Berita Terkini
Trending Tags

SPPG Mejayan Patuhi Larangan BGN Untuk Tidak Gunakan Bahan Bersubsidi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 231
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
SPPG Mejayan Patuhi Larangan BGN Gunakan Bahan Bersubsidi untuk Program MBG dengan menggunakan produk lokal.

Sinergia | Madiun — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mejayan, Kabupaten Madiun, memastikan seluruh bahan baku yang digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berasal dari komoditas bersubsidi. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala SPPG Mejayan, Mohamad Adi Prasetia, mengatakan pihaknya sejak awal operasional telah menggunakan bahan baku non-subsidi. Beberapa di antaranya minyak goreng dan gas yang digunakan untuk kebutuhan produksi makanan MBG.

“Dari awal running, kita menggunakan bahan-bahan yang tidak bersubsidi. Di antaranya minyak Fortune, beras petani lokal berkualitas tinggi dan juga gas non subsidi 50 kg,” kata Adi Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, SPPG Mejayan menyambut baik instruksi Kepala BGN Sudaryono yang meminta seluruh pengelola SPPG tidak menggunakan bahan baku maupun barang bersubsidi dalam penyediaan makanan MBG.

Selain memastikan bahan baku tidak bersubsidi, SPPG Mejayan juga berupaya melibatkan pelaku usaha dan pemasok lokal dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan.

Bahan seperti telur, beras, dan sayuran sebagian besar dipasok dari wilayah sekitar Mejayan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya agar pelaksanaan MBG memberikan dampak ekonomi bagi petani dan pelaku UMKM lokal.

“Untuk bahan baku, kita berkomitmen dari awal dengan mitra. Dari daerah Mejayan, kita kebanyakan mengambil bahan baku dari sekitar, seperti telur, beras, kemudian sayur-sayuran,” ujarnya.

Selain mengatur penggunaan bahan baku, SPPG Mejayan juga menerapkan ketentuan waktu konsumsi makanan MBG setelah didistribusikan ke sekolah penerima manfaat.

Image Not Found
SPPG Mejayan Patuhi Larangan BGN Gunakan Bahan Bersubsidi untuk Program MBG dengan menggunakan produk lokal.

Adi menjelaskan, makanan untuk jenjang TK, SD, dan MI mulai didistribusikan sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah diterima sekolah, makanan dianjurkan segera dikonsumsi dan tidak dibawa pulang.

“Maksimal empat jam dari pengiriman. Dengan batas waktu empat jam ini, kami menganjurkan Bapak/Ibu guru mengawasi murid-muridnya. Makanan juga tidak diperkenankan untuk dibawa pulang,” katanya.

Pembatasan waktu konsumsi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan. Makanan yang terlalu lama disimpan berisiko mengalami penurunan kualitas sehingga dapat membahayakan penerima manfaat.

“Demi keamanan bahan baku agar tidak rusak, sekaligus mencegah kerusakan bahan dan keracunan dari penerima manfaat,” jelas Adi.

Pihak sekolah juga diminta melakukan pemeriksaan sebelum makanan diberikan kepada siswa. Jika ditemukan makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, sekolah dapat segera berkoordinasi dengan pengelola SPPG.

Salah satu sekolah penerima manfaat MBG, SMAN 2 Mejayan, juga menerapkan mekanisme pengawasan di lingkungan sekolah.

Guru sekaligus penanggung jawab MBG di SMAN 2 Mejayan, Agus Budisunyoto, mengatakan makanan dibagikan kepada siswa pada pukul 09.40 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat pertama. Setelah dikonsumsi, wadah makanan dikembalikan pada waktu istirahat berikutnya.

Jika terdapat kendala atau temuan terkait makanan, siswa diminta melaporkannya kepada PIC MBG di sekolah untuk kemudian diteruskan kepada pihak SPPG.

“Kalau ada sesuatu tentang MBG, siswa laporan ke PIC, ke saya sebagai penanggung jawab MBG di sekolah. Nanti saya sampaikan ke SPPG,” ujar Agus.

Selama pelaksanaan MBG, Agus menyebut layanan dari SPPG berjalan lancar dan koordinasi antara sekolah dengan pengelola SPPG berlangsung baik.

Meski demikian, dari sisi menu masih terdapat sejumlah masukan dari siswa. Menurut Agus, selera siswa berbeda-beda sehingga variasi menu menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat terus ditingkatkan.

“Harapannya mungkin lebih variatif. Masakannya lebih variatif, termasuk menu-menunya lebih variatif,” katanya.

Agus memastikan sejauh ini tidak terdapat persoalan serius dalam pelaksanaan MBG di sekolahnya.(Tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ceria Tanpa Gawai, Ratusan Anak Ponorogo Ikut Lomba Permainan Tradisional

    Ceria Tanpa Gawai, Ratusan Anak Ponorogo Ikut Lomba Permainan Tradisional

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya anak-anak yang lebih akrab dengan gawai (red: perangkat elektronik seperti ponsel pintar, tablet, atau komputer), ratusan siswa sekolah dasar di Ponorogo justru punya cara berbeda untuk bersenang-senang. Mereka diajak bernostalgia lewat permainan tradisional yang dulu sempat akrab di masa kecil banyak orang. Kegiatan bertajuk Loka Permainan Tradisional ini […]

    Bagikan
  • Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

    Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia Magetan – Usaha pembuatan beduk di Kabupaten Magetan tengah menghadapi masa paling berat dalam hampir tiga dekade terakhir. Produksi beduk yang biasanya meningkat menjelang bulan Ramadan, justru anjlok hingga 90 persen dibanding tahun sebelumnya. Seperti yang dialami Apung, pengrajin beduk asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, yang sudah menekuni kerajinan tersebut sejak 1997. Ia menyebut […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Dorong UMKM dan PKL untuk Perkuat Wisata

    Pemkot Madiun Dorong UMKM dan PKL untuk Perkuat Wisata

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun kian serius mengokohkan sektor pariwisata. Lonjakan kunjungan wisatawan dari luar daerah menjadi bukti bahwa potensi wisata perlu diimbangi dengan pelayanan publik yang prima. Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker KUKM) terus mendorong penguatan sektor UMKM dan pedagang kaki […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Perkuat Integritas Pemerintahan Lewat Penerapan GRC

    Pemkab Madiun Perkuat Integritas Pemerintahan Lewat Penerapan GRC

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertema “Governance, Risk Management, and Compliance untuk Mewujudkan Kabupaten Madiun Bersahaja”, yang diselenggarakan di Hotel Aston Madiun, Selasa (07/10/2025). Acara dibuka langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto […]

    Bagikan
  • Jelang Hari Jadi ke-458, Bupati-Wabup Madiun Ziarah ke Makam Pendahulu Bareng Forkopimda

    Jelang Hari Jadi ke-458, Bupati-Wabup Madiun Ziarah ke Makam Pendahulu Bareng Forkopimda

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar ziarah ke makam para mantan Bupati Madiun, Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati, serta diikuti jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, hingga camat se-Kabupaten Madiun. Bagi Hari Wuryanto, ziarah makam bukan […]

    Bagikan
  • Menyamar Minta Donasi, Seorang Pria Gasak Dua Handphone Kasir Minimarket

    Menyamar Minta Donasi, Seorang Pria Gasak Dua Handphone Kasir Minimarket

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Aksi pencurian terjadi di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, pada Minggu siang (23/3/2025). Seorang pria yang menyamar sebagai peminta donasi berhasil membawa kabur dua unit handphone milik karyawan Garon Mart, dengan total kerugian mencapai Rp 15 juta. Berdasarkan rekaman Closed Circuit Television (CCTV), pelaku terlihat mengenakan masker dan menyerahkan […]

    Bagikan
expand_less