Berita Terkini
Trending Tags

Waspada ! Kasus Leptospirosis di Ngawi Meningkat, Enam Petani Terinfeksi hingga Mei 2026

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 199
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Ngawi — Kasus leptospirosis atau penyakit yang dikenal luas sebagai “kencing tikus” mulai menunjukkan tren peningkatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hingga pertengahan Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sedikitnya enam petani terkonfirmasi terinfeksi bakteri leptospira.

Kepala Dinkes Ngawi, Heri Nur Fahrudin, menyebut angka tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Seluruh kasus diketahui berkaitan dengan aktivitas para petani di area persawahan yang diduga terkontaminasi urine tikus.

“Memang ada peningkatan. Sampai bulan Mei ini sudah tercatat enam kasus,” ujar Heri, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri leptospira yang hidup dan berkembang dalam urine hewan, terutama tikus. Penularan terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, yang kerap dialami petani saat bekerja di sawah dengan kondisi kaki terendam air dan lumpur.

Menurut Heri, tingginya populasi tikus di area pertanian menjadi faktor utama penyebaran penyakit tersebut. Risiko penularan semakin besar pada petani yang memiliki luka kecil atau lecet di bagian kaki.

“Seluruh pasien merupakan petani dan telah mendapatkan penanganan di sejumlah puskesmas, seperti Ngrambe, Sine, Tambakboyo, Mantingan, dan Karanganyar. Saat ini kondisinya sudah sembuh,” jelasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Dinkes mengingatkan bahwa leptospirosis bukan penyakit yang bisa dianggap ringan. Gejalanya kerap muncul secara tiba-tiba, seperti demam tinggi, nyeri otot, lemas, serta pegal di bagian kaki. Dalam kondisi lebih parah, penderita dapat mengalami gangguan organ yang ditandai dengan mata dan kulit menguning.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap keberadaan tikus di lingkungan permukiman maupun lahan pertanian. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan baik, serta menghindari kontak langsung dengan hewan pembawa bakteri.

Selain itu, para petani disarankan menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot saat bekerja di sawah, terutama jika terdapat luka terbuka, sekecil apa pun.

“Jika terlambat ditangani, penyakit ini berpotensi menyebabkan gagal ginjal bahkan kematian,” tegas Heri. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Banyak SPPG di Madiun Belum Kantongi Sertifikasi Kebakaran dan SLF

    Masih Banyak SPPG di Madiun Belum Kantongi Sertifikasi Kebakaran dan SLF

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun mengungkap masih banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mengantongi sertifikasi mitigasi kebakaran dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Padahal, dua dokumen tersebut menjadi syarat wajib dalam kelengkapan administrasi operasional dapur program makan bergizi gratis (MBG). Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Damkar Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Pengumpulan Koper Haji, Calon Jemaah Berikan Tanda Unik

    Pengumpulan Koper Haji, Calon Jemaah Berikan Tanda Unik

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terus mempersiapkan pemberangkatan calon jemaah haji tahun 2025. Hingga Rabu, 14/05/2025, tahapan telah memasuki proses pengumpulan koper milik para calon jemaah. Menurut Kepala Kemenag Magetan, Taufiqurrohman, koper para calon jemaah akan diberangkatkan lebih dahulu menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Kamis malam, 15 […]

    Bagikan
  • Kios Pasar Burung Disatroni Maling, 7 Burung Kicau Raib

    Kios Pasar Burung Disatroni Maling, 7 Burung Kicau Raib

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satu kios di Pasar Burung Sri Jaya Kota Madiun disatroni maling. Kios milik Yatimin (56) dalam kondisi berantakan saat dibuka pada Sabtu (22/03/2025) siang. Kondisi sangkar burung juga sudah tidak berada di tempatnya. “Awal ketahuan pas buka kios jam 11.00. Tahu-tahu buka kios sudah berantakan. Perkiraan lewat pintu belakang malingnya,” […]

    Bagikan
  • Vaksinasi PMK di Madiun Terkendala Penolakan Peternak

    Vaksinasi PMK di Madiun Terkendala Penolakan Peternak

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Capaian vaksinasi PMK di Kabupaten Madiun terus berlangsung. Dalam kurun waktu tiga pekan terakhir Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan ( DKPP) setempat telat berhasil menyuntikkan vaksin ke sebanyak 1.304 ternak warga.  Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, drh Bagus Sri Yulianta mengungkapkan vaksinasi penyakit mulut dan […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Evakuasi Rumah Roboh dan Pohon Tumbang Pasca Hujan Angin

    BPBD Kota Madiun Evakuasi Rumah Roboh dan Pohon Tumbang Pasca Hujan Angin

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun kembali melakukan evakuasi pascabencana akibat hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat pada Jumat (17/10/2025). Kegiatan evakuasi kali ini difokuskan di rumah milik Ririn yang mengalami kerusakan cukup parah akibat atap roboh di wilayah Kecamatan Manguharjo. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota […]

    Bagikan
  • 24 Jemaah Haji Ponorogo Batal Berangkat, Kuota Dikembalikan ke Kemenag Jatim

    24 Jemaah Haji Ponorogo Batal Berangkat, Kuota Dikembalikan ke Kemenag Jatim

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sejumlah jemaah haji asal Ponorogo dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Dari total kuota 519 jemaah Kabupaten Ponorogo, sedikitnya 24 orang mengundurkan diri karena berbagai alasan. “Sudah ada 24 jemaah yang dipastikan tidak berangkat tahun ini,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Ponorogo, Marjuni, Kamis (30/01/2025). […]

    Bagikan
expand_less