Berita Terkini
Trending Tags

Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tiyas Maulana perajin singa barong topeng besar Reog Ponorogo asal Magetan, Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Di sudut Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, suara ketukan halus dari pahat kayu terdengar nyaris setiap hari. Dari rumah sederhana itulah Tiyas Maulana (22) menyalurkan ketekunan dan kecintaannya pada seni tradisi. Membuat singa barong, topeng besar ikonik kesenian Reog.

Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa keisengan masa remaja akan berubah menjadi jalan hidup. “Awalnya cuma ikut-ikut pada gelaran Reog. Iseng bikin, kok ternyata bisa. Ada yang pesan, ya sudah saya buatkan,” kenangnya sambil tersenyum tipis.

Proses pembuatan barongan bukan perkara cepat. Tiyas memulai dari kayu glondongan yang ia gergaji dan pahat sendiri. Kayu itu lalu dibentuk menjadi struktur dasar wajah lengkap dengan rangka gigi, tonjolan hidung, hingga lekukan khas singa barong.

“Kalau bagian paling rumit itu nyoret. Menggambar pola wajah dan mengecat detail kecilnya,” ujarnya. Karakter wajah barongan, katanya, bisa mengikuti pesanan, tapi sering kali tercipta dari naluri artistiknya sendiri.

Setelah rangka siap, ia memasang under, menjalin bagian-bagian penguat, lalu menempelkan kulit kambing sebagai permukaan wajah. Tahap akhir, yang paling ia nikmati adalah melukis. “Belajarnya dari teman. Tapi ya lama-lama terbiasa. Di gelaran Reog saya justru bermain di alat musiknya,” tuturnya.

Rambut barongan berasal dari bulu ekor sapi, sementara kulitnya ia datangkan dari Ponorogo atau daerah sekitar LIK Magetan. Jika cuaca cerah, satu barongan bisa rampung dalam sebulan. Namun jika hujan turun berhari-hari, proses pengeringan bisa terhambat.

Tiyas memproduksi barongan dalam beberapa ukuran. Mulai dari ukuran 35 cm, hingga yang terbesar 65–75 cm. Untuk ukuran standar yang ia perlihatkan saat ditemui, biaya produksinya sekitar Rp800 ribu. Harga barongan buatannya bervariasi. Dari ukuran kecil (35 cm) diharga Rp800 ribu – Rp900 ribu. Ukuran besar (60–75 cm) bernilai Rp1,5 juta – Rp2 juta.

Selama ini pesanan datang dari lingkup lokal Sidorejo dan desa-desa sekitar. Meski begitu, ia tidak pernah merasa kewalahan. “Alhamdulillah. Sejauh ini tidak ada yang bikin saya keteteran,” ucapnya dengan nada merendah.

Barongan-barongan yang ia buat memerlukan perawatan sederhana. “Kalau musim hujan gini, cukup dijemur biar rambutnya nggak rontok,” katanya. Tidak perlu disisir atau diberi perlakuan khusus. Cukup dijaga dari lembap.

Di usianya yang masih 22 tahun, ketekunan Tiyas terasa menonjol. Ia bekerja sendiri, tanpa asisten, dari awal hingga akhir proses produksi. Di tengah era modern yang serba cepat, kehadiran perajin muda seperti Tiyas adalah kabar baik bagi keberlanjutan kesenian tradisi. Dari ruang kerjanya yang sederhana, ia merawat warisan budaya dengan kesabaran dan ketulusan.

Ia mungkin tidak mencari sorotan. Pesanan pun masih sebatas lokal. Namun ketekunannya membentuk barongan demi barongan menunjukkan satu hal, seni tradisi tetap hidup selama ada tangan-tangan yang bersedia. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati-Wakil Bupati Madiun Terpilih Jalani Tes Kesehatan di RSUD Dolopo

    Bupati-Wakil Bupati Madiun Terpilih Jalani Tes Kesehatan di RSUD Dolopo

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hari Wuryanto dan dr. Purnomo Hadi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madiun terpilih bakal segera dilantik. Sesuai jadwal, pelantikan akan dilaksanakan pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Bahkan, usai pelantikan Hari Wuryanto – dr. Purnomo Hadi akan mengikuti pembekalan pada 21 hingga 28 Februari 2025 mendatang di […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran 2026

    Pemkot Madiun Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kota Madiun melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan kendaraan dinas berpelat merah untuk keperluan mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini diberlakukan menjelang masa libur panjang yang dimulai Rabu (18/3/2026) hingga Selasa (24/3/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, mengatakan larangan tersebut telah disampaikan kepada seluruh pimpinan Organisasi […]

    Bagikan
  • Teriak “Saya Korban Bupati”, Kades Jenangan Digiring Kejari Ponorogo Karena Tambang Ilegal 

    Teriak “Saya Korban Bupati”, Kades Jenangan Digiring Kejari Ponorogo Karena Tambang Ilegal 

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kepala Desa Jenangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Tony Ahmadi, resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo pada Kamis malam (12/3/2026). Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penambangan ilegal tanah dan pasir yang diduga merugikan negara hingga ratusan juta rupiah. Penetapan tersangka dilakukan sekitar pukul 21.30 WIB setelah penyidik mengantongi minimal dua […]

    Bagikan
  • Polemik Tukar Guling Aset Masjid Quba dengan Pemdes Purwosari Tak Kunjung Usai

    Polemik Tukar Guling Aset Masjid Quba dengan Pemdes Purwosari Tak Kunjung Usai

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KAB.MADIUN – Pembangunan Masjid Quba milik Pemerintah Kabupaten Madiun masih menyisakan polemik tukar guling aset. Hingga Kini belum ada kejelasan atas tanah pengganti aset milik Desa yang sah tersebut. “Ini dimulai surat dari Kabupaten Madiun Tahun 2016. Jadi waktu itu ada tim dari Kabupaten datang untuk memproses mulai pemakaian tanah bengkok untuk dijadikan lahan Masjid […]

    Bagikan
  • Jelang Ops Zebra Semeru 2025, Polres Magetan Fokus Keselamatan dan Disiplin Berlalu Lintas

    Jelang Ops Zebra Semeru 2025, Polres Magetan Fokus Keselamatan dan Disiplin Berlalu Lintas

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan mulai mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 melalui kegiatan Pelatihan Pra Operasi yang digelar di Gedung Pesat Gatra, Jumat (14/11/2025). Wakapolres Magetan, Kompol Dodik Wibowo, memimpin langsung pelatihan yang diikuti seluruh personel yang terlibat dalam operasi tahunan tersebut. Operasi Zebra Semeru 2025 akan berlangsung mulai 17 hingga […]

    Bagikan
  • Longsor dan Banjir di Balong, TNI-Polri Bangun Jembatan Darurat untuk Warga

    Longsor dan Banjir di Balong, TNI-Polri Bangun Jembatan Darurat untuk Warga

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Banjir dan tanah longsor yang menerjang Dukuh Kates, Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, mengakibatkan akses jalan warga terputus setelah jembatan penghubung hanyut diterjang arus sungai. Untuk memulihkan akses, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan warga setempat bergotong royong membangun jembatan darurat dari sesek bambu, Sabtu (23/5/2026). Selain membangun jembatan […]

    Bagikan
expand_less