MBG Kembali Beroperasi, Harga Wortel dan Mentimun Melonjak, Tomat Anjlok
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 4 menit yang lalu
- visibility 14
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Beroperasinya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas hortikultura di Kabupaten Magetan. Dalam sepekan terakhir, harga wortel dan mentimun di tingkat petani melonjak cukup tajam. Di sisi lain, harga tomat justru anjlok hingga membuat sebagian petani memilih membiarkan hasil panennya membusuk di lahan.
Pantauan di sentra pertanian Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, menunjukkan harga wortel di tingkat petani naik menjadi Rp9.000 per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp5.000 per kilogram. Kenaikan hampir dua kali lipat ini terjadi setelah permintaan sayuran meningkat seiring kembali berjalannya Program MBG.
Tak hanya wortel, harga mentimun juga mengalami lonjakan. Dari sebelumnya berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram, kini mencapai Rp20.000 per kilogram di tingkat petani. Meski demikian, jumlah petani yang menanam mentimun di Desa Ngancar masih relatif sedikit dibandingkan komoditas hortikultura lainnya.
Petani wortel asal Desa Ngancar, Winarti, mengaku kenaikan harga tersebut menjadi angin segar bagi para petani yang sebelumnya harus menjual hasil panen dengan harga rendah.
“Petani di sini sekarang terus menanam wortel karena harganya sudah naik menjadi Rp9.000 per kilogram. Begitu juga mentimun yang sekarang mencapai Rp20.000 per kilogram. Tapi untuk tomat justru tidak laku dan harganya sangat rendah,” ujar Winarti.
Menurutnya, membaiknya harga wortel membuat petani kembali optimistis untuk memperluas areal tanam. Namun, kondisi itu belum dirasakan oleh petani tomat yang masih menghadapi kelebihan pasokan dan lemahnya permintaan.
Hal senada disampaikan petani lainnya, Sugiman. Ia mengatakan kenaikan harga wortel dan mentimun menjadi kabar baik setelah beberapa bulan terakhir petani terus merugi akibat rendahnya harga jual.
“Kami senang karena harga wortel sekarang sudah Rp9.000 per kilogram dan mentimun Rp20.000 per kilogram. Mudah-mudahan harga ini bisa bertahan. Berbeda dengan tomat yang sekarang tidak laku karena harganya terlalu murah,” kata Sugiman.
Berbanding terbalik dengan wortel dan mentimun, harga tomat di tingkat petani justru merosot tajam. Saat ini tomat hanya dihargai sekitar Rp1.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp4.000 per kilogram. Harga yang sangat rendah membuat sebagian petani memilih tidak memanen karena biaya panen dinilai lebih besar dibanding nilai jual hasil produksi.
Kondisi tersebut juga tercermin di Pasar Agrobis Plaosan. Harga wortel di tingkat pedagang naik menjadi Rp12.000 per kilogram dari sebelumnya Rp10.000 per kilogram, sedangkan mentimun dijual Rp24.000 per kilogram, naik dari sekitar Rp21.000 per kilogram.
Sementara itu, harga tomat di pasar turun menjadi Rp2.000 per kilogram dari sebelumnya Rp4.000 per kilogram. Adapun komoditas cabai rawit masih relatif stabil di kisaran Rp35.000 per kilogram.
Para petani berharap meningkatnya kebutuhan sayuran untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis mampu menjaga stabilitas harga komoditas hortikultura. Di sisi lain, mereka juga berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk mengatasi anjloknya harga tomat, sehingga petani tidak terus mengalami kerugian saat musim panen tiba. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez




