Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Viral Kisah Cinta Pasangan Beda Usia 23 Tahun di Magetan Tuai Sorotan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 728
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nusantoro Jati (42) dan Gracia Angelica Mayangsari (19) Kisah Cinta Pasangan Beda Usia 23 Tahun di Magetan. Foto : Jepretan Layar

Sinergia | Magetan – Sebuah video yang menampilkan momen pertemuan sepasang kekasih di Kabupaten Magetan mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, keduanya tampak duduk berdampingan di sebuah ruangan bersama seorang petugas pencatatan pernikahan, disaksikan keluarga dari kedua belah pihak.

Petugas kemudian menanyakan kesiapan mempelai perempuan untuk menerima pinangan sang kekasih. Pertanyaan itu dijawab dengan anggukan mantap serta senyum bahagia dari sang perempuan, yang kemudian mengatakan bahwa alasannya memilih sang pujaan hati adalah “karena cinta”. Jawaban tersebut sontak mengundang tawa dan kebahagiaan dari calon suami dan keluarga yang hadir.

Belakangan diketahui pasangan tersebut adalah Nusantoro Jati (42), warga Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan, dan Gracia Angelica Mayangsari (19), warga Dukuh Kauman, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan. Momen itu merupakan rangkaian prosesi sebelum pernikahan mereka, yang menjadi perhatian publik lantaran jarak usia keduanya terpaut 23 tahun.

Saat dihubungi melalui pesan singkat, Jati mengisahkan bagaimana pertemuan mereka bermula. Ia menyebut perkenalan itu terjadi sekitar pertengahan 2025, ketika Gracia tampil bernyanyi di sebuah acara panggung di Magetan. Merasa cocok setelah berkenalan, Jati mengaku merasakan perasaan berbeda yang membuatnya yakin untuk melangkah lebih jauh.

“Setelah beberapa kali bertemu dan ngobrol, rasanya memang cocok. Itu pertama kalinya saya merasakan jatuh cinta,” ujarnya.

Image Not Found
Nusantoro Jati (42) dan Gracia Angelica Mayangsari (19) Kisah Cinta Pasangan Beda Usia 23 Tahun di Magetan. Foto : Jepretan Layar

Tak butuh waktu lama, hubungan keduanya berlanjut ke tahap pacaran selama tiga bulan sebelum Jati memutuskan membawa hubungan itu ke arah yang lebih serius dengan meminta restu keluarga. Namun, ia mengakui sempat menghadapi penolakan dari orang tua Gracia.

“Awalnya memang belum direstui karena perbedaan usia yang cukup jauh. Tapi setelah melalui proses panjang, bahkan sampai mendapatkan bantuan dari pihak kelurahan, akhirnya keluarga menerima dan merestui,” tuturnya.

Setelah mendapat restu, pasangan ini melangsungkan pertunangan pada Kamis (5/2/2026), kemudian menikah melalui pemberkatan gereja pada Minggu (15/2/2026). Bagi Jati, Gracia adalah sosok yang lembut dan mudah dibimbing, sehingga ia mantap menjadikannya pasangan hidup.

Terkait rencana masa depan, Jati berharap istrinya fokus menjadi ibu rumah tangga dan tinggal di Magetan. Ia menyebut pasangan itu sudah memiliki rumah sendiri, sementara Gracia sebelumnya baru menamatkan pendidikan dan bekerja sebagai penyanyi panggung.

Di sisi lain, Gracia mengungkapkan alasannya menerima pinangan Jati. “Saya nyaman dengan sikapnya yang dewasa dan mampu membuat hubungan ini saling cocok satu sama lain,” ujarnya.

Viralnya video prosesi pertemuan jelang pernikahan mereka tidak pernah terlintas dalam benak keduanya. Jati justru berpesan kepada masyarakat, khususnya para laki-laki yang masih melajang, agar percaya diri dalam menentukan pilihan hidup.

“Komentar positif atau negatif itu wajar. Yang penting yakin pada pilihan sendiri dan siap dengan segala konsekuensinya. Banyak orang menunggu jodoh sampai usia tak lagi muda, jadi jangan ragu melangkah,” pungkasnya.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angka Kemiskinan Kota Madiun Turun ke Level Terendah dalam 10 Tahun

    Angka Kemiskinan Kota Madiun Turun ke Level Terendah dalam 10 Tahun

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tingkat kemiskinan di Kota Madiun menunjukkan penurunan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, angka kemiskinan tercatat sebesar 3,89 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,38 persen. Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, menjelaskan capaian tersebut merupakan angka kemiskinan terendah sepanjang 10 tahun terakhir. […]

    Bagikan
  • Teknisi WiFi Ditemukan Tewas di Atap Rumah Warga Magetan, Diduga Alami Serangan Jantung

    Teknisi WiFi Ditemukan Tewas di Atap Rumah Warga Magetan, Diduga Alami Serangan Jantung

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang teknisi jaringan internet ditemukan tewas di atas atap rumah warga di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (30/3/2026) sore. Korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung saat melakukan perbaikan kabel WiFi seorang diri. Korban diketahui bernama Lukmanto (48), warga Madiun. Ia saat itu tengah memperbaiki jaringan internet di rumah milik Sumadi, […]

    Bagikan
  • Ini Identitas Perampok Minimarket di Maospati Magetan, Dua Pelaku Buron

    Ini Identitas Perampok Minimarket di Maospati Magetan, Dua Pelaku Buron

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Identitas para pelaku perampokan minimarket 24 jam di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap dua dari empat pelaku komplotan spesialis perampok minimarket lintas kota. Dua tersangka yang sudah diamankan adalah HK, warga Kabupaten Demak, dan SD, warga Kabupaten Cirebon. Keduanya ditangkap di wilayah Depok, Jawa Barat, setelah polisi […]

    Bagikan
  • Seni Gembrung Dilestarikan Lewat Festival dan Pelatihan di Kota Madiun

    Seni Gembrung Dilestarikan Lewat Festival dan Pelatihan di Kota Madiun

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seni tradisional Gembrung yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus dijaga kelestariannya di Kota Madiun. Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Madiun berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya tersebut melalui berbagai program pelatihan dan pemberian bantuan alat kesenian. “Kami telah mengadakan pelatihan seni Gembrung […]

    Bagikan
  • Disperindag Magetan Pastikan Beras Oplosan Tak Beredar, Harga Beras Kini Tetap Stabil

    Disperindag Magetan Pastikan Beras Oplosan Tak Beredar, Harga Beras Kini Tetap Stabil

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan menegaskan bahwa tidak ditemukan peredaran beras oplosan di wilayah setempat. Kepastian ini diperoleh setelah inspeksi mendadak (sidak) terakhir pada 31 Juli 2025 menunjukkan hasil bersih dari praktik pengoplosan. “Alhamdulillah, dari hasil sidak yang kami lakukan kemarin, tidak ada temuan beras oplosan di Magetan,” ujar […]

    Bagikan
  • Danrem 081/DSJ Tinjau Rencana Pemasangan 3 Titik Jembatan Armco di Blitar

    Danrem 081/DSJ Tinjau Rencana Pemasangan 3 Titik Jembatan Armco di Blitar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Upaya meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas masyarakat di wilayah pedesaan terus dilakukan. Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, meninjau langsung tiga lokasi yang direncanakan menjadi titik pemasangan Jembatan Armco di Kabupaten Blitar, Selasa (11/3/2026). Tiga lokasi tersebut berada di Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben; Desa Kedungbunder, Kecamatan Sutojayan; serta […]

    Bagikan
expand_less