Berita Terkini
Trending Tags

Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 219
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua Paguyuban, Sudardi menanggapi viralnya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan menanggapi viralnya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga kuliner di kawasan Telaga Sarangan. Ketua Paguyuban, Sudardi, menekankan bahwa kasus tersebut tidak mencerminkan perilaku mayoritas pedagang.

Sudardi menjelaskan bahwa terdapat sekitar 500 pedagang yang beraktivitas di kawasan wisata Sarangan. Ia menilai permasalahan harga seperti yang ramai dibicarakan hanya melibatkan satu atau dua pedagang yang sama.

“Pedagang di Sarangan jumlahnya banyak, sekitar lima ratus. Jadi tidak tepat kalau semua dianggap bermasalah,” terang Sudardi saat ditemui, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan bahwa paguyuban secara berkala melakukan pengarahan kepada anggotanya, termasuk mengenai standar harga, kewajiban memasang menu, hingga transparansi kepada pembeli.

“Kami terus melakukan pembinaan, mengingatkan agar pedagang mematuhi standar, mencantumkan menu dan harga. Itu sudah berlangsung lama,” ujarnya.

Menurut Sudardi, dinamika harga di kawasan wisata memang bukan hal baru. Namun ia menilai polemik yang muncul kali ini semakin membesar karena respons publik di media sosial.

“Di tempat wisata wajar kalau ada satu-dua pedagang yang menimbulkan masalah. Tapi menurut saya, kali ini lebih ramai karena respons netizen yang berlebihan,” tuturnya.

Sudardi mengungkapkan bahwa pedagang yang kembali disorot sebenarnya sudah berulang kali dikenai sanksi oleh paguyuban. Bahkan, oknum tersebut pernah dikeluarkan dari keanggotaan selama setahun.

“Sudah sering kami peringatkan, bahkan sampai tiga kali. Pernah juga kami nonaktifkan keanggotaannya selama satu tahun. Setelah dibina dan berjanji, ternyata terulang lagi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa paguyuban tidak memiliki kewenangan memberi tindakan lebih jauh selain pembinaan internal.

“Yang bisa kami lakukan hanya pembinaan organisasi. Untuk urusan perizinan usaha atau sanksi resmi, itu kewenangan pemerintah daerah,” tegasnya.

Sudardi berharap pemerintah daerah dapat bersikap lebih tegas, terutama dalam pengawasan izin usaha kuliner di kawasan wisata agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. “Pemerintah perlu lebih tegas, terutama terkait izin usaha. Warung atau restoran seharusnya punya izin lengkap. Kalau ada yang terus melanggar, izinnya perlu dievaluasi,” pungkasnya.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luncurkan Selamat Asri, Pemkab Madiun Sinkronkan Program Kebersihan dengan Instruksi Presiden Prabowo

    Luncurkan Selamat Asri, Pemkab Madiun Sinkronkan Program Kebersihan dengan Instruksi Presiden Prabowo

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 681
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai mengakselerasi gerakan lingkungan bersih, sehat, dan rapi melalui program Selamat Asri (Selasa Jumat Aman Sehat Resik Indah). Program ini menjadi tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong terciptanya budaya hidup bersih secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah tersebut juga diselaraskan dengan visi daerah “MADIUN […]

    Bagikan
  • Anggaran Program Rumah Tak Layak Huni di Madiun Turun Drastis pada 2026

    Anggaran Program Rumah Tak Layak Huni di Madiun Turun Drastis pada 2026

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun dipastikan akan mengurangi alokasi anggaran untuk program penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) pada tahun 2026. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mencatat, pagu anggaran yang semula mencapai Rp. 5,98 miliar pada 2025 akan turun menjadi Rp. 1,46 miliar. Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Ops Sikat 2025, Polres Madiun Kota Ungkap Dua Kasus Curanmor

    Ops Sikat 2025, Polres Madiun Kota Ungkap Dua Kasus Curanmor

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota berhasil mengungkap dua kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukumnya. Dua kasus tersebut terjadi di lokasi berbeda, yakni di Hotel Liyasa, Kelurahan Josenan, dan Hotel Raya Kusuma, Kelurahan Patihan, Kota Madiun. Kasatreskrim Polres Madiun Kota, IPTU Agus Riadi, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil […]

    Bagikan
  • Jamaah Calon Haji Asal Indonesia Laksanakan Wisata Religi di Makkah

    Jamaah Calon Haji Asal Indonesia Laksanakan Wisata Religi di Makkah

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Makkah, Arab Saudi | Sinergia  — Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah, para jamaah calon haji asal Indonesia melanjutkan perjalanan spiritual mereka dengan melakukan wisata religi ke sejumlah lokasi bersejarah di Makkah, Senin (20/05/2025). Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Jabal Tsur, gunung yang dikenal sebagai tempat persembunyian Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq saat hijrah […]

    Bagikan
  • Viral Pria Berprilaku Eksibisionis, Polisi Pastikan Pelaku Alami Gangguan Jiwa

    Viral Pria Berprilaku Eksibisionis, Polisi Pastikan Pelaku Alami Gangguan Jiwa

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait seorang pria yang memamerkan alat kelaminnya di jalan raya Klorogan–Kebonsari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Aksi tersebut sempat viral setelah diunggah ke media sosial. Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara melalui Kapolsek Geger AKP Hafiz Prasetia Akbar mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi […]

    Bagikan
  • BPBD Sosialisasikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar di Ponorogo

    BPBD Sosialisasikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar di Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama BPBD Ponorogo menggelar simulasi kebencanaan di SMKN 2 Ponorogo pada Kamis (13/02/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan tenaga pendidik dalam menghadapi bencana alam, terutama banjir, gempa bumi, dan kebakaran. Simulasi dimulai dengan skenario gempa bumi. Saat sirine berbunyi, para siswa dan guru […]

    Bagikan
expand_less