Berita Terkini
Trending Tags

Tinjau Langsung Tambang Sayutan, Anggota DPRD Jatim Soroti Mata Air hingga Berdekatan Permukiman

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 149
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Diana Sasa soroti mata air dan permukiman dekat tambang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Polemik tambang galian C di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa. Setelah beberapa kali menerima keluhan warga dalam forum audiensi dan hearing, ia memilih turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut Diana, kunjungan tersebut penting dilakukan karena persoalan tambang tidak cukup dipahami hanya melalui laporan maupun rapat dengar pendapat.

“Saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Persoalan seperti ini tidak cukup hanya dibaca dari laporan atau hearing saja. Kita harus melihat sendiri fakta sebenarnya,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Dari hasil peninjauan, Diana menemukan sejumlah kondisi yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius. Salah satunya keberadaan beberapa sumber mata air yang berada di sekitar area tambang dan selama ini menjadi sumber kebutuhan air warga.

Ia mengaku melihat langsung jaringan pipa yang menyalurkan air ke rumah-rumah penduduk, bahkan sempat mencoba air yang digunakan warga sehari-hari.

“Ternyata memang banyak mata air di kawasan ini. Saya melihat sendiri pipa-pipa yang mengalir ke rumah warga dan sempat minum langsung dari kran. Airnya masih sangat jernih dan segar,” katanya.

Selain mata air, Diana juga menemukan adanya rembesan air di sejumlah titik bekas galian. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis yang penting dan perlu mendapat perlindungan.

Hal lain yang menjadi sorotannya adalah jarak lokasi tambang yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman warga. Menurutnya, terdapat sedikitnya dua rukun tetangga (RT) yang berpotensi terdampak apabila aktivitas pertambangan terus berlangsung.

“Lokasinya sangat dekat dengan permukiman padat penduduk. Ini tentu harus menjadi perhatian karena ada warga yang berpotensi terdampak langsung,” tegasnya.

Tak hanya persoalan lingkungan, Diana juga menyoroti aspek sosial dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Di sekitar area tambang terdapat makam leluhur yang selama ini dianggap sakral oleh warga setempat.

Dari dialog dengan masyarakat, ia juga mendengar berbagai keresahan yang muncul sejak aktivitas tambang mulai berjalan. Warga mengaku kehidupan desa yang sebelumnya berjalan normal berubah setelah munculnya aktivitas pertambangan.

Dalam kunjungan tersebut, Diana juga menerima laporan dari sebuah keluarga yang mengaku lahan milik keluarganya telah dibuldozer tanpa sepengetahuan mereka. Informasi tersebut, menurutnya, perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Mereka menyampaikan tanah milik keluarganya sudah dibuldozer. Tentu ini harus ditelusuri dan diverifikasi, termasuk memastikan seluruh prosedur sosial maupun lingkungan sudah dijalankan sesuai aturan,” ujarnya.

Diana menyebut inspektur tambang bersama instansi terkait dijadwalkan melakukan pemeriksaan lapangan pada Selasa (9/6/2026). Ia berharap proses tersebut dilakukan secara objektif dan tidak hanya menjadi formalitas administratif.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan di lapangan. Yang penting dilakukan secara serius dan berdasarkan fakta yang ada,” katanya.

Sebagai anggota DPRD Jawa Timur, Diana menilai polemik tambang Sayutan harus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengingat kewenangan pengelolaan sektor pertambangan berada di tingkat provinsi.

Ia pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan yang menimbulkan konflik sosial maupun kekhawatiran lingkungan agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kita tidak ingin kejadian-kejadian lama yang pernah menimbulkan korban akibat persoalan tambang kembali terulang karena lemahnya pengawasan,” pungkasnya.

Kunjungan lapangan tersebut menambah babak baru dalam polemik tambang Sayutan. Sejumlah temuan yang diungkap Diana dinilai memberikan gambaran langsung mengenai kondisi di lapangan yang selama ini belum sepenuhnya terungkap dalam forum hearing maupun dokumen administratif. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Motor Rem Blong di Jalur Ngerong Sarangan, 1 Keluarga Berboncengan 4 Tabrak Rumah

    Motor Rem Blong di Jalur Ngerong Sarangan, 1 Keluarga Berboncengan 4 Tabrak Rumah

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebuah sepeda motor yang tumpangi 1 keluarga diduga mengalami rem blong dan menabrak rumah warga di Jalan Raya Sarangan, tepatnya di pertigaan Ngerong, dekat Warung Kopi Mbah Jaman, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Kamis malam (10/07/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Akibat kecelakaan tersebut, satu anak dilaporkan meninggal dunia di […]

    Bagikan
  • Pasar Murah di Selosari, Warga Antusias Dapatkan Sembako Harga Terjangkau

    Pasar Murah di Selosari, Warga Antusias Dapatkan Sembako Harga Terjangkau

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan warga memadati Rumah Promosi Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (05/10/2025), untuk berbelanja kebutuhan pokok dalam pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini sangat ditunggu masyarakat, terutama di tengah naiknya harga sejumlah bahan pangan di pasaran. Salah satu warga, Erna, mengaku senang bisa mendapatkan […]

    Bagikan
  • 206 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Madiun Resmi Berbadan Hukum

    206 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Madiun Resmi Berbadan Hukum

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menyatakan seluruh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di 206 desa dan kelurahan telah resmi berbadan hukum. Penyelesaian legalitas ini menandai langkah strategis dalam penguatan ekonomi desa melalui wadah koperasi. “Per tanggal 25 kemarin, sudah 100 persen. Jadi 206 KDMP sudah terbentuk dan seluruhnya telah memiliki […]

    Bagikan
  • Dorong Investasi Pariwisata, DPMPTSP Kota Madiun Gelar Sosialisasi Perizinan Berbasis Risiko

    Dorong Investasi Pariwisata, DPMPTSP Kota Madiun Gelar Sosialisasi Perizinan Berbasis Risiko

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Madiun menggelar sosialisasi implementasi perizinan berusaha berbasis risiko, khususnya bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Madiun dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai usaha seperti restoran, hotel, hingga tempat hiburan malam. Dalam kegiatan […]

    Bagikan
  • Puluhan Ribu Kendaraan Bakal Melintas, PT JNK Siapkan Layanan Tambahan Saat Arus Mudik Lebaran 2025

    Puluhan Ribu Kendaraan Bakal Melintas, PT JNK Siapkan Layanan Tambahan Saat Arus Mudik Lebaran 2025

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (PT JNK) melakukan berbagai persiapan untuk menyambut puluhan ribu kendaraan pemudik dari berbagai kota besar. Selain peningkatan layanan, sejumlah fasilitas pendukung juga mengalami penambahan guna memastikan kelancaran lalu lintas di jalan tol. Direktur PT JNK, Arie Irianto, mengungkapkan bahwa […]

    Bagikan
  • Persinga Ngawi Tunjuk Slamet Riyadi sebagai Pelatih Baru, Bidik Promosi ke Liga 3

    Persinga Ngawi Tunjuk Slamet Riyadi sebagai Pelatih Baru, Bidik Promosi ke Liga 3

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Menyambut musim kompetisi sepak bola Liga 4 2025/2026, Persinga Ngawi melakukan pembenahan besar di tubuh tim. Klub berjuluk Laskar Ketonggo itu resmi menunjuk Slamet Riyadi, pelatih berlisensi A AFC, sebagai nahkoda baru dengan target ambisius, yakni menembus Liga 3 musim depan. Manajer Persinga Ngawi, Andri Budi Setyawan, menilai sosok Slamet sebagai […]

    Bagikan
expand_less