204 Peserta Ikuti Diklat HSR Batch 5 di PPI Madiun, Siap Dukung Operasional Kereta Cepat.
- account_circle Hari Adi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) High-Speed Railway (HSR) Batch 5 Tahun 2026, yang diikuti oleh 204 orang peserta dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), pada hari Kamis (16/4/2026) di Auditorium PPI Madiun.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perkeretaapian berkecepatan tinggi, khususnya dalam mendukung operasional kereta cepat yang aman, andal, dan berstandar internasional.
Windi Nopriyanto, Wakil Direktur III PPI Madiun, menjelaskan, penyelenggaraan diklat ini didasarkan pada beberapa Surat Keputusan Direktur PPI Madiun Tahun 2026, yang mengatur pelaksanaan pendidikan dan pelatihan orientasi serta teknis bagi tenaga pemeriksa sarana dan prasarana kereta cepat.
Selain memberikan pemahaman dasar mengenai sistem, teknologi, dan keselamatan kereta cepat, diklat kali ini juga sarana meningkatkan kompetensi teknis peserta dalam pemeriksaan sarana berbasis penggerak Listrik. Pun, mengembangkan kemampuan pemeriksaan jalur dan bangunan kereta api berkecepatan tinggi secara akurat dan sesuai standar.

“Pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap, meliputi pembelajaran teori di PPI Madiun serta praktik langsung di lingkungan PT KCIC. Kurikulum yang diterapkan mengombinasikan pembelajaran teori dan praktik dengan dukungan tenaga pengajar dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian, praktisi industri, PT KCIC, serta akademisi PPI Madiun,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat (PPSDMPD), Bambang Siswoyo, menyampaikan bahwa program pendidikan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan peserta.
“Pendidikan ini menjadi momentum penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas, semangat kebangsaan, serta komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan transportasi modern di Indonesia,” ujarnya
Dengan terselenggaranya Diklat HSR Batch 5 ini, diharapkan mencetak tenaga profesional yang siap mendukung keberlanjutan dan pengembangan sistem transportasi kereta cepat di Indonesia. (HAR)
- Penulis: Hari Adi
- Editor: Diez





