Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Kisah Mbah Pamujo Tukang Servis Bedug Masjid di Ponorogo, Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 363
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Di rumah mbah Pamujo beberapa bedug harus antri menunggu giliran diperbaiki, (11/3/2026), Foto : Ega

Sinergia | Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana masjid dan musala biasanya semakin semarak dengan tabuhan bedug yang mengiringi lantunan takbir. Agar suaranya tetap nyaring saat malam takbiran, banyak pengurus tempat ibadah memperbaiki bedug mereka jauh-jauh hari sebelum Lebaran.

Di Kabupaten Ponorogo, ada sosok lansia yang justru kebanjiran pesanan servis bedug setiap memasuki bulan Ramadan. Ia adalah Pamujo, warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, yang telah lama dikenal sebagai tukang servis bedug masjid.

Pria kelahiran 1948 itu masih aktif memperbaiki bedug milik masjid maupun musala. Di rumahnya, beberapa bedug tampak antre menunggu giliran diperbaiki agar kembali siap ditabuh saat malam takbiran.

Pamujo mengaku mulai menekuni pekerjaan tersebut sejak 2008. Sebelumnya ia bekerja sebagai tukang kayu. Namun karena pesanan pekerjaan kayu mulai berkurang, ia mencoba memperbaiki bedug milik masjid di sekitar tempat tinggalnya.

“Awalnya saya tukang kayu. Karena sepi pekerjaan, saya mencoba memperbaiki bedug masjid. Lama-lama banyak yang tahu dan mulai datang untuk servis,” ujarnya.

Seiring waktu, keahliannya memperbaiki bedug mulai dikenal luas. Pesanan pun datang tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah di Ponorogo. Kerusakan yang paling sering ditemui biasanya terjadi pada bagian kulit bedug yang menipis atau robek. Kondisi itu kerap disebabkan karena bedug dipukul terlalu keras sehingga kulitnya cepat rusak.

“Kebanyakan rusaknya di kulit. Kalau sudah tipis atau sedikit sobek biasanya langsung diganti. Biasanya karena terlalu keras memukulnya,” jelasnya.

Untuk biaya perbaikan, Pamujo menyesuaikan dengan tingkat kerusakan. Jika hanya servis pada satu sisi bedug, biaya jasa sekitar Rp300 ribu. Namun jika sekaligus mengganti kulit bedug, biayanya bisa mencapai sekitar Rp900 ribu atau lebih jika kedua sisi perlu diganti.

Selama hampir dua dekade menekuni pekerjaan tersebut, Pamujo mengaku telah memperbaiki ratusan bedug milik masjid maupun musala. “Sejak 2008 sudah ada ratusan bedug yang saya servis,” tuturnya.

Selain penggantian kulit, biaya perbaikan juga dapat bertambah apabila bagian pengikat atau pantek bedug mengalami kerusakan dan harus diganti.

Meski kini usianya telah menginjak 78 tahun, Pamujo tetap menjalankan pekerjaannya dengan semangat. Hanya saja, untuk proses pemasangan kulit sapi pada bedug yang membutuhkan tenaga besar, ia biasanya dibantu oleh anaknya. “Sekarang sudah tidak sekuat dulu, jadi kalau memasang kulit biasanya dibantu anak,” pungkasnya. (ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Madiun, Maidi Berangkatkan 5 Bus Program Balik Gratis 2025

    Wali Kota Madiun, Maidi Berangkatkan 5 Bus Program Balik Gratis 2025

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar program Balik Gratis tahun 2025. Tahun ini, lima armada bus diberangkatkan menuju Jakarta dan Surabaya. Sebanyak 250 warga yang mengikuti program Balik Gratis ini diberangkatkan oleh Wali Kota Madiun, Maidi dari kawasan Pahlawan Street Center pada Senin (07/04/2025). Maidi mengungkapkan program ini merupakan bagian dari layanan […]

    Bagikan
  • Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, 7 Siswa SMK di Ngawi Mengeluh Mual dan Muntah

    Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, 7 Siswa SMK di Ngawi Mengeluh Mual dan Muntah

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebanyak tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (10/8/2026). Empat siswa di antaranya harus dibawa ke Klinik Pratama Aisyiyah Sine untuk mendapatkan penanganan medis. Para siswa yang mengalami keluhan diketahui merupakan siswa kelas 10. Mereka mulai […]

    Bagikan
  • Antisipasi Mayday 2026, Polres Magetan Koordinasikan Pengamanan Lintas Sektor

    Antisipasi Mayday 2026, Polres Magetan Koordinasikan Pengamanan Lintas Sektor

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026, Polres Magetan menginisiasi rapat koordinasi lintas sektoral guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan, Rudy Harsono. Hadir pula dalam forum ini perwakilan Serikat Pekerja Seluruh […]

    Bagikan
  • Bawa Pesan Kebangsaan, Danrem 081/DSJ Sambangi Ponpes Al Fatah Temboro

    Bawa Pesan Kebangsaan, Danrem 081/DSJ Sambangi Ponpes Al Fatah Temboro

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto menyambangi Ponpes Al-Fatah yang berada di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Rabu (30/07/2025). Di sana, ia berkomunikasi langsung dengan pimpinan dan para pengurus Ponpes tersebut. Untoro menyebut, kunjungannya ke Ponpes Al-Fatah merupakan agenda rutin yang biasa dilakukannya untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi dengan […]

    Bagikan
  • Tradisi Tari Ikan Kutuk Hidupkan Warisan Mataram Kuno di Petirtaan Dewi Sri Simbatan

    Tradisi Tari Ikan Kutuk Hidupkan Warisan Mataram Kuno di Petirtaan Dewi Sri Simbatan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suara gamelan mengalun di antara rindangnya pepohonan saat puluhan warga berkumpul di kawasan Petirtaan Dewi Sri, Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Jumat Pahing bulan Suro. Di tengah prosesi bersih desa yang telah berlangsung turun-temurun, perhatian masyarakat tertuju pada ritual unik penarikan ikan kutuk atau ikan gabus yang hanya dapat dijumpai di situs […]

    Bagikan
  • Jumlah Kasus PMK Terus Meningkat, 91 Ekor Ternak Mati di Ngawi

    Jumlah Kasus PMK Terus Meningkat, 91 Ekor Ternak Mati di Ngawi

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Jumlah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Ngawi terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (13/1/2025) tercatat sudah ada 714 kasus PMK dengan 91 ekor ternak yang mati akibat wabah tersebut. Meskipun demikian, 381 ekor ternak dilaporkan sudah sembuh dari penyakit ini. “Wabah PMK memang sudah meluas tidak […]

    Bagikan
expand_less