudut balai kota dihiasi lembaran kain batik hasil karya para perajin serta pelajar Kota Madiun, menghadirkan nuansa budaya yang kental sejak pandangan pertama.

Pemandangan itu menjadi bagian dari Madiun Batik Heritage Festival 2026, kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora). Festival ini tak sekadar menjadi ajang pamer karya, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenal proses membatik secara langsung, mulai dari mencanting hingga batik cap.

Tak hanya batik, sejumlah pelaku seni ukir kayu dan perajin wayang turut meramaikan festival sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

Salah satu perajin batik dari Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Sutama, menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan memperkenalkan batik Kota Madiun kepada masyarakat yang lebih luas.

“Alhamdulillah, kegiatan seperti ini bisa mengangkat warisan budaya kita, terutama batik, supaya lebih dikenal bahkan mendunia. Harapannya ke depan bisa terus diadakan,” ujarnya.

Dalam festival itu, seluruh perajin batik dari berbagai wilayah di Kota Madiun membawa karya terbaik mereka untuk dipamerkan. Sutama sendiri menampilkan motif andalan Melati Pangongangan, motif yang terinspirasi dari sejarah lokal.

Ia bercerita, motif tersebut lahir dari kisah Nyai Ronje, tokoh yang dipercaya pernah merangkai bunga melati di lingkungan Kadipaten Madiun untuk menyambut tamu kehormatan. Sejak itu, bunga melati menjadi identitas yang melekat pada wilayah Pangongangan dan kemudian diangkat menjadi motif batik khas.

“Batik itu bukan hanya soal menggambar di atas kain, tetapi juga membawa cerita dan budaya yang sudah ada sejak dulu,” katanya.

Perempuan 61 tahun ini mulai membatik sejak mengikuti pelatihan dari pemerintah pada 2014 lalu. Awalnya Ia tidak memiliki dasar membatik sama sekali. Namun setelah mencoba, ia justru menemukan ketertarikan baru.

Menurutnya, membatik bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga melatih kesabaran dan kreativitas.

Image Not Found
Pengunjung bisa ikut belajar membatik di festival budaya Kota Madiun. Foto : Kris-Sinergia

“Dari mencanting sampai memberi warna itu ada kepuasan tersendiri. Kita bisa menuangkan ide menjadi sebuah motif yang akhirnya menjadi karya,” ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik menekuni batik, mengingat sebagian besar pembatik saat ini sudah berusia senior.

Harapan serupa disampaikan Agus Wijanarko, perajin batik sekaligus wayang dari Sanggar Kayon Krido Kenongo. Baginya, festival ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap kerja keras para perajin sekaligus media edukasi bagi masyarakat.

Di lokasi festival, pengunjung dapat mencoba mencanting langsung bersama para pembatik hingga melihat proses pembuatan batik cap. Selain itu, tersedia pula bisa melihat langsung proses kerajinan ukir kayu dan wayang yang memperkenalkan seni tradisi kepada generasi muda.

“Kalau bukan kita yang melestarikan batik dan wayang, siapa lagi. Keduanya sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya, sehingga harus terus kita jaga,” ujarnya.

Agus sendiri mulai mendalami dunia batik saat pandemi COVID-19. Berawal dari mengikuti pelatihan di tingkat kelurahan, ia kini mengembangkan batik dengan ciri khas motif wayang melalui Sanggar Kayon Krido Kenongo.

Menurutnya, semakin banyak pengrajin muda akan semakin besar peluang batik dan wayang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kami berharap pemerintah tidak berhenti pada satu festival saja, melainkan menghadirkan lebih banyak kegiatan. Utamanya pada peringatan Hari Batik Nasional pada Oktober mendatang. Tentu itu menjadi momen yang bagus untuk terus menjaga dan melestarikan batik maupun seni budaya lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kota Madiun Yoga Pratomo mengatakan Madiun Batik Heritage Festival ini melibatkan sekitar 33 perajin dari seluruh Kota Madiun, mulai dari pembatik, pengrajin wayang, hingga pengukir kayu. Selain itu, siswa SD dan SMP yang mengikuti ekstrakurikuler membatik juga dilibatkan sebagai bentuk regenerasi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya melestarikan batik, tetapi juga menumbuhkan minat dan bakat generasi penerus agar budaya ini terus hidup,” katanya.

Image Not Found
Madiun Batik Heritage Festival 2026 resmi digelar di Balai Kota. Foto : Kris-Sinergia

Sebagai rangkaian festival, pemerintah juga menggelar lomba desain batik, baik secara manual maupun digital. Karya terbaik nantinya direncanakan menjadi motif batik khas Kota Madiun yang akan digunakan oleh aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Yoga, langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah karena membuka peluang bagi para perajin untuk terus berkarya dan memproduksi batik khas Kota Madiun.

“Arahan Pak PLT Wali Kota, setelah ini hasil lomba desain batik itu akan dijadikan batik khas Madiun dan digunakan oleh ASN Kota Madiun. Sehingga perputaran uang, perputaran ekonomi itu akan jalan dari dunia ekraf ini,” pungkasnya.

Di tengah irama gamelan yang mengalun pelan dan deretan kain batik yang menghiasi Balai Kota, festival ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya disimpan sebagai peninggalan masa lalu. Ia hidup melalui tangan-tangan para perajin, dipelajari oleh anak-anak, dan dijaga bersama agar tetap menjadi identitas Kota Madiun di masa depan. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar SMP di Ponorogo Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Sumur Tua

    Pelajar SMP di Ponorogo Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Sumur Tua

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Seorang pelajar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan tewas membusuk di dalam sebuah sumur tua setelah dilaporkan hilang selama tiga hari. Jenazah korban ditemukan warga pada Minggu malam (9/2/2026) di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon. Korban diketahui bernama Adi Saputra (15), warga setempat. Sebelumnya, korban dilaporkan meninggalkan rumah pada Jumat (6/2/2026) […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut di Sambit Ponorogo, Dua Tewas Usai Avanza Tabrak Truk Parkir

    Kecelakaan Maut di Sambit Ponorogo, Dua Tewas Usai Avanza Tabrak Truk Parkir

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kecelakaan tragis terjadi di ruas Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek, tepatnya di timur SPBU Desa Besuki, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Rabu (25/06/2025). Sebuah mobil Avanza menabrak truk parkir hingga menyebabkan dua orang tewas dan satu lainnya luka berat. Informasi yang dihimpun, mobil Avanza dengan pelat nomor AE 1726 GL dikemudikan oleh Marcellino […]

    Bagikan
  • Menyamar Minta Donasi, Seorang Pria Gasak Dua Handphone Kasir Minimarket

    Menyamar Minta Donasi, Seorang Pria Gasak Dua Handphone Kasir Minimarket

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Aksi pencurian terjadi di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, pada Minggu siang (23/3/2025). Seorang pria yang menyamar sebagai peminta donasi berhasil membawa kabur dua unit handphone milik karyawan Garon Mart, dengan total kerugian mencapai Rp 15 juta. Berdasarkan rekaman Closed Circuit Television (CCTV), pelaku terlihat mengenakan masker dan menyerahkan […]

    Bagikan
  • Ponorogo Masuk 10 Besar Penghasil Padi Jatim, Pemkab Dukung Swasembada Pangan Nasional

    Ponorogo Masuk 10 Besar Penghasil Padi Jatim, Pemkab Dukung Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Kabupaten yang dikenal sebagai Bumi Reog ini tercatat masuk 10 besar daerah penghasil padi di Jawa Timur. Meski dihadapkan pada luas lahan pertanian yang relatif lebih kecil dibandingkan kabupaten lain. Plt Bupati […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Tindaklanjuti 4 Program Prioritas Presiden RI Prabowo Subianto

    Pemkot Madiun Tindaklanjuti 4 Program Prioritas Presiden RI Prabowo Subianto

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menindaklanjuti empat program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Program tersebut diantaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih (KMP), serta pengelolaan sampah. Hal itu ditegaskan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun (BP) usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) […]

    Bagikan
  • Ketua DPRD Soroti Pendidikan, Kesehatan hingga UMKM

    Ketua DPRD Soroti Pendidikan, Kesehatan hingga UMKM

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530 menjadi momentum untuk menyoroti sejumlah sektor yang masih membutuhkan pembenahan. Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengakui pelayanan dan pembangunan di sejumlah sektor belum sepenuhnya mampu memberikan hasil terbaik bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Dwi Agus usai mengikuti rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi […]

    Bagikan
expand_less