Kamis, 29 Okt 2026
Trending Tags

PCNU Magetan Gelar Upacara 1000 Santri, Respon Pemberitaan Trans7 

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 203
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
PCNU Magetan merespon pemberitaan Trans7, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025 di Kabupaten Magetan berlangsung khidmat dan penuh sarat makna. Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Magetan memilih menggelar Upacara 1000 Santri di Pondok Pesantren Roudhatul Huda, Desa Kedung Panji, Kecamatan Lembeyan. Hal ini sebagai simbol solidaritas dan kepedulian terhadap berbagai isu yang tengah menimpa dunia pesantren.

Tahun-tahun sebelumnya, upacara Hari Santri biasa diselenggarakan di Alun-Alun depan masjid agung Magetan. Namun kali ini dipusatkan di lingkungan pesantren agar lebih dekat dengan kehidupan para santri. Ribuan peserta tampak memenuhi halaman ponpes, mengenakan seragam putih dengan sorban hijau melambangkan kesucian dan semangat perjuangan santri.

Upacara yang dimulai sejak pukul 7 pagi itu diawali dengan pembacaan Resolusi Jihad NU 1945 dan doa bersama untuk para korban musibah. Momen ini juga menjadi ajang refleksi atas sejumlah peristiwa yang mengguncang dunia pesantren, di antaranya ambruknya bangunan musala tiga lantai di Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menewaskan puluhan orang.

Selain itu, para santri juga menyoroti tayangan program XPOSE Uncensored Trans7 yang dianggap menampilkan budaya pesantren secara tidak proporsional dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. Tayangan tersebut sempat menuai kecaman luas di media sosial, bahkan memunculkan tagar #BoikotTrans7 sebagai bentuk protes dari komunitas santri.

Ketua PCNU Magetan, Susanto Khoirul Fatwa, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Ponpes Roudhatul Huda merupakan simbol solidaritas dan refleksi mendalam atas kondisi pesantren saat ini.

“Tahun ini kami memilih melaksanakan upacara di ponpes sebagai bentuk solidaritas terhadap musibah di Buduran dan keprihatinan atas isu-isu negatif tentang pesantren dan para kyai,” ujar Susanto usai kegiatan.

Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Pengurus Besar NU yang mendorong pelaksanaan upacara di pesantren guna memperkuat kebersamaan dan semangat ke-NU-an.

“Kami juga telah menginstruksikan seluruh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di Magetan untuk menggelar upacara serupa di tingkat kecamatan, agar semangat Hari Santri benar-benar membumi,” tambahnya.

Sementara itu, Nur Wahid, pengasuh Ponpes Roudhatul Huda, menyampaikan rasa terima kasihnya karena ponpes yang ia asuh dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini.

“Terima kasih kepada PCNU Magetan atas kepercayaannya. Semoga momentum ini memperkuat solidaritas antar pondok pesantren dan semakin meneguhkan komitmen menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya haru.

Selain upacara, rangkaian peringatan HSN di Magetan juga diisi dengan pentas seni santri, atraksi pencak silat, serta ramah tamah makan bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda nasional HSN yang tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”

Secara nasional, peringatan HSN juga diramaikan dengan Gerakan Nasional Cek Kesehatan Gratis, program Makan Bergizi di pesantren, serta aksi peduli lingkungan untuk menegaskan komitmen santri menjaga alam sebagai bagian dari iman.

Di akhir acara, Ketua PCNU Magetan bersama seluruh santri dan elemen pondok pesantren Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Magetan menyampaikan pernyataan sikap resmi sebagai berikut:

1. Mengecam keras pemberitaan yang dilakukan oleh Trans7 karena dinilai tidak sesuai fakta dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

2. Mengimbau masyarakat Magetan agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat merugikan nama baik pondok pesantren serta mengganggu ukhuwah umat.

3. Menyerukan untuk menjaga kondusivitas Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tetap aman, damai, serta menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur.

Melalui peringatan HSN 2025 ini, PCNU Magetan menegaskan kembali peran santri sebagai penjaga tradisi, pelestari budaya, sekaligus garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah derasnya arus modernisasi.

Dengan semangat “1000 Santri Nyelamatke Budaya”, para santri Magetan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengingat sejarah, tetapi juga aktif membangun narasi positif demi kemajuan peradaban dunia.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ancaman El Nino Mengintai, Pemkab Madiun Putar Otak Selamatkan Sawah dari Krisis Air

    Ancaman El Nino Mengintai, Pemkab Madiun Putar Otak Selamatkan Sawah dari Krisis Air

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi memicu kemarau panjang pada 2026. Fokus utama diarahkan pada upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian, terutama di wilayah rawan kekeringan. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Zainul Aripin, […]

    Bagikan
  • Semarak Sepasma 2025, Ribuan Warga Padati Festival Budaya dan UMKM 

    Semarak Sepasma 2025, Ribuan Warga Padati Festival Budaya dan UMKM 

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ribuan warga memadati Lapangan Desa Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Selasa malam (02/07/2025), menyambut pembukaan Sepasar Ing Madiun (SEPASMA) 2025. Ini menjadi festival budaya dan ekonomi kreatif yang digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun. Festival ini menampilkan kolaborasi seni pertunjukan, parade budaya, serta bazar UMKM yang menjadi etalase potensi lokal. […]

    Bagikan
  • BPBD Madiun Bekali 45 Personel Kemampuan Kaji Kebutuhan Pasca Bencana

    BPBD Madiun Bekali 45 Personel Kemampuan Kaji Kebutuhan Pasca Bencana

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun memperkuat kapasitas personelnya dalam menghadapi tahapan pemulihan setelah bencana. Sebanyak 45 anggota BPBD mengikuti pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pasca bencana (Jitupasna) selama tiga hari, 5-7 Agustus 2026. Pelatihan tersebut ditujukan agar personel BPBD mampu melakukan pendataan dampak bencana secara cepat, akurat, dan terukur. Kemampuan itu […]

    Bagikan
  • Stasiun Madiun Mendadak Merah Merona, Ada Kuda Api Raksasa Sambut Penumpang!

    Stasiun Madiun Mendadak Merah Merona, Ada Kuda Api Raksasa Sambut Penumpang!

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Suasana berbeda terasa di Stasiun Madiun menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Area stasiun yang biasanya tampil formal kini berubah lebih semarak dengan sentuhan ornamen khas Tionghoa yang langsung mencuri perhatian para penumpang. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menghadirkan dekorasi tematik Imlek sebagai bentuk sambutan […]

    Bagikan
  • Sidang Korupsi Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi, Eks-Kepala Disbudparpora Ungkap Permintaan Proyek PL Bawa Nama Maidi

    Sidang Korupsi Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi, Eks-Kepala Disbudparpora Ungkap Permintaan Proyek PL Bawa Nama Maidi

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dan pemerasan dengan terdakwa Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, bersama Thariq Megah dan Rochim Ruhdiyanto, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (16/7/2026). Dalam persidangan, jaksa menghadirkan sejumlah saksi dari lingkungan Pemerintah Kota Madiun, salah satunya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) […]

    Bagikan
  • Salah Satu Calon Sekda Magetan Melebihi Batas Maksimal Umur Jika Dilantik

    Salah Satu Calon Sekda Magetan Melebihi Batas Maksimal Umur Jika Dilantik

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Berdasarkan aturan Permen PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), sejumlah persyaratan harus dipenuhi bagi pejabat yang ingin menduduki jabatan Sekda di Pemkab Magetan. Dari ketiga calon yang sudah mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi administrasi, ada salah satu calon yang berpotensi melebihi batas maksimal umur jika nantinya […]

    Bagikan
expand_less