Sabtu, 17 Okt 2026
Trending Tags

Dari Pos Anggaran Bansos Turun hingga Kenaikan BTT, Ini Jawaban Plt Wali Kota Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 149
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Plt Wali Kota Madiun jawab 75 pertanyaan DPRD. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun memberikan jawaban atas Pemandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi DPRD Kota Madiun terhadap Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026. Jawaban tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun yang dilaksanakan pada Senin (31/8/2026). Plt Wali Kota Madiun menjawab sekitar 75 pertanyaan yang diajukan Legislatif pada rapat paripurna sebelumnya.

Salah satunya terkait Belanja Bantuan Sosial yang mengalami penurunan dari Rp. 23,9 miliar menjadi Rp. 13,1 miliar atau turun 45,16 persen. Terkait hal itu, Bagus menjelaskan bahwa beberapa belanja Bantuan Sosial harus bergeser kode rekening sesuai rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

“Sehingga yang sebelumnya di belanja Bantuan Sosial bergeser ke belanja lain seperti belanja uang yang diberikan kepada masyarakat, dimana secara subtansi maupun sasarannya tidak mengalami perubahan,” jawab Bagus.

Sedangkan terkait Belanja Modal yang direncanakan kenaikan dari Rp. 107,9 miliar menjadi Rp. 115,8 miliar, dimana Belanja Modal untuk peralatan dan mesin meningkat Rp. 9,6 miliar. Namun, untuk jalan, jaringan dan irigasi justru mengalami penurunan.

“Secara keseluruhan kondisi jalan di Kota Madiun sudah dalam kondisi baik. Oleh karena itu ada beberapa belanja modal jalan dan irigasi dialihkan ke belanja modal peralatan dan mesin untuk pengadaan excavator, Alkes, kendaraan operasional dan peralatan kantor,” terangnya.

Fraksi DPRD Kota Madiun juga menyoroti soal Pos Belanja Tidak Terduga (BTT) yang melonjak signifikan dalam Rancangan P-APBD TA. 2026, dari Rp. 2 miliar menjadi Rp. 13,5 miliar. Secara nominal BTT menyumbang sekitar 31,6 persen dari seluruh tambahan belanja daerah pada Rancangan P-APBD TA. 2026.

“Anggaran BTT yang bertambah disebabkan karena ada penambahan anggaran yang belum bisa di posting, seperti pendayagunaan SiLPA DBHCHT yang proses penganggarannya perlu asistensi Provinsi. Selain itu, BTT ini bisa didayagunakan sesuai dengan prioritas dan kebutuhan,” jelas Bagus. 

Lebih lanjut, Bagus menerangkan bahwa jawaban yang disampaikan juga telah dijelaskan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Legislatif.

“Bansos itu tidak ada yang berkurang, hanya pergeseran karena kebijakan dari pemerintah pusat. Yang mana kalau terkait bansos, itu ada indikator-indikator yang harus dipenuhi seperti desil. Tetapi ini digeser itu untuk kemaslahatan masyarakat, sehingga secara target itu tidak ada yang berubah,” ujar Bagus usai Rapat Paripurna.

Pos anggaran yang dialokasikan pada rancangan P-APBD TA 2026 disesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan. Hal itu agar program prioritas untuk masyarakat dapat terealisasikan.

Image Not Found
Anggaran bansos turun akibat pergeseran kode rekening. Foto : Kris-Sinergia

“Sebenarnya tidak berkurang ya, dalam pos kita menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Basic dari penganggaran terutama di infrastruktur itu lebih pada Musrenbang dan Pokir. Sehingga kita menyesuaikan. Dan itu kadang masih ada anggaran yang terlebih yang pada saat dianggarkan,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, menyebut seluruh pertanyaan yang disampaikan fraksi-fraksi dalam pembahasan P-APBD 2026 telah mendapatkan jawaban dari Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun. Menurutnya, sedikitnya terdapat 75 pertanyaan yang diajukan anggota DPRD, termasuk sejumlah hal yang sebelumnya turut dibahas dalam RDP.

“Sekurangnya ada 75 pertanyaan yang disampaikan oleh fraksi-fraksi, dan hari ini sudah terjawab semua. Tentu tidak sebatas itu saja, kemarin waktu RDP juga ditanyakan. Ditanya, sehingga ya inilah jawaban yang telah disampaikan oleh Plt Wali Kota,” ujar Istono.

Istono menegaskan, berbagai pertanyaan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kritis DPRD dalam mengawal sekaligus mencermati program yang disiapkan eksekutif, terutama menjelang pelaksanaan APBD Perubahan 2026. Ia berharap seluruh pembahasan dapat menghasilkan keputusan yang matang dan terukur bagi jalannya pemerintahan hingga akhir tahun.

