Berita Terkini
Trending Tags

Kisah Mbah Pamujo Tukang Servis Bedug Masjid di Ponorogo, Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 240
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Di rumah mbah Pamujo beberapa bedug harus antri menunggu giliran diperbaiki, (11/3/2026), Foto : Ega

Sinergia | Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana masjid dan musala biasanya semakin semarak dengan tabuhan bedug yang mengiringi lantunan takbir. Agar suaranya tetap nyaring saat malam takbiran, banyak pengurus tempat ibadah memperbaiki bedug mereka jauh-jauh hari sebelum Lebaran.

Di Kabupaten Ponorogo, ada sosok lansia yang justru kebanjiran pesanan servis bedug setiap memasuki bulan Ramadan. Ia adalah Pamujo, warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, yang telah lama dikenal sebagai tukang servis bedug masjid.

Pria kelahiran 1948 itu masih aktif memperbaiki bedug milik masjid maupun musala. Di rumahnya, beberapa bedug tampak antre menunggu giliran diperbaiki agar kembali siap ditabuh saat malam takbiran.

Pamujo mengaku mulai menekuni pekerjaan tersebut sejak 2008. Sebelumnya ia bekerja sebagai tukang kayu. Namun karena pesanan pekerjaan kayu mulai berkurang, ia mencoba memperbaiki bedug milik masjid di sekitar tempat tinggalnya.

“Awalnya saya tukang kayu. Karena sepi pekerjaan, saya mencoba memperbaiki bedug masjid. Lama-lama banyak yang tahu dan mulai datang untuk servis,” ujarnya.

Seiring waktu, keahliannya memperbaiki bedug mulai dikenal luas. Pesanan pun datang tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah di Ponorogo. Kerusakan yang paling sering ditemui biasanya terjadi pada bagian kulit bedug yang menipis atau robek. Kondisi itu kerap disebabkan karena bedug dipukul terlalu keras sehingga kulitnya cepat rusak.

“Kebanyakan rusaknya di kulit. Kalau sudah tipis atau sedikit sobek biasanya langsung diganti. Biasanya karena terlalu keras memukulnya,” jelasnya.

Untuk biaya perbaikan, Pamujo menyesuaikan dengan tingkat kerusakan. Jika hanya servis pada satu sisi bedug, biaya jasa sekitar Rp300 ribu. Namun jika sekaligus mengganti kulit bedug, biayanya bisa mencapai sekitar Rp900 ribu atau lebih jika kedua sisi perlu diganti.

Selama hampir dua dekade menekuni pekerjaan tersebut, Pamujo mengaku telah memperbaiki ratusan bedug milik masjid maupun musala. “Sejak 2008 sudah ada ratusan bedug yang saya servis,” tuturnya.

Selain penggantian kulit, biaya perbaikan juga dapat bertambah apabila bagian pengikat atau pantek bedug mengalami kerusakan dan harus diganti.

Meski kini usianya telah menginjak 78 tahun, Pamujo tetap menjalankan pekerjaannya dengan semangat. Hanya saja, untuk proses pemasangan kulit sapi pada bedug yang membutuhkan tenaga besar, ia biasanya dibantu oleh anaknya. “Sekarang sudah tidak sekuat dulu, jadi kalau memasang kulit biasanya dibantu anak,” pungkasnya. (ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Danrem 081/DSJ Dalam Halal Bihalal dengan PSHT

    Pesan Danrem 081/DSJ Dalam Halal Bihalal dengan PSHT

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun menjadi gudangnya pesilat. Belasan perguruan pencak silat ada di kota ini hingga dijuluki Kota Pendekar. Hal itulah yang dinilai Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto sebagai salah satu komponen bangsa. Untuk itulah, Kolonel Arm Untoro Hariyanto terus membangun komunikasi dengan berbagai dengan perguruan pencak silat di wilayah teritorialnya, […]

    Bagikan
  • Penyelundupan Arak Jawa Kemasan Es Kelapa ke Lapas Madiun Digagalkan

    Penyelundupan Arak Jawa Kemasan Es Kelapa ke Lapas Madiun Digagalkan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras tradisional jenis arak jawa yang disamarkan dalam kemasan minuman Es kelapa muda (es degan). Insiden ini terjadi pada jam kunjungan, saat seorang pengunjung mencoba mengelabui petugas dengan membawa miras untuk salah satu warga binaan. Kepala Kesatuan Pengamanan […]

    Bagikan
  • DPRD Kota Madiun Usulkan 3 Raperda Inisiatif 2026, Fokus Perlindungan Tenaga Kependidikan dan Banpol

    DPRD Kota Madiun Usulkan 3 Raperda Inisiatif 2026, Fokus Perlindungan Tenaga Kependidikan dan Banpol

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Nota Penjelasan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif DPRD tahap I tahun 2026. Dalam Rapat Paripurna pada Jumat (27/02/2026) dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya serta dihadiri Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Nota Penjelasan 3 […]

    Bagikan
  • KUA-PPAS Terlambat, Penyusunan R-APBD 2026 Magetan Hanya Ada Waktu 10 Hari

    KUA-PPAS Terlambat, Penyusunan R-APBD 2026 Magetan Hanya Ada Waktu 10 Hari

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Magetan untuk tahun anggaran 2026 berlangsung tidak seperti biasanya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya proses pembahasan bisa memakan waktu berbulan-bulan, kali ini DPRD dan Pemerintah Kabupaten Magetan hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk merampungkannya. Ketua DPRD Magetan, Suratno, menjelaskan bahwa keterbatasan waktu […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Ringkus Dua Pengedar Pil Double L, Puluhan Butir Okerbaya Disita

    Polres Magetan Ringkus Dua Pengedar Pil Double L, Puluhan Butir Okerbaya Disita

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepolisian Resor (Polres) Magetan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba dan obat keras berbahaya (okerbaya) di wilayah hukumnya. Melalui operasi yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), polisi berhasil mengungkap kasus peredaran pil Double L dan mengamankan dua orang tersangka beserta puluhan butir barang bukti. Kedua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial […]

    Bagikan
  • Lutung Jawa Muncul di Permukiman Warga Tamanarum, Polisi Turun Tangan

    Lutung Jawa Muncul di Permukiman Warga Tamanarum, Polisi Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kemunculan seekor primata yang diduga kuat merupakan lutung Jawa (Trachypithecus auratus) membuat warga Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, heboh pada Selasa (23/12/2025). Satwa yang termasuk kategori dilindungi itu terlihat berpindah-pindah di genting beberapa rumah warga, sehingga membuat masyarakat memilih melapor ke pihak kepolisian. Kapolsek Parang, AKP Sukarno, mengonfirmasi pihaknya menerima […]

    Bagikan
expand_less