Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 332
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua Paguyuban, Sudardi menanggapi viralnya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan menanggapi viralnya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga kuliner di kawasan Telaga Sarangan. Ketua Paguyuban, Sudardi, menekankan bahwa kasus tersebut tidak mencerminkan perilaku mayoritas pedagang.

Sudardi menjelaskan bahwa terdapat sekitar 500 pedagang yang beraktivitas di kawasan wisata Sarangan. Ia menilai permasalahan harga seperti yang ramai dibicarakan hanya melibatkan satu atau dua pedagang yang sama.

“Pedagang di Sarangan jumlahnya banyak, sekitar lima ratus. Jadi tidak tepat kalau semua dianggap bermasalah,” terang Sudardi saat ditemui, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan bahwa paguyuban secara berkala melakukan pengarahan kepada anggotanya, termasuk mengenai standar harga, kewajiban memasang menu, hingga transparansi kepada pembeli.

“Kami terus melakukan pembinaan, mengingatkan agar pedagang mematuhi standar, mencantumkan menu dan harga. Itu sudah berlangsung lama,” ujarnya.

Menurut Sudardi, dinamika harga di kawasan wisata memang bukan hal baru. Namun ia menilai polemik yang muncul kali ini semakin membesar karena respons publik di media sosial.

“Di tempat wisata wajar kalau ada satu-dua pedagang yang menimbulkan masalah. Tapi menurut saya, kali ini lebih ramai karena respons netizen yang berlebihan,” tuturnya.

Sudardi mengungkapkan bahwa pedagang yang kembali disorot sebenarnya sudah berulang kali dikenai sanksi oleh paguyuban. Bahkan, oknum tersebut pernah dikeluarkan dari keanggotaan selama setahun.

“Sudah sering kami peringatkan, bahkan sampai tiga kali. Pernah juga kami nonaktifkan keanggotaannya selama satu tahun. Setelah dibina dan berjanji, ternyata terulang lagi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa paguyuban tidak memiliki kewenangan memberi tindakan lebih jauh selain pembinaan internal.

“Yang bisa kami lakukan hanya pembinaan organisasi. Untuk urusan perizinan usaha atau sanksi resmi, itu kewenangan pemerintah daerah,” tegasnya.

Sudardi berharap pemerintah daerah dapat bersikap lebih tegas, terutama dalam pengawasan izin usaha kuliner di kawasan wisata agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. “Pemerintah perlu lebih tegas, terutama terkait izin usaha. Warung atau restoran seharusnya punya izin lengkap. Kalau ada yang terus melanggar, izinnya perlu dievaluasi,” pungkasnya.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftaran Sekda Magetan Diperpanjang, Begini Respon Calon yang Sudah Lolos Adminitrasi

    Pendaftaran Sekda Magetan Diperpanjang, Begini Respon Calon yang Sudah Lolos Adminitrasi

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Masa pendaftaran seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan kembali diperpanjang. Hingga pertengahan Agustus 2025, tercatat baru tiga pejabat eselon II yang resmi mendaftarkan diri dan lolos verifikasi administrasi. Mereka adalah Eko Muryanto (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Joko Trihono (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata), serta Welly Kristanto (Kepala […]

    Bagikan
  • 8 Pemuda Diamankan Polsek Wungu Usai Terlibat Perang Sarung

    8 Pemuda Diamankan Polsek Wungu Usai Terlibat Perang Sarung

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 8 anak muda terlibat perang sarung di Desa Pilangrejo Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok pemuda mengayunkan sarung ke arah seorang remaja.  Dalam rekaman berdurasi singkat itu, korban tampak tidak berdaya setelah menerima beberapa kali pukulan sarung. Bahkan, beberapa pemuda lainnya […]

    Bagikan
  • Bupati Magetan Pastikan Seluruh Temuan BPK Ditindaklanjuti, DPRD Minta Pengawasan Lebih Ketat

    Bupati Magetan Pastikan Seluruh Temuan BPK Ditindaklanjuti, DPRD Minta Pengawasan Lebih Ketat

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memastikan seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2025 akan ditindaklanjuti secara konsisten. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 dalam rapat […]

    Bagikan
  • Magetan Terima Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian, Dorong Efisiensi dan Ketahanan Pangan

    Magetan Terima Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian, Dorong Efisiensi dan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Magetan mendapat dukungan signifikan dari pemerintah pusat. Sejumlah alat mesin pertanian (Alsintan) dikucurkan oleh Kementerian Pertanian RI sebagai bagian dari program percepatan mekanisasi nasional Selasa (13/1/2026). Unit berupa traktor roda empat, combine, crawler, hingga kultivator telah diserahkan kepada kelompok-kelompok tani di berbagai wilayah. Bantuan ini […]

    Bagikan
  • Ribuan ASN Pemkab Madiun Berdesakan Hadiri Apel Bersama dan Halal Bihalal

    Ribuan ASN Pemkab Madiun Berdesakan Hadiri Apel Bersama dan Halal Bihalal

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun memadati Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Selasa pagi (8/4/2025). Mereka mengikuti apel dan kegiatan halal bihalal bersama Bupati dan Wakil Bupati Madiun, dilanjutkan dengan santap bersama menu khas Lebaran: opor ayam. Antrean panjang tampak mengular sejak pagi hari. ASN dari berbagai […]

    Bagikan
  • Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Mayat Perempuan di Hutan Jati Sampung Ponorogo

    Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Mayat Perempuan di Hutan Jati Sampung Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Misteri penemuan mayat perempuan di hutan jati Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Ponorogo menetapkan Hartono (30), suami korban sebagai tersangka pembunuhan. Korban Alip Rahayu Arianti (ARA), 30 tahun, warga Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Tersangka Hartono merupakan warga Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. […]

    Bagikan
expand_less