Telur Kotor dalam Paket Program MBG Lembeyan Viral, DPRD Magetan Desak Evaluasi Total
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 18
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, kembali memantik perhatian publik. Sebuah foto telur rebus yang masih tampak bernoda kotoran ayam pada cangkangnya beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kritik warganet.
Unggahan itu pertama kali disebarkan akun Facebook Tri Winarsih melalui grup Info Seputar Lembeyan. Dalam foto, telur rebus tersebut terlihat dikemas bersama roti tawar, kecap sachet, dan kacang dalam plastik bening yang dibagikan kepada siswa.
Tri Winarsih menuliskan kekecewaannya dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Unggahan itu kemudian viral dan langsung dibanjiri komentar warganet hingga ratusan kali dibagikan ulang.
Banyak warganet menyoroti proses sortir dan pencucian bahan pangan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka menilai telur dengan cangkang yang tidak dibersihkan dapat berpotensi membawa bakteri, terlebih makanan tersebut dikonsumsi anak sekolah.
Program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan asupan gizi siswa. Namun, insiden kecil seperti ini disebut dapat merusak kepercayaan publik terhadap kualitas pelaksanaannya.
Menanggapi viralnya foto tersebut, DPRD Kabupaten Magetan menyatakan telah menerima laporan melalui media sosial dan langsung melakukan pengecekan lapangan.
Wakil Ketua DPRD Magetan, Putut Pujiono, menyebut pihaknya segera mengumpulkan seluruh Kepala SPPG untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami akan berkoordinasi dengan Satgas. Semua Kepala SPPG se-Magetan akan kami kumpulkan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya setelah melakukan sidak, Rabu (25/2/2026).
Putut juga menyoroti fungsi relawan dapur dalam memeriksa bahan pangan sebelum proses pengolahan.
“Relawan seharusnya bisa mencermati kondisi bahan makanan sebelum diproses. Itu tugas penting yang tidak boleh terlewat,” tambahnya.
DPRD memastikan akan memperkuat pengawasan dan meningkatkan standar pengecekan di seluruh dapur SPPG. Menurut mereka, tujuan program ini adalah membentuk generasi yang sehat dan cerdas, sehingga kebersihan makanan menjadi aspek yang tidak boleh dinegosiasikan, meski hanya pada sebutir telur.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris/Byg


