Berita Terkini
Trending Tags

Awal Tahun 2025, Pasien DBD di RSUD Caruban Melonjak Tajam

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
  • visibility 185
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kasus DBD di RSUD Caruban Kabupaten Madiun meningkat, Kab. Madiun, 15/1/2025, Dana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Memasuki puncak musim penghujan, di awal tahun 2025, jumlah Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD ) di RSUD Caruban Kabupaten Madiun meningkat.

Kasi Pelayanan Medik RSUD Caruban, dr. Didik Indrawanto, membenarkan hasil rekam medis yang masuk di awal tahun 2025 yakni sejak tanggal 1 hingga 14 Januari 2025 ini sebanyak 46 pasien DBD dirawat di sejumlah ruangan di RSUD Caruban.

“Jumlah pasien DBD di awal tahun 2025 ini bisa dibilang meningkat ya, terhitung sejak tanggal 1 s/d 14 Januari saja sudah merawat 46 pasien yang di dominasi pasien dewasa 33 orang dan sisanya 13 anak-anak.” Kata dr. Didik, Rabu (15/01/2025).

Dari jumlah tersebut lanjutnya, hingga hari ini ada 11 pasien masih dirawat di sejumlah ruangan, dan sisanya telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Hal ini jauh berbeda jika dibanding jumlah pasien DBD di tahun 2024. Dimana sejak bulan Januari hingga Desember RSUD Caruban hanya merawat 99 pasien saja.

“Pasien DBD ini bukan dari warga Madiun saja ya, karena warga Bojonegoro, Ngawi juga masuk sini.” Imbuhnya.

Rata-rata pasien DBD ini memiliki gejala panas tinggi, pusing, muntah dan nyeri pada perut. Namun demikian, belum ada pasien yang dibawa di RSUD Caruban ini meninggal akibat DBD.

“Kalau peningkatan pasien di bulan berikutnya itu tidak bisa diprediksi ya, karena tergantung cuaca dan pola hidup bersih masyarakat sendiri.” Lanjut dr. Didik.

Terpisah salah satu orang tua pasien DBD yang di rawat di ruang Palem, Suwarsih (55) warga Gemarang Madiun mengaku anaknya sudah dua hari menjalani perawatan dengan hasil diagnosa DBD.

Masuk rumah sakit sudah kondisi lemas dan muntah-muntah. Meski terlambat membawanya ke rumah sakit namun beruntung setelah mendapat penanganan medis, kondisi pasien saat ini sudah membaik.

“Dua hari ini dirawat, katanya DB karena sudah lemas badanya dan muntah-muntah terus. Alhamdulillah sekarang sudah mulai membaik.” Ujar Suwarsih saat mengunggu putranya.

Perlu diwaspadai juga, bahwa nyamuk Aedes Aegypti sekarang ini tak hanya bisa hidup di tempat penampungan air bersih, namun juga bisa hidup dan berkembang biak di selokan, kubangan air kotor dan juga tanah yang becek.

Sehingga pola hidup bersih, dan menjaga kesehatan sangat berperan dalam mencegah penyakit demam berdarah.

Dana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga PADes Bocor, Ratusan Warga Dempelan Tuntut Bendahara Desa Mundur

    Diduga PADes Bocor, Ratusan Warga Dempelan Tuntut Bendahara Desa Mundur

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Dempelan menggelar aksi protes di kantor Desa Dempelan, Kabupaten Madiun, Kamis (28/08/2025). Massa menuntut transparansi pengelolaan keuangan desa dan mendesak Bendahara Desa sekaligus Kaur Keuangan, Tatik Puji Rahayu, mundur dari jabatannya. Unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan ketat aparat TNI/Polri dari Polres Madiun. Hanya […]

    Bagikan
  • Paket Mencurigakan di Sampung Ponorogo, Diduga Potongan Korban Mutilasi Ngawi

    Paket Mencurigakan di Sampung Ponorogo, Diduga Potongan Korban Mutilasi Ngawi

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Paket mencurigakan ditemukan di pinggir hutan gasiran Desa/Kecamatan Sampung Ponorogo Jawa Timur  pada Minggu (26/1/2025) sekitar pukul 4 pagi. Penemuan paket ini berawal dari penyisiran kepolisan pasca kejadian penemuan potongan tubuh dalam koper merah di wilayah Ngawi beberapa waktu lalu. Paket yang terbungkus plastik hitam dengan lakban tersebut telah dibawa ke […]

    Bagikan
  • Demo GMNI dan PMII Batal, Polri-TNI Tetap Jaga Ketat DPRD dan Puspem Mejayan

    Demo GMNI dan PMII Batal, Polri-TNI Tetap Jaga Ketat DPRD dan Puspem Mejayan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Demo GMNI dan PMII Batal, Polri-TNI Tetap Jaga Ketat DPRD dan Puspem Mejayan Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan personel gabungan Polri dan TNI tetap disiagakan di dua lokasi vital Kabupaten Madiun, Senin (1/9/2025), meski rencana aksi demonstrasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dibatalkan. Pengamanan ketat dilakukan di Gedung […]

    Bagikan
  • Aset Mangkrak Senilai Rp 8 Miliar, Kebocoran PAD Kabupaten Madiun Disorot

    Aset Mangkrak Senilai Rp 8 Miliar, Kebocoran PAD Kabupaten Madiun Disorot

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun kian menjadi sorotan. Sejumlah aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang terbengkalai tak hanya kehilangan potensi pemasukan, tetapi juga berisiko menambah beban pemeliharaan tanpa kontribusi nyata bagi kas daerah. Data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun mencatat, setidaknya ada enam aset […]

    Bagikan
  • Material Bongkaran SDN Tiron Diduga Dijual, Pemkab Madiun Turunkan Tim photo_camera 4

    Material Bongkaran SDN Tiron Diduga Dijual, Pemkab Madiun Turunkan Tim

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun, — Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memastikan akan menurunkan tim ke Desa Tiron, Kecamatan Madiun, untuk menindaklanjuti dugaan penjualan material bongkaran bangunan SD Negeri Tiron 03 yang berstatus aset hibah pemerintah daerah. Langkah tersebut diambil setelah muncul informasi bahwa material bekas bangunan sekolah dasar itu diduga diperjualbelikan […]

    Bagikan
  • Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah rumah milik Misran (46), warga Dukuh Balipanjang, Desa Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, roboh pada Rabu pagi (8/4/2026) sekitar pukul 09.15 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, Misran diketahui tengah berada di dapur. Tiba-tiba, bagian kuda-kuda atap rumah patah dan menyebabkan bangunan ambruk. Diduga kuat, […]

    Bagikan
expand_less