Berita Terkini
Trending Tags

Tinjau Langsung Tambang Sayutan, Anggota DPRD Jatim Soroti Mata Air hingga Berdekatan Permukiman

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 212
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Diana Sasa soroti mata air dan permukiman dekat tambang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Polemik tambang galian C di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa. Setelah beberapa kali menerima keluhan warga dalam forum audiensi dan hearing, ia memilih turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut Diana, kunjungan tersebut penting dilakukan karena persoalan tambang tidak cukup dipahami hanya melalui laporan maupun rapat dengar pendapat.

“Saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Persoalan seperti ini tidak cukup hanya dibaca dari laporan atau hearing saja. Kita harus melihat sendiri fakta sebenarnya,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Dari hasil peninjauan, Diana menemukan sejumlah kondisi yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius. Salah satunya keberadaan beberapa sumber mata air yang berada di sekitar area tambang dan selama ini menjadi sumber kebutuhan air warga.

Ia mengaku melihat langsung jaringan pipa yang menyalurkan air ke rumah-rumah penduduk, bahkan sempat mencoba air yang digunakan warga sehari-hari.

“Ternyata memang banyak mata air di kawasan ini. Saya melihat sendiri pipa-pipa yang mengalir ke rumah warga dan sempat minum langsung dari kran. Airnya masih sangat jernih dan segar,” katanya.

Selain mata air, Diana juga menemukan adanya rembesan air di sejumlah titik bekas galian. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis yang penting dan perlu mendapat perlindungan.

Hal lain yang menjadi sorotannya adalah jarak lokasi tambang yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman warga. Menurutnya, terdapat sedikitnya dua rukun tetangga (RT) yang berpotensi terdampak apabila aktivitas pertambangan terus berlangsung.

“Lokasinya sangat dekat dengan permukiman padat penduduk. Ini tentu harus menjadi perhatian karena ada warga yang berpotensi terdampak langsung,” tegasnya.

Tak hanya persoalan lingkungan, Diana juga menyoroti aspek sosial dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Di sekitar area tambang terdapat makam leluhur yang selama ini dianggap sakral oleh warga setempat.

Dari dialog dengan masyarakat, ia juga mendengar berbagai keresahan yang muncul sejak aktivitas tambang mulai berjalan. Warga mengaku kehidupan desa yang sebelumnya berjalan normal berubah setelah munculnya aktivitas pertambangan.

Dalam kunjungan tersebut, Diana juga menerima laporan dari sebuah keluarga yang mengaku lahan milik keluarganya telah dibuldozer tanpa sepengetahuan mereka. Informasi tersebut, menurutnya, perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Mereka menyampaikan tanah milik keluarganya sudah dibuldozer. Tentu ini harus ditelusuri dan diverifikasi, termasuk memastikan seluruh prosedur sosial maupun lingkungan sudah dijalankan sesuai aturan,” ujarnya.

Diana menyebut inspektur tambang bersama instansi terkait dijadwalkan melakukan pemeriksaan lapangan pada Selasa (9/6/2026). Ia berharap proses tersebut dilakukan secara objektif dan tidak hanya menjadi formalitas administratif.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan di lapangan. Yang penting dilakukan secara serius dan berdasarkan fakta yang ada,” katanya.

Sebagai anggota DPRD Jawa Timur, Diana menilai polemik tambang Sayutan harus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengingat kewenangan pengelolaan sektor pertambangan berada di tingkat provinsi.

Ia pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan yang menimbulkan konflik sosial maupun kekhawatiran lingkungan agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kita tidak ingin kejadian-kejadian lama yang pernah menimbulkan korban akibat persoalan tambang kembali terulang karena lemahnya pengawasan,” pungkasnya.

Kunjungan lapangan tersebut menambah babak baru dalam polemik tambang Sayutan. Sejumlah temuan yang diungkap Diana dinilai memberikan gambaran langsung mengenai kondisi di lapangan yang selama ini belum sepenuhnya terungkap dalam forum hearing maupun dokumen administratif. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Visi Indonesia Emas 2045 Dihadapkan Realitas Kekurangan Tenaga Pendidik di Sekolah

    Visi Indonesia Emas 2045 Dihadapkan Realitas Kekurangan Tenaga Pendidik di Sekolah

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kekurangan tenaga pendidik menjadi sorotan serius di tengah ambisi besar mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tak terkecuali di Kota Madiun. Pemerintah Kota (Pemkot) mencatat sedikitnya 138 guru masih kurang, terutama di jenjang SD dan SMP yang dinilai berpotensi menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F […]

    Bagikan
  • Wanita Tanpa Identitas di Magetan Tewas Tertabrak KA Jayakarta

    Wanita Tanpa Identitas di Magetan Tewas Tertabrak KA Jayakarta

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang wanita tanpa identitas ditemukan tewas setelah tertabrak Kereta Api Jayakarta, relasi Jakarta-Surabaya Gubeng di perlintasan Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Sabtu dini hari (17/05/2025). Korban diduga sengaja mengakhiri hidupnya. Penjaga perlintasan JPL 09, Tesna,  menyebut kejadian terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Ia mendengar suara klakson panjang dari arah […]

    Bagikan
  • Gebyar PAUD Kota Madiun Hadirkan Beragam Seni Kreatif dan Permainan Tradisional

    Gebyar PAUD Kota Madiun Hadirkan Beragam Seni Kreatif dan Permainan Tradisional

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Madiun menggelar Gebyar Anak PAUD pada Kamis (27/11/2025) di Taman Ngrowo Bening. Kegiatan meriah ini diikuti oleh 53 lembaga PAUD se-Kota Madiun dengan total peserta mencapai 1.263 anak dari tiga kecamatan Taman, Manguharjo, dan Kartoharjo. Acara dibuka secara […]

    Bagikan
  • Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

    Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Semangat mereka sudah membuncah sejak Februari. Enam kali latihan dalam sepekan, tas sudah dikemas, hotel di Malang sudah dipesan. Namun semua itu sirna hanya karena satu surat keputusan. Tim sepak takraw putri Kabupaten Magetan batal berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Bukan karena gagal seleksi atau […]

    Bagikan
  • Manajemen Madiun Umbul Square Mulai Mencicil Kekurangan Upah 14 Eks Karyawan

    Manajemen Madiun Umbul Square Mulai Mencicil Kekurangan Upah 14 Eks Karyawan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Manajemen Madiun Umbul Square (MUS) mulai merealisasikan pembayaran kekurangan upah terhadap 14 mantan karyawannya. Pembayaran dilakukan secara bertahap dengan skema cicilan sebesar Rp. 1 juta per orang. Pembayaran tahap awal diserahkan pada Jumat, 9 Januari 2026 lalu yang diberikan langsung oleh Direktur MUS kepada para eks pegawai. Selanjutnya, manajemen berencana melanjutkan […]

    Bagikan
  • Walikota : Ubur-Ubur Ikan Lele, Warga Medhiun Ngombene Ngrowo AE

    Walikota : Ubur-Ubur Ikan Lele, Warga Medhiun Ngombene Ngrowo AE

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) produksi PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun kini makin tersebar luas. Produk dengan nama Ngrowo AE ini pun sudah dapat dipesan oleh masyarakat. Wali Kota Madiun, Maidi pun sudah menjalani retret dan kembali ke Kota Madiun pun langsung minum Ngrowo AE. “Ini merupakan produk asli […]

    Bagikan
expand_less