Berita Terkini
Trending Tags

Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 213
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tiyas Maulana perajin singa barong topeng besar Reog Ponorogo asal Magetan, Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Di sudut Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, suara ketukan halus dari pahat kayu terdengar nyaris setiap hari. Dari rumah sederhana itulah Tiyas Maulana (22) menyalurkan ketekunan dan kecintaannya pada seni tradisi. Membuat singa barong, topeng besar ikonik kesenian Reog.

Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa keisengan masa remaja akan berubah menjadi jalan hidup. “Awalnya cuma ikut-ikut pada gelaran Reog. Iseng bikin, kok ternyata bisa. Ada yang pesan, ya sudah saya buatkan,” kenangnya sambil tersenyum tipis.

Proses pembuatan barongan bukan perkara cepat. Tiyas memulai dari kayu glondongan yang ia gergaji dan pahat sendiri. Kayu itu lalu dibentuk menjadi struktur dasar wajah lengkap dengan rangka gigi, tonjolan hidung, hingga lekukan khas singa barong.

“Kalau bagian paling rumit itu nyoret. Menggambar pola wajah dan mengecat detail kecilnya,” ujarnya. Karakter wajah barongan, katanya, bisa mengikuti pesanan, tapi sering kali tercipta dari naluri artistiknya sendiri.

Setelah rangka siap, ia memasang under, menjalin bagian-bagian penguat, lalu menempelkan kulit kambing sebagai permukaan wajah. Tahap akhir, yang paling ia nikmati adalah melukis. “Belajarnya dari teman. Tapi ya lama-lama terbiasa. Di gelaran Reog saya justru bermain di alat musiknya,” tuturnya.

Rambut barongan berasal dari bulu ekor sapi, sementara kulitnya ia datangkan dari Ponorogo atau daerah sekitar LIK Magetan. Jika cuaca cerah, satu barongan bisa rampung dalam sebulan. Namun jika hujan turun berhari-hari, proses pengeringan bisa terhambat.

Tiyas memproduksi barongan dalam beberapa ukuran. Mulai dari ukuran 35 cm, hingga yang terbesar 65–75 cm. Untuk ukuran standar yang ia perlihatkan saat ditemui, biaya produksinya sekitar Rp800 ribu. Harga barongan buatannya bervariasi. Dari ukuran kecil (35 cm) diharga Rp800 ribu – Rp900 ribu. Ukuran besar (60–75 cm) bernilai Rp1,5 juta – Rp2 juta.

Selama ini pesanan datang dari lingkup lokal Sidorejo dan desa-desa sekitar. Meski begitu, ia tidak pernah merasa kewalahan. “Alhamdulillah. Sejauh ini tidak ada yang bikin saya keteteran,” ucapnya dengan nada merendah.

Barongan-barongan yang ia buat memerlukan perawatan sederhana. “Kalau musim hujan gini, cukup dijemur biar rambutnya nggak rontok,” katanya. Tidak perlu disisir atau diberi perlakuan khusus. Cukup dijaga dari lembap.

Di usianya yang masih 22 tahun, ketekunan Tiyas terasa menonjol. Ia bekerja sendiri, tanpa asisten, dari awal hingga akhir proses produksi. Di tengah era modern yang serba cepat, kehadiran perajin muda seperti Tiyas adalah kabar baik bagi keberlanjutan kesenian tradisi. Dari ruang kerjanya yang sederhana, ia merawat warisan budaya dengan kesabaran dan ketulusan.

Ia mungkin tidak mencari sorotan. Pesanan pun masih sebatas lokal. Namun ketekunannya membentuk barongan demi barongan menunjukkan satu hal, seni tradisi tetap hidup selama ada tangan-tangan yang bersedia. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Magetan, 1 Korban Dilarikan ke RSUD dr. Soedono

    Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Magetan, 1 Korban Dilarikan ke RSUD dr. Soedono

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – 1 korban kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang JPL 08, KM 176+586, dekat Stasiun Magetan yang terjadi pada Senin siang (19/05/2025) dievakuasi ke RSUD dr. Soedono. Korban berinisial RH (22) saat ini tengah mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. Soedono, dr. Heru […]

    Bagikan
  • Dari Tanah ke Rabat Beton untuk Masa Depan Petani di Desa Kembangan Lereng Gunung Lawu

    Dari Tanah ke Rabat Beton untuk Masa Depan Petani di Desa Kembangan Lereng Gunung Lawu

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kembangan adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Desa ini berpenduduk 3.443 jiwa dengan mayoritas warganya berprofesi sebagai petani. Seperti halnya desa-desa lain di lereng Gunung Lawu, Kembangan juga dianugerahi tanah yang subur dan cocok untuk pertanian. Namun, di balik potensi alam tersebut, desa ini masih memerlukan percepatan […]

    Bagikan
  • 226 Calon Jemaah Haji Kota Madiun Jalani Manasik Haji Terintegritas

    226 Calon Jemaah Haji Kota Madiun Jalani Manasik Haji Terintegritas

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rangkaian kesiapan keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Madiun terus dimatangkan Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) setempat. Seperti dalam Manasik Haji Terintegritas tingkat Kota Madiun pada Selasa (10/02/2026) di Aula Kantor Kecamatan Taman. Manasik ini diikuti oleh 226 CJH Kota Madiun yang masuk dalam kloter 22. Plt Wali Kota […]

    Bagikan
  • Proses PAW Nur Wakhid Rampung di KPU, Menunggu Keputusan Pemprov Jatim

    Proses PAW Nur Wakhid Rampung di KPU, Menunggu Keputusan Pemprov Jatim

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nur Wakhid (Gus Wahid), telah rampung di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan. Seluruh tahapan verifikasi dinyatakan selesai dan hasilnya telah diserahkan kepada Sekretariat DPRD Magetan. Ketua KPU Magetan, Noviano Suyide, menegaskan bahwa seluruh proses […]

    Bagikan
  • Motor Terbakar di Jalur Magetan–Parang, Nyaris Sambar Toko dan Rumah Warga

    Motor Terbakar di Jalur Magetan–Parang, Nyaris Sambar Toko dan Rumah Warga

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebuah sepeda motor terbakar di jalur penghubung Magetan–Parang, tepatnya di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (29/06/2025) petang. Insiden tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) milik salah satu toko yang berada di lokasi kejadian. Dalam rekaman, tampak api melalap sepeda motor di pinggir jalan. Sejumlah warga dan pengguna […]

    Bagikan
  • Kepala Desa Sukosari Jadi Tersangka Korupsi Proyek Kolam Renang Rp600 Juta

    Kepala Desa Sukosari Jadi Tersangka Korupsi Proyek Kolam Renang Rp600 Juta

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun resmi menetapkan Kusno (61), Kepala Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam renang yang bersumber dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2022. Penetapan status hukum dilakukan usai pemeriksaan intensif selama lebih dari enam jam pada Rabu, 6 Agustus […]

    Bagikan
expand_less