Berita Terkini
Trending Tags

Kajari Magetan Berganti, Penanganan Kasus Strategis Masih Menggantung

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pelaksana Tugas (Plt) Kajari, Farhan Zunaedi, Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Negeri Magetan kembali terjadi sebelum publik benar-benar mengetahui arah penegakan hukum di daerah ini. Dezi Setiapurnama dipindah ke Kejaksaan Agung hanya dalam hitungan bulan, dan kursinya kini ditempati Pelaksana Tugas (Plt) Kajari, Farhan Zunaedi. Rotasi yang terbilang cepat ini justru menambah daftar tanya publik, terutama terkait kasus dugaan penyimpangan dana pokir DPRD yang sejak awal belum menunjukkan progres berarti.

Menanggapi pergantian mendadak tersebut, Farhan menekankan bahwa mutasi tidak perlu dibaca sebagai sinyal apa pun di luar kebutuhan organisasi.

“Perpindahan ini memang bagian dari tour of duty. Pak Dezi ditarik ke Kejaksaan Agung karena dibutuhkan di sana,” ujar Farhan, menjelaskan bahwa rotasi tersebut semata-mata urusan internal lembaga.

Ia menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan perintah pimpinan. Farhan sebelumnya menjabat Koordinator di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sebelum ditugaskan mengisi sementara posisi Kajari Magetan.

“Saya ditunjuk untuk mengisi posisi Plt Kajari sebagai bagian dari kebutuhan institusi. Penugasannya juga bersifat sementara,” imbuhnya.

Meski demikian, bagi publik, alasan “kebutuhan organisasi” saja tidak cukup menjawab kegelisahan mengenai kinerja penegakan hukum di Magetan.

Di tengah pertanyaan soal nasib penyelidikan dugaan penyimpangan pokir DPRD, Farhan mengakui belum bisa memberi garis besar. Ia menyebut masih fokus melakukan pemetaan internal dan belum siap memberi pernyataan substantif.

“Saya masih mempelajari proses yang sudah berjalan di pidana khusus, intelijen, maupun bidang lainnya. Jadi saya belum bisa memberikan penjelasan detail hari ini,” ucapnya.

Keterangan itu menyiratkan bahwa publik perlu kembali menunggu. Padahal kasus pokir telah lama menjadi sorotan karena menyentuh kepentingan politik daerah.

Farhan menambahkan bahwa ia membutuhkan waktu memahami langkah-langkah sebelumnya sebelum menentukan kebijakan lanjutan.

“Harus saya lihat dulu apa saja yang sudah ditangani teman-teman. Baru setelah itu saya bisa menentukan langkah berikutnya,” jelasnya.

Walaupun belum bicara banyak soal kasus, Farhan menyampaikan komitmen mengenai profesionalitas penegakan hukum.

“Penanganan perkara di Magetan akan dilakukan seobjektif mungkin, tanpa intervensi pihak mana pun,” tegasnya.

Selain menata internal, Farhan mengaku membutuhkan dukungan masyarakat agar penegakan hukum di Magetan dapat berjalan lebih solid. Ia meminta ruang untuk memahami kondisi internal sebelum mengambil keputusan strategis. “Mohon waktu untuk saya memperkuat soliditas internal terlebih dahulu. Setelah itu tentu akan kami sampaikan arah kebijakan lebih jelas kepada masyarakat,” katanya.(Kus/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerusakan Gedung DPRD Kota Madiun Mulai Diperbaiki, Walikota : Jangan Mudah Terprovokasi

    Kerusakan Gedung DPRD Kota Madiun Mulai Diperbaiki, Walikota : Jangan Mudah Terprovokasi

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa jalannya pemerintahan harus tetap berlanjut meski Gedung DPRD mengalami kerusakan akibat kericuhan beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil setelah Maidi bersama Ketua DPRD Kota Madiun dan Kapolres Madiun Kota meninjau langsung kondisi gedung DPRD. Tidak hanya melakukan pengecekan, Maidi juga turut memulai pengecatan pada […]

    Bagikan
  • KPK Periksa 13 Pejabat Pemkab Ponorogo, Pendalaman Kasus Suap Jabatan Masuki Babak Baru

    KPK Periksa 13 Pejabat Pemkab Ponorogo, Pendalaman Kasus Suap Jabatan Masuki Babak Baru

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penanganan kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kembali memasuki fase krusial. Pada Senin (01/12/2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sedikitnya 13 pejabat Pemkab Ponorogo dalam agenda pemeriksaan maraton yang dipusatkan di Polres Madiun Kota. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Ia […]

    Bagikan
  • Protes Jalan Rusak, Warga Desa Kaponan Pilih Tanami Pohon Pisang dan Pepaya

    Protes Jalan Rusak, Warga Desa Kaponan Pilih Tanami Pohon Pisang dan Pepaya

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Resah dengan kondisi jalan yang rusak parah, warga Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melakukan aksi protes dengan menanami lubang jalan menggunakan pohon pisang dan pepaya, Senin (12/1/2026). Aksi ini dilakukan di jalan poros penghubung Desa Kaponan dengan Desa Mlarak. Jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk menuju sekolah, […]

    Bagikan
  • Viral di Media Sosial, Sekelompok Pemuda Tak Dikenal Berbuat Keributan di Magetan

    Viral di Media Sosial, Sekelompok Pemuda Tak Dikenal Berbuat Keributan di Magetan

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebuah video berdurasi pendek viral di media sosial, menayangkan aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok pemuda tidak dikenal. Informasi yang beredar, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (20/12/2024), sekira pukul 23.00 WIB,di Kelurahan Lembeyan Kulon dan Desa Pupus, wilayah Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Kejadian itu menyebabkan 2 pemuda dibawah umur inisial R […]

    Bagikan
  • Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun 2025 5,69 Persen, DPRD Soroti Piutang Rp15 Miliar dan Peran UMKM

    Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun 2025 5,69 Persen, DPRD Soroti Piutang Rp15 Miliar dan Peran UMKM

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun dengan agenda Penyampaian Rekomendasi LKPJ Tahun 2025, Rabu (22/4/2026), menjadi ruang evaluasi terbuka atas kinerja pembangunan daerah. Sorotan utama mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang belum mencapai target serta pengelolaan piutang daerah yang masih menjadi pekerjaan rumah. Tercatat pertumbuhan ekonomi Kota Madiun tahun 2025 tercatat sebesar […]

    Bagikan
  • Seorang Peserta Seleksi PPPK Meninggal Sehari Sebelum Hari Ujian

    Seorang Peserta Seleksi PPPK Meninggal Sehari Sebelum Hari Ujian

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Seorang peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 di Kabupaten Madiun dilaporkan meninggal dunia sehari sebelum pelaksanaan ujian kompetensi dimulai. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, mengatakan bahwa total peserta yang terdaftar mengikuti seleksi tahap dua ini mencapai 1.067 orang, dengan […]

    Bagikan
expand_less