Berita Terkini
Trending Tags

Mahasiswa Soroti Turunnya Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah, Rocky Gerung Kritik Pola Komunikasi Istana

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
mahasiswa berdiskusi bersama Rocky Gerung dalam forum Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan

Sinergia | Magetan – Isu menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi salah satu topik yang mengemuka dalam forum Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno. Pertanyaan tersebut disampaikan peserta diskusi kepada filsuf Rocky Gerung, yang kemudian menilai persoalan komunikasi publik menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian.

Diskusi berlangsung interaktif setelah salah seorang peserta, Dela Krisna Sari, lulusan Universitas Padjadjaran asal Ponorogo, mempertanyakan pandangan Rocky terkait persepsi publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menuai kritik di masyarakat.

Menurut Dela, sejumlah kebijakan pemerintah belakangan kerap memunculkan perdebatan di ruang publik. Ia juga menilai kritik yang disampaikan masyarakat acap kali tidak memperoleh respons yang dianggap memadai sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas komunikasi pemerintah.

“Apakah kondisi ini mencerminkan kegagalan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, sekaligus menunjukkan adanya krisis kepercayaan publik?” tanya Dela dalam sesi diskusi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Rocky Gerung menjelaskan bahwa secara umum terdapat dua pendekatan dalam komunikasi publik yang dapat dilakukan pemerintah. Pertama, komunikasi yang berorientasi pada public relation, yakni upaya membangun citra dan mempromosikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Kedua, komunikasi yang bertumpu pada public opinion, yaitu membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan penilaian, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan yang dijalankan. Menurut Rocky, kedua pendekatan tersebut memiliki fungsi yang berbeda dan perlu dijalankan secara seimbang.

“Komunikasi pemerintah tidak cukup hanya menjelaskan program kepada masyarakat, tetapi juga perlu mendengarkan dan mengelola aspirasi publik sebagai bahan evaluasi kebijakan,” ujarnya.

Dalam pandangannya, berbagai kritik yang berkembang di masyarakat semestinya dipahami sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Ia menilai masukan publik dapat menjadi bahan evaluasi agar kebijakan pemerintah semakin tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Karena itu, Rocky mendorong agar ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka.

“Di dalam demokrasi, kritik adalah bagian dari mekanisme pengawasan. Yang terpenting adalah bagaimana kritik itu dijawab dengan argumentasi dan perbaikan kebijakan,” katanya.

Selain menyoroti komunikasi pemerintah, Rocky juga mengingatkan mahasiswa agar menyampaikan kritik berdasarkan kajian yang matang. Menurutnya, setiap kritik akan memiliki bobot lebih apabila didukung data, analisis, serta argumentasi akademis yang kuat. Ia mengajak mahasiswa tidak hanya menjadi penyampai aspirasi, tetapi juga mampu menjelaskan akar persoalan beserta alternatif penyelesaiannya.

“Kalau ingin mengkritik pemerintah, bangun dulu argumentasinya. Dengan begitu, kritik tidak berhenti pada penolakan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperbaiki kebijakan publik,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung hampir tiga jam itu juga membahas pentingnya membangun budaya dialog dalam kehidupan demokrasi. Rocky menilai ruang-ruang diskusi publik harus terus diperbanyak agar masyarakat dapat bertukar gagasan secara terbuka tanpa mengabaikan perbedaan pandangan.

Ia menegaskan bahwa tradisi berpikir kritis menjadi salah satu warisan penting Bung Karno yang tetap relevan hingga kini. Menurutnya, kemampuan membaca persoalan melalui logika dan argumentasi merupakan modal penting dalam mengawal jalannya pemerintahan.

“Demokrasi membutuhkan warga negara yang berpikir. Karena itu, budaya berdiskusi dan menguji gagasan harus terus dirawat,” pungkasnya.(kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krs/byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Maut Bus Arga Mas di Tol Solo–Ngawi, Sopir Bus Tewas dan Puluhan Penumpang Luka-Luka

    Kecelakaan Maut Bus Arga Mas di Tol Solo–Ngawi, Sopir Bus Tewas dan Puluhan Penumpang Luka-Luka

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 1.829
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Solo-Ngawi Km 566+700 A, masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Insiden melibatkan sebuah bus penumpang dan truk yang berhenti di bahu jalan, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 31 penumpang mengalami luka-luka. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, […]

    Bagikan
  • Disnakan Magetan Bagikan 300 Paket Gizi hingga Kenalkan Teknologi Embrio Transfer

    Disnakan Magetan Bagikan 300 Paket Gizi hingga Kenalkan Teknologi Embrio Transfer

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2025 di Kabupaten Magetan berlangsung semarak. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Magetan menggelar acara di Aula Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Selasa (23/09/2025), dengan agenda pembagian 300 paket gizi bagi anak-anak PAUD, TK, dan SD. Acara ini dihadiri Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, serta jajaran […]

    Bagikan
  • Peringati Hari Jadi Reserse Polri ke-78, Polres Magetan Tegaskan Komitmen Reserse Presisi

    Peringati Hari Jadi Reserse Polri ke-78, Polres Magetan Tegaskan Komitmen Reserse Presisi

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan menggelar tasyakuran sederhana untuk memperingati Hari Jadi Reserse Polri ke-78 pada Senin (08/12/2025). Acara yang dipusatkan di Gedung Pesat Gatra ini dipimpin Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa dan dihadiri pejabat utama, Kapolsek jajaran, serta personel Satreskrim dan Satresnarkoba. Peringatan tahun ini mengusung tema “Reserse Presisi Siap Melayani”, […]

    Bagikan
  • Kejari Ponorogo Setor Rp. 902 Juta ke Kas Negara dari Kasus Korupsi Proyek Jalan

    Kejari Ponorogo Setor Rp. 902 Juta ke Kas Negara dari Kasus Korupsi Proyek Jalan

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi. Lembaga penegak hukum ini berhasil mengeksekusi uang pengganti sebesar Rp. 902.023.567 dari perkara tindak pidana korupsi proyek peningkatan Jalan Jenangan–Kesugihan tahun anggaran 2017. Dana tersebut telah disetorkan ke kas negara melalui Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Ponorogo. “Eksekusi ini […]

    Bagikan
  • Warga Magetan Makin Banyak yang Ubah Kolom Agama KTP Jadi Kepercayaan Tuhan YME

    Warga Magetan Makin Banyak yang Ubah Kolom Agama KTP Jadi Kepercayaan Tuhan YME

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kesadaran masyarakat Magetan untuk menampilkan identitas sesuai keyakinannya di Kartu Tanda Penduduk (KTP) semakin meningkat. Hal ini terlihat dari tren warga yang mengubah kolom agama menjadi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam dokumen kependudukan. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sepanjang semester II 2024 tercatat 17 warga melakukan […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Bentuk Tim Verifikasi Tambang Galian C di Sayutan, Operasional Diminta Ditunda

    DPRD Magetan Bentuk Tim Verifikasi Tambang Galian C di Sayutan, Operasional Diminta Ditunda

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aspirasi ratusan warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, yang menuntut penutupan tambang galian C akhirnya difasilitasi DPRD Magetan melalui forum audiensi yang digelar di ruang Badan Musyawarah (Banmus) Rabu (3/6/2026). Audiensi tersebut mempertemukan perwakilan warga dengan pimpinan DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta pihak pengelola tambang yang menjadi objek penolakan masyarakat.  […]

    Bagikan
expand_less