“Nah, tentu ini merupakan sikap tanggung jawab kritis dari teman-teman DPRD, manifestasi dari tanggung jawabnya untuk bisa mengawal sekaligus mencermati program-program yang dicanangkan atau yang dipersiapkan oleh eksekutif di penghujung tahun atau di 2026 Perubahan,” katanya.

Ia menambahkan, DPRD juga berharap masukan dari fraksi-fraksi nantinya dapat menjadi bentuk kehati-hatian yang terukur bagi Plt Wali Kota dalam menjalankan pemerintahan hingga Desember 2026.

Salah satu persoalan yang mendapat sorotan dalam pembahasan adalah tingginya alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT), selain belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta anggaran pada Dinas Pendidikan.

“Saya pikir itu semua sudah terjawab dari beberapa pertanyaan teman-teman fraksi. Dan insyaAllah, kami ke depannya tetap mohon kawalan teman-teman media agar memang apa yang kita kehendaki, kita rencanakan ini betul-betul kemanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Madiun,” pungkas Istono. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pohon Trembesi Tumbang Tutup Jalan Kaibon–Nglandung Madiun, Akses Sempat Lumpuh 1,5 Jam

    Pohon Trembesi Tumbang Tutup Jalan Kaibon–Nglandung Madiun, Akses Sempat Lumpuh 1,5 Jam

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang dan menutup akses Jalan Raya Kaibon–Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Senin (16-02-2026) pagi. Peristiwa ini diduga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat. Dampaknya sempat mengganggu arus lalu lintas warga. Pohon dengan diameter sekitar 1,5 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter itu roboh melintang […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Tegaskan Seleksi Sekda Harus Bebas dari Jual-Beli Jabatan

    DPRD Magetan Tegaskan Seleksi Sekda Harus Bebas dari Jual-Beli Jabatan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketua DPRD Magetan, Suratno, menepis isu adanya kepentingan politik dan praktik “balas budi” dalam seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Ia memastikan pengisian jabatan strategis ini wajib berjalan bersih, transparan, dan jauh dari jual-beli jabatan. “Bupati sudah menyampaikan dalam video yang viral itu. Pemkab punya tim pansel, Kepala BKD juga memiliki catatan […]

    Bagikan
  • Panen Perdana, Wisatawan Serbu Kebun Kelengkeng Madigondo Magetan, Bisa Petik Sendiri

    Panen Perdana, Wisatawan Serbu Kebun Kelengkeng Madigondo Magetan, Bisa Petik Sendiri

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebun kelengkeng yang dikelola Pemerintah Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, menarik perhatian publik setelah untuk pertama kalinya membuka wisata petik buah. Baru dibuka beberapa jam, 10 dari 120 pohon yang siap panen langsung ludes dipetik pengunjung Rabu (7/1/2026). Wisatawan tidak hanya datang dari Magetan, tetapi juga dari Madiun, Ngawi, hingga […]

    Bagikan
  • Dispendukcapil Madiun Wujudkan Layanan Adminduk “Sarapan Pecel”, Warga Bisa Urus dari Desa

    Dispendukcapil Madiun Wujudkan Layanan Adminduk “Sarapan Pecel”, Warga Bisa Urus dari Desa

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun terus berupaya mendekatkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada masyarakat. Salah satu terobosan terbaru yang diluncurkan adalah inovasi “Sarapan Pecel” atau Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, yang memungkinkan warga mengurus dokumen kependudukan langsung dari kantor desa. Program ini diperkenalkan beriringan dengan kegiatan Bahana […]

    Bagikan
  • Disperdag Kota Madiun Bakal Perbaiki Kios Pasar Srijaya Yang Terbakar

    Disperdag Kota Madiun Bakal Perbaiki Kios Pasar Srijaya Yang Terbakar

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah kios di Pasar Burung Srijaya atau Pasar Njoyo terbakar pada Senin (26/01/2026) malam. 2 kios ludes dilalap si jago merah, sedangkan 2 lainnya rusak ringan. Namun, banyak burung milik penjual yang mati dampak kebakaran tersebut. Seperti yang dialami oleh Yono, penjual burung di Pasar Srijaya mengaku bahwa kios ditempatinya […]

    Bagikan
  • Heboh! Bendera Merah Putih Sepanjang 181 Meter Membentang di Jalan Magetan, Ini Maknanya

    Heboh! Bendera Merah Putih Sepanjang 181 Meter Membentang di Jalan Magetan, Ini Maknanya

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus menggema di berbagai daerah. Di Kelurahan Sukowinangun, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, warga secara gotong royong membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 181 meter di atas Jalan Sukowinangun sebagai simbol kecintaan terhadap bangsa sekaligus penghormatan kepada jasa para pahlawan. Bendera raksasa dengan […]

    Bagikan
expand_less