Sabtu, 17 Okt 2026
Trending Tags

Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 287
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tiyas Maulana perajin singa barong topeng besar Reog Ponorogo asal Magetan, Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Di sudut Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, suara ketukan halus dari pahat kayu terdengar nyaris setiap hari. Dari rumah sederhana itulah Tiyas Maulana (22) menyalurkan ketekunan dan kecintaannya pada seni tradisi. Membuat singa barong, topeng besar ikonik kesenian Reog.

Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa keisengan masa remaja akan berubah menjadi jalan hidup. “Awalnya cuma ikut-ikut pada gelaran Reog. Iseng bikin, kok ternyata bisa. Ada yang pesan, ya sudah saya buatkan,” kenangnya sambil tersenyum tipis.

Proses pembuatan barongan bukan perkara cepat. Tiyas memulai dari kayu glondongan yang ia gergaji dan pahat sendiri. Kayu itu lalu dibentuk menjadi struktur dasar wajah lengkap dengan rangka gigi, tonjolan hidung, hingga lekukan khas singa barong.

“Kalau bagian paling rumit itu nyoret. Menggambar pola wajah dan mengecat detail kecilnya,” ujarnya. Karakter wajah barongan, katanya, bisa mengikuti pesanan, tapi sering kali tercipta dari naluri artistiknya sendiri.

Setelah rangka siap, ia memasang under, menjalin bagian-bagian penguat, lalu menempelkan kulit kambing sebagai permukaan wajah. Tahap akhir, yang paling ia nikmati adalah melukis. “Belajarnya dari teman. Tapi ya lama-lama terbiasa. Di gelaran Reog saya justru bermain di alat musiknya,” tuturnya.

Rambut barongan berasal dari bulu ekor sapi, sementara kulitnya ia datangkan dari Ponorogo atau daerah sekitar LIK Magetan. Jika cuaca cerah, satu barongan bisa rampung dalam sebulan. Namun jika hujan turun berhari-hari, proses pengeringan bisa terhambat.

Tiyas memproduksi barongan dalam beberapa ukuran. Mulai dari ukuran 35 cm, hingga yang terbesar 65–75 cm. Untuk ukuran standar yang ia perlihatkan saat ditemui, biaya produksinya sekitar Rp800 ribu. Harga barongan buatannya bervariasi. Dari ukuran kecil (35 cm) diharga Rp800 ribu – Rp900 ribu. Ukuran besar (60–75 cm) bernilai Rp1,5 juta – Rp2 juta.

Selama ini pesanan datang dari lingkup lokal Sidorejo dan desa-desa sekitar. Meski begitu, ia tidak pernah merasa kewalahan. “Alhamdulillah. Sejauh ini tidak ada yang bikin saya keteteran,” ucapnya dengan nada merendah.

Barongan-barongan yang ia buat memerlukan perawatan sederhana. “Kalau musim hujan gini, cukup dijemur biar rambutnya nggak rontok,” katanya. Tidak perlu disisir atau diberi perlakuan khusus. Cukup dijaga dari lembap.

Di usianya yang masih 22 tahun, ketekunan Tiyas terasa menonjol. Ia bekerja sendiri, tanpa asisten, dari awal hingga akhir proses produksi. Di tengah era modern yang serba cepat, kehadiran perajin muda seperti Tiyas adalah kabar baik bagi keberlanjutan kesenian tradisi. Dari ruang kerjanya yang sederhana, ia merawat warisan budaya dengan kesabaran dan ketulusan.

Ia mungkin tidak mencari sorotan. Pesanan pun masih sebatas lokal. Namun ketekunannya membentuk barongan demi barongan menunjukkan satu hal, seni tradisi tetap hidup selama ada tangan-tangan yang bersedia. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Magetan Catat 235 Pemilih Berusia Lebih dari 100 Tahun

    KPU Magetan Catat 235 Pemilih Berusia Lebih dari 100 Tahun

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mencatat sebanyak 235 pemilih berusia lebih dari 100 tahun dalam daftar Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) hingga Triwulan III 2026. Ratusan pemilih berusia lebih dari satu abad tersebut tersebar di seluruh 18 kecamatan di Kabupaten Magetan. Data itu menjadi bagian dari total 546.546 […]

    Bagikan
  • 49 Ribu Warga Magetan Terdata Sebagai Calon Penerima BLT Kesra, Verifikasi Masih Berlangsung

    49 Ribu Warga Magetan Terdata Sebagai Calon Penerima BLT Kesra, Verifikasi Masih Berlangsung

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Sosial (Dinsos) tengah melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap data 49.110 warga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1–4. Mereka masuk dalam daftar calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Sementara Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang bersumber dari Kementerian Sosial RI. Kepala Dinas […]

    Bagikan
  • 1.779 PPPK Paruh Waktu Ponorogo Perpanjang Kontrak, 39 Pegawai Tak Lagi Tercatat

    1.779 PPPK Paruh Waktu Ponorogo Perpanjang Kontrak, 39 Pegawai Tak Lagi Tercatat

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 1.779 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo memasuki masa perpanjangan kontrak untuk periode kedua. Jumlah tersebut menyusut dari 1.818 pegawai saat pengangkatan pada 2024. Sebanyak 39 pegawai tidak lagi tercatat dalam daftar perpanjangan karena berbagai alasan, mulai dari pensiun, mengundurkan diri, hingga meninggal […]

    Bagikan
  • Moment Langka Warga Desa Sukolilo Madiun Guyub Rukun Swadaya Merehab Puskesmas

    Moment Langka Warga Desa Sukolilo Madiun Guyub Rukun Swadaya Merehab Puskesmas

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun : Fenomena langka ternyata masih terjadi di tengah hiruk pikuk serba modern. Warga Desa Sukolilo, Kec Jiwan, Kab Madiun, membuat gebrakan dan patut diapresiasi. Warga desa yang guyub rukun ini berhasil melakukan swadaya murni membangun Puskesmas Pembantu. Mereka bergotong royong merehab puskesmas agar bisa dimanfaatkan membuat nyaman warga sekitar serta sudah […]

    Bagikan
  • Hadapi Tes Masuk Abdi Negara, Program ‘Gerbang Mas’ Diluncurkan

    Hadapi Tes Masuk Abdi Negara, Program ‘Gerbang Mas’ Diluncurkan

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kaimana – Polsek Kota Kaimana, Provinsi Papua Barat, baru baru ini meluncurkan sebuah program untuk pendampