Sabtu, 7 Nov 2026
Trending Tags

Polres Magetan Mulai Operasi Keselamatan Semeru 2026, Soroti Kenaikan Pelanggaran dan Risiko Fatalitas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 355
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polres Magetan menggelar Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Magetan. Foto : Nanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Polres Magetan memulai Operasi Keselamatan Semeru 2026 melalui Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Magetan, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini melibatkan TNI–Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan sejumlah instansi terkait, serta dihadiri unsur Forkopimda.

Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo memimpin apel sekaligus membacakan amanat Kapolda Jatim. Ia menegaskan bahwa gelar pasukan bukan kegiatan simbolis semata, melainkan tahapan penting untuk memastikan seluruh komponen operasi benar-benar siap.

“Apel ini kami jadikan sebagai pengecekan menyeluruh, mulai personel hingga perlengkapan. Tujuannya agar pelaksanaan operasi berjalan maksimal dan benar-benar memberikan hasil untuk keselamatan masyarakat,” ujar Kompol Dodik.

Menurutnya, dinamika permasalahan lalu lintas saat ini semakin rumit. Evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan pelanggaran yang berdampak langsung pada tingginya angka kecelakaan. “Kesadaran tertib berlalu lintas masih rendah, ditambah perilaku pengendara yang sering abai, sehingga risiko fatalitas kecelakaan ikut naik,” jelasnya.

Operasi Keselamatan Semeru digelar selama 14 hari, mulai 2–15 Februari 2026, sekaligus sebagai langkah cipta kondisi menuju Operasi Ketupat Idul Fitri 1447 H. Operasi mengedepankan strategi preemtif, preventif, dan represif. Dalam tahap preemtif, Polres Magetan menyiapkan edukasi dan sosialisasi masif di berbagai kanal.

“Kami terus mengingatkan pengendara dan melakukan pembinaan, termasuk kepada pengusaha otobus agar standar keselamatan mereka semakin baik,” tutur Dodik.

Pada tahap preventif, ramp check dilakukan bersama Dishub dan Dinas Kesehatan. Pemeriksaan teknis kendaraan serta kesehatan pengemudi dilakukan untuk mencegah potensi kecelakaan. “Penting bagi kami memastikan kendaraan dan pengemudinya benar-benar siap jalan,” imbuhnya.

Sementara penegakan hukum tetap dilakukan secara selektif dan terukur. Penggunaan ETLE dimaksimalkan untuk menjaga transparansi. “Kami hanya menindak pelanggaran yang benar-benar berisiko menimbulkan fatalitas. Penindakan pun kami pastikan bersih dari praktik yang tidak semestinya,” tegasnya.

Dodik memastikan Polres Magetan menargetkan penurunan pelanggaran dan kecelakaan di wilayahnya. “Kami berharap operasi ini bisa meningkatkan kepatuhan. Yang paling penting, kami ingin masyarakat pulang pergi dengan aman, terutama menjelang Lebaran,” pungkasnya.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peradah Jatim Gelar Yowana Sadhana 2026 di Nganjuk, Perkuat Kepemimpinan dan Persaudaraan Pemuda Hindu

    Peradah Jatim Gelar Yowana Sadhana 2026 di Nganjuk, Perkuat Kepemimpinan dan Persaudaraan Pemuda Hindu

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Jawa Timur menggelar Yowana Sadhana atau Religi Camp 2026 di Pura Kerta Bhuana Giri Wilis, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan pembinaan pemuda Hindu tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026, dan diikuti sekitar 200 peserta dari 17 kabupaten/kota di Jawa […]

    Bagikan
  • Proyek Rekonstruksi Jalan Menuju TPA Botok Disorot, Talud  Baru Disebut Mudah Ambrol

    Proyek Rekonstruksi Jalan Menuju TPA Botok Disorot, Talud  Baru Disebut Mudah Ambrol

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pekerjaan rekonstruksi Jalan Sidowayah–Botok yang menjadi salah satu akses menuju rencana pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) baru di Kabupaten Magetan mendapat sorotan warga. Pasalnya, bangunan talud yang masih dalam tahap pengerjaan disebut memiliki kualitas yang kurang baik dan mudah rusak. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 711.525.000 dengan masa pelaksanaan […]

    Bagikan
  • Puluhan Warga Desa Balaigono Magetan Terserang Chikungunya

    Puluhan Warga Desa Balaigono Magetan Terserang Chikungunya

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Peralihan musim hujan ke kemarau bisa meningkatkan populasi nyamuk karena cuaca yang tidak stabil dan banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Hal itu harus diwaspadai oleh masyarakat. Apalagi, jika nyamuk yang berkembang biak yakni chikungunya atau demam berdarah dengue. Seperti yang terjadi dalam dua minggu terakhir, puluhan warga di […]

    Bagikan
  • Bayi Prematur Ditemukan di Kebun Belakang Rumah, Sang Ibu Berstatus Pelajar SMK

    Bayi Prematur Ditemukan di Kebun Belakang Rumah, Sang Ibu Berstatus Pelajar SMK

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang bayi laki-laki yang baru dilahirkan ditemukan di sebuah kebun belakang rumah di Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026) pagi. Bayi tersebut diduga sengaja ditinggalkan setelah dilahirkan oleh ibunya yang masih berstatus pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK). Bayi yang disebut lahir secara prematur itu ditemukan di bawah […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Larang Penggunaan Sound Horeg Selama Ramadan

    Polres Madiun Larang Penggunaan Sound Horeg Selama Ramadan

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Polres Madiun mengeluarkan larangan penggunaan sound horeg secara berlebihan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan. Langkah ini diambil karena suara bising yang ditimbulkan dinilai mengganggu ibadah, waktu istirahat warga, serta berpotensi menimbulkan konflik sosial. Kapolres Madiun, AKBP Moh Zainur Rofik, menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas sound […]

    Bagikan
  • Penjual Sapi Keluhkan Harga Anjlok Dampak PMK

    Penjual Sapi Keluhkan Harga Anjlok Dampak PMK

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 198
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN –  Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di wilayah Kabupaten Madiun, berdampak pada harga jual sapi di wilayah setempat turun drastis. Pantauan di pasar hewan Desa Muneng kecamatan Pilangkenceng pada Kamis (02/01/2025) aktifitas jual tampak sepi.  Salah seorang pedagang sapi Hari Purwatno (43) dari Desa Pulerejo mengatakan, sepinya aktivitas penjualan sapi […]

    Bagikan
expand_less