Berita Terkini
Trending Tags

Kisah Mbah Pamujo Tukang Servis Bedug Masjid di Ponorogo, Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 295
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Di rumah mbah Pamujo beberapa bedug harus antri menunggu giliran diperbaiki, (11/3/2026), Foto : Ega

Sinergia | Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana masjid dan musala biasanya semakin semarak dengan tabuhan bedug yang mengiringi lantunan takbir. Agar suaranya tetap nyaring saat malam takbiran, banyak pengurus tempat ibadah memperbaiki bedug mereka jauh-jauh hari sebelum Lebaran.

Di Kabupaten Ponorogo, ada sosok lansia yang justru kebanjiran pesanan servis bedug setiap memasuki bulan Ramadan. Ia adalah Pamujo, warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, yang telah lama dikenal sebagai tukang servis bedug masjid.

Pria kelahiran 1948 itu masih aktif memperbaiki bedug milik masjid maupun musala. Di rumahnya, beberapa bedug tampak antre menunggu giliran diperbaiki agar kembali siap ditabuh saat malam takbiran.

Pamujo mengaku mulai menekuni pekerjaan tersebut sejak 2008. Sebelumnya ia bekerja sebagai tukang kayu. Namun karena pesanan pekerjaan kayu mulai berkurang, ia mencoba memperbaiki bedug milik masjid di sekitar tempat tinggalnya.

“Awalnya saya tukang kayu. Karena sepi pekerjaan, saya mencoba memperbaiki bedug masjid. Lama-lama banyak yang tahu dan mulai datang untuk servis,” ujarnya.

Seiring waktu, keahliannya memperbaiki bedug mulai dikenal luas. Pesanan pun datang tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah di Ponorogo. Kerusakan yang paling sering ditemui biasanya terjadi pada bagian kulit bedug yang menipis atau robek. Kondisi itu kerap disebabkan karena bedug dipukul terlalu keras sehingga kulitnya cepat rusak.

“Kebanyakan rusaknya di kulit. Kalau sudah tipis atau sedikit sobek biasanya langsung diganti. Biasanya karena terlalu keras memukulnya,” jelasnya.

Untuk biaya perbaikan, Pamujo menyesuaikan dengan tingkat kerusakan. Jika hanya servis pada satu sisi bedug, biaya jasa sekitar Rp300 ribu. Namun jika sekaligus mengganti kulit bedug, biayanya bisa mencapai sekitar Rp900 ribu atau lebih jika kedua sisi perlu diganti.

Selama hampir dua dekade menekuni pekerjaan tersebut, Pamujo mengaku telah memperbaiki ratusan bedug milik masjid maupun musala. “Sejak 2008 sudah ada ratusan bedug yang saya servis,” tuturnya.

Selain penggantian kulit, biaya perbaikan juga dapat bertambah apabila bagian pengikat atau pantek bedug mengalami kerusakan dan harus diganti.

Meski kini usianya telah menginjak 78 tahun, Pamujo tetap menjalankan pekerjaannya dengan semangat. Hanya saja, untuk proses pemasangan kulit sapi pada bedug yang membutuhkan tenaga besar, ia biasanya dibantu oleh anaknya. “Sekarang sudah tidak sekuat dulu, jadi kalau memasang kulit biasanya dibantu anak,” pungkasnya. (ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orasi di DPRD, Puluhan Mahasiswa Madiun Kecam Maraknya Kabel WIFI Liar Dan Jalan Berlubang

    Orasi di DPRD, Puluhan Mahasiswa Madiun Kecam Maraknya Kabel WIFI Liar Dan Jalan Berlubang

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Madiun Raya (Formmad Raya) menggelar aksi di kantor DPRD Kabupaten Madiun Kamis (20/02/2025). Aksi ini dilakukan untuk menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah mengenai dua permasalahan yang dirasa sangat mengganggu kenyamanan warga. Mulai dari semrawutnya kabel WiFi yang terlihat tidak tertata rapi dan kerusakan […]

    Bagikan
  • Masjid Al Basyariyah Madiun Ramai Didatangi Jamaah di Penghujung Ramadan

    Masjid Al Basyariyah Madiun Ramai Didatangi Jamaah di Penghujung Ramadan

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Setiap penghujung bulan Ramadan, ribuan umat Islam dari berbagai daerah menyempatkan berkunjung ke Masjid Al Basyariyah, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Kamis dinihari (27/3/2025).   Ribuan jamaah datang untuk menunaikan Sholat Lail dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan. Begitu imam bersiap memulai ibadah, seluruh lampu di area masjid dipadamkan, menciptakan […]

    Bagikan
  • Bangunan Belum Rampung, Siswa Sekolah Rakyat Madiun Belum Bisa Tinggal di Asrama

    Bangunan Belum Rampung, Siswa Sekolah Rakyat Madiun Belum Bisa Tinggal di Asrama

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun resmi dimulai pada Kamis (31/7/2026). Namun, ratusan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA belum dapat menjalani pendidikan berasrama karena pembangunan sejumlah fasilitas utama di kompleks sekolah masih dalam tahap penyelesaian. Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa bangunan di kawasan Sekolah […]

    Bagikan
  • KPK Hadirkan 11 Saksi, Ungkap Fakta Baru Sidang Korupsi Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi

    KPK Hadirkan 11 Saksi, Ungkap Fakta Baru Sidang Korupsi Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, dan Direktur CV Sekar Arum Rochim Ruhdiyanto kembali mengungkap sejumlah fakta baru di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (6/8/2026). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan 11 saksi dalam persidangan. […]

    Bagikan
  • Polemik Tak Berujung Dualisme PSHT

    Polemik Tak Berujung Dualisme PSHT

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 913
    • 0Komentar

    Sinergia – Jakarta/Kota Madiun – Polemik di tubuh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) seakan tidak ada ujungnya. Dualisme kepemimpinan pada organisasi yang berdiri sejak tahun 1922 itu kembali menghangat. Hal itu tidak lepas dari terbitnya keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0005248.AH.01.07.Tahun 2025 Tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Persaudaraan Setia Hati Terate yang diteken pada 17 Juli 2025 […]

    Bagikan
  • Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Antusiasme masyarakat terhadap program Balik Gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menjelang arus balik Lebaran 2026 sangat tinggi. Kuota yang disediakan untuk ratusan penumpang bahkan langsung habis dalam waktu kurang dari 24 jam sejak pendaftaran dibuka. Program yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun itu mulai membuka pendaftaran pada Kamis […]

    Bagikan
expand_less