
Sinergia | Kab. Madiun — Retakan tanah sepanjang 500 meter ditemukan di Dusun Mendak, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Retakan yang terbentuk akibat hujan tersebut juga menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Pubis, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi terkini dan potensi bahaya lanjutan.
“Pengecekan dilakukan Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Retakan tanah membentang kurang lebih 500 meter dengan bentuk menyerupai huruf U. Beberapa rumah warga mengalami retak pada dinding dan lantai,” ujar Boby saat dikonfirmasi Jumat (31/10/2025).
Menurut hasil pendataan BPBD, setidaknya enam rumah warga terdampak akibat pergeseran tanah ini, antara lain milik Suntoyo, Warsini, Wariati, Bangun Suroyo, Sawal, dan Miati. Selain itu, terdapat satu rumah yang tidak berpenghuni dan satu rumah ditempati penyandang ODGJ.
Meski belum ada laporan korban jiwa, BPBD tetap mengimbau warga sekitar agar waspada terhadap potensi longsor. Hal itu mengingat kondisi tanah masih labil pascahujan.
“Kami masih melakukan koordinasi lanjutan dengan pemerintah desa untuk langkah mitigasi dan penanganan darurat, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah,” tambah Boby.
BPBD Kabupaten Madiun juga akan memantau kondisi tanah di sekitar retakan, sekaligus menyiagakan personel jika terjadi perkembangan situasi yang berpotensi membahayakan warga.
Tova Pradana – Sinergia