Berita Terkini
Trending Tags

Waspada ! Kasus Leptospirosis di Ngawi Meningkat, Enam Petani Terinfeksi hingga Mei 2026

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 286
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Ngawi — Kasus leptospirosis atau penyakit yang dikenal luas sebagai “kencing tikus” mulai menunjukkan tren peningkatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hingga pertengahan Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sedikitnya enam petani terkonfirmasi terinfeksi bakteri leptospira.

Kepala Dinkes Ngawi, Heri Nur Fahrudin, menyebut angka tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Seluruh kasus diketahui berkaitan dengan aktivitas para petani di area persawahan yang diduga terkontaminasi urine tikus.

“Memang ada peningkatan. Sampai bulan Mei ini sudah tercatat enam kasus,” ujar Heri, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri leptospira yang hidup dan berkembang dalam urine hewan, terutama tikus. Penularan terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, yang kerap dialami petani saat bekerja di sawah dengan kondisi kaki terendam air dan lumpur.

Menurut Heri, tingginya populasi tikus di area pertanian menjadi faktor utama penyebaran penyakit tersebut. Risiko penularan semakin besar pada petani yang memiliki luka kecil atau lecet di bagian kaki.

“Seluruh pasien merupakan petani dan telah mendapatkan penanganan di sejumlah puskesmas, seperti Ngrambe, Sine, Tambakboyo, Mantingan, dan Karanganyar. Saat ini kondisinya sudah sembuh,” jelasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Dinkes mengingatkan bahwa leptospirosis bukan penyakit yang bisa dianggap ringan. Gejalanya kerap muncul secara tiba-tiba, seperti demam tinggi, nyeri otot, lemas, serta pegal di bagian kaki. Dalam kondisi lebih parah, penderita dapat mengalami gangguan organ yang ditandai dengan mata dan kulit menguning.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap keberadaan tikus di lingkungan permukiman maupun lahan pertanian. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan baik, serta menghindari kontak langsung dengan hewan pembawa bakteri.

Selain itu, para petani disarankan menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot saat bekerja di sawah, terutama jika terdapat luka terbuka, sekecil apa pun.

“Jika terlambat ditangani, penyakit ini berpotensi menyebabkan gagal ginjal bahkan kematian,” tegas Heri. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Madiun mempercepat intervensi penurunan stunting di Kecamatan Saradan lantaran menjadi kawasan dengan angka kasus tertinggi. Program pemberian makanan bergizi digelar di Balai Desa Sumbersari, menyasar 200 balita dari 15 desa. Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono Santoso dalam sambutannya menyatakan penurunan angka stunting di Jawa […]

    Bagikan
  • Tukang Becak Di Kota Madiun Ditemukan Meninggal Dunia, Ada Bercak Darah

    Tukang Becak Di Kota Madiun Ditemukan Meninggal Dunia, Ada Bercak Darah

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga RT 30 RW 08, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, digemparkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan, Selasa (28/10/2025). Korban diketahui bernama Soleman (73), warga Jiwan, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak. Menurut keterangan warga sekitar, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan luka […]

    Bagikan
  • Musim Hujan Jadi Berkah, Pembudidaya Jamur Tiram Madiun Raup Untung Berlipat

    Musim Hujan Jadi Berkah, Pembudidaya Jamur Tiram Madiun Raup Untung Berlipat

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Aroma lembap memenuhi sebuah kumbung sederhana di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dari rak-rak bambu yang tersusun rapat, rentetan jamur tiram berwarna putih bersih menggantung rimbun. Setiap pagi, sebelum matahari naik, Ajib Rahmatullah (29) dan rekannya Arfian menyusuri lorong-lorong kumbung itu sambil mengecek satu per satu baglog […]

    Bagikan
  • Pengendara Motor Tabrak Longsoran Batu di Jalur Cemorosewu–Sarangan

    Pengendara Motor Tabrak Longsoran Batu di Jalur Cemorosewu–Sarangan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Insiden kecelakaan tunggal terjadi di jalur pegunungan penghubung Cemorosewu–Sarangan, Kabupaten Magetan, Kamis (31/07/2025) dini hari. Sebuah sepeda motor menabrak batu besar yang berada di tengah jalan, diduga akibat longsoran tebing di kawasan tersebut. Peristiwa terjadi tepatnya di kawasan hutan petak 78 A1 RPH, wilayah Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. Dalam kejadian ini, […]

    Bagikan
  • Dandenpom V/1 Madiun Tegaskan Prajurit TNI Wajib Disiplin dalam Opsgaktib dan Yustisi 2026 photo_camera 3

    Dandenpom V/1 Madiun Tegaskan Prajurit TNI Wajib Disiplin dalam Opsgaktib dan Yustisi 2026

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Detasemen Polisi Militer V/1 Madiun menggelar sosialisasi Operasi Penegakan Disiplin (Opsgaktib) dan Yustisi di Makorem 081/DSJ, Senin (23/2/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kedisiplinan prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) TNI di wilayah Madiun. Komandan Denpom V/1 Madiun, Letkol CPM Juni S. Kurniawan, mengatakan sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada seluruh prajurit dan […]

    Bagikan
  • Balon Udara Jatuhi Atap Rumah Warga Ngrupit Ponorogo

    Balon Udara Jatuhi Atap Rumah Warga Ngrupit Ponorogo

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah balon udara tanpa awak jatuh dan menimpa atap rumah warga di Dusun Tenggang, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, pada Sabtu malam (05/04/2025) sekitar pukul 22.45 WIB. Insiden ini menyebabkan bagian atap rumah terbakar dan beberapa peralatan rusak dilalap api. Kejadian tersebut sempat terekam video dan viral di media sosial. […]

    Bagikan
expand_less