Berita Terkini
Trending Tags

Dinsos PPPA Kota Madiun Gencarkan Sosialisasi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinsos PP-PA Kota Madiun terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP-PA) Kota Madiun terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Seperti dalam sosialisasi yang difokuskan kepada para pelajar dengan tema utama pencegahan bullying pada Kamis (13/11/2025) di aula UPTD PP-PA Jalan Srindit Kota Madiun. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Kanit PPA Satreskrim Polres Madiun Kota, IPDA Aris Yunandi.

Penyuluhan ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat terkait maraknya kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak. Ia menyebut, banyak kasus yang tidak terungkap karena korban atau saksi takut melapor.

“Di Madiun Kota, ketika kami mendapatkan laporan, kami selalu melayani dengan baik – baik ketika anak menjadi korban, saksi, maupun pelaku. Kami berupaya melindungi hak-haknya,” jelas Aris.

Menurutnya, berbagai persoalan kerap muncul di lingkungan anak, mulai dari menjadi korban, saksi, hingga pelaku kekerasan. Rasa takut melapor disebut sebagai salah satu hambatan terbesar.

“Kami terus memberikan edukasi agar anak-anak tidak takut melapor ketika melihat atau mengalami kekerasan. Selain itu, kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meminimalisir bullying dan perundungan,” tambahnya.

Ia juga memaparkan langkah preventif yang dilakukan Polres Madiun Kota, mulai dari penyuluhan rutin di sekolah hingga patroli malam di titik rawan kriminalitas.

Image Not Found
Dinsos PP-PA) Kota Madiun terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, Foto : Surya – Sinergia

“Harapan ke depan, Kota Madiun semakin menjadi kota ramah anak, sehingga mereka bisa beraktivitas dengan aman tanpa menjadi korban kekerasan fisik maupun psikis,” ujarnya

Sementara pada Rabu (19/11/2025) menggandeng akademisi dari Universitas Widya Mandala (WIMA), Agnes Adhani sebagai pemateri untuk para perempuan dengan topik Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik.

“Saya diminta untuk menjelaskan bagaimana NPD itu muncul, apa ciri-cirinya, dan bagaimana membedakan mana sifat narsis yang masih wajar dan mana yang sudah menjadi gangguan,” kata Agnes.

Agnes menjelaskan bahwa perilaku narsistik berlebihan dapat berkembang menjadi gangguan kepribadian yang berdampak pada lingkungan sekitar. Faktor keturunan, pola asuh yang menyanjung berlebihan, atau kritik yang ekstrem dapat menjadi pemicu.

“Kadang orang tidak sadar bahwa dirinya narsis berlebihan. Sifat ini bisa berkembang menjadi masalah serius jika lingkungan tidak mendukung, bahkan bisa berujung pada gangguan kejiwaan,” terangnya.

Ia juga mencontohkan bahwa gangguan kepribadian seperti NPD tidak selalu tampak secara fisik, namun dapat memberikan pengaruh besar pada hubungan sosial dan perilaku seseorang.

“Gangguan kepribadian itu tidak tampak jelas seperti gangguan fisik, tetapi dampaknya besar. Contohnya artis Michael Jackson yang memiliki kecenderungan NPD dan akhirnya mengalami tekanan mental berat,” jelas Agnes.

Agnes berharap edukasi ini dapat meningkatkan kepedulian perempuan agar mampu mengenali gejala NPD serta lebih sadar dalam melindungi diri maupun anak-anak dari potensi gangguan mental dan kekerasan.

Heri Suwartono, Kepala Dinsos PP-PA Kota Madiun mengungkapkan pihaknya berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat soal isu ini. Hal itu agar masyarakat dapat lebih memahami dan peduli terhadap keamanan perempuan dan anak.

“Kami memiliki layanan Puspaga Harmonis sebagai media konsultasi jika ada permasalahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Jika ada korban kekerasan kami dampingi untuk memulihkan, khususnya psikisnya,” terangnya. 

Dengan adanya sosialisasi ini, Dinsos PPPA Kota Madiun berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan kekerasan. Selain itu juga mampu mengenali tanda-tanda gangguan kepribadian yang dapat berdampak pada kehidupan sosial dan perkembangan anak. (Sur/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral! Parkir di CFD Bantaran Madiun, Motor Pengunjung Raib Meski Dijaga Jukir

    Viral! Parkir di CFD Bantaran Madiun, Motor Pengunjung Raib Meski Dijaga Jukir

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Nasib kurang menyenanhkan dialami salah satu pengunjung Car Free Day (CFD) di Taman Bantaran Kelurahan Pangongangan Kecamatan Manguharjo Kota Madiun pada Minggu (19/01/206). Dalam unggahan yang viral di media sosial, pengunjung tersebut mengaku kehilangan motor yang dititipkan di area parkir. Ironisnya, meski terdapat juru parkir (Jukir) namun motor malah hilang. […]

    Bagikan
  • Lansia Ditemukan Tewas Terbakar, Polisi Temukan Bantal di Sekitar TKP

    Lansia Ditemukan Tewas Terbakar, Polisi Temukan Bantal di Sekitar TKP

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Seorang lansia ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di atas tumpukan kayu yang terbakar di belakang rumahnya, Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Selasa (17/06/2025) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban diketahui bernama Marijo (85). Salah seorang warga tetangga korban Sumadi mengatakan saat istri korban tengah memasak didapur, korban terbakar bersama […]

    Bagikan
  • Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sejumlah petani di Kabupaten Magetan masih mengeluhkan dengan harga pupuk bersubsidi yang dinilai belum turun. Padahal pemerintah pusat telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi hal itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan memberikan penjelasan. Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas TPHP Magetan, Edy Utomo, mengatakan […]

    Bagikan
  • Hasil Verifikasi Tersisa 3 ODGJ Warga Madiun Masih Dipasung

    Hasil Verifikasi Tersisa 3 ODGJ Warga Madiun Masih Dipasung

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 189
    • 0Komentar

    SInergia | Madiun – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun mencatat jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih dipasung di wilayahnya tinggal tiga orang setelah dilakukan verifikasi dan validasi data terbaru tahun 2026. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Kabupaten Madiun, Andy Wijayanto, menjelaskan, pemutakhiran data tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Dinas Sosial Provinsi […]

    Bagikan
  • Menjelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok dan Daging Sapi di Kota Madiun Masih Stabil

    Menjelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok dan Daging Sapi di Kota Madiun Masih Stabil

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga bahan pokok dan daging sapi di Pasar Besar Kota Madiun terpantau masih stabil. Tidak ada lonjakan harga seperti yang biasa terjadi saat momen hari besar keagamaan. Untuk harga daging sapi, pedagang menyebut belum ada perubahan signifikan dibandingkan tahun lalu.  Citra Dewi Kuncahya, salah satu […]

    Bagikan
  • 79 Siswa Jalani Observasi Usai Diduga Keracunan Menu MBG

    79 Siswa Jalani Observasi Usai Diduga Keracunan Menu MBG

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, sedang menjalani observasi medis di Puskesmas Gemarang pada Rabu (26/11/2025). Mereka mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat jam istirahat. Data yang dihimpun menunjukkan sedikitnya 79 murid dirawat. Mereka berasal dari beberapa […]

    Bagikan
expand_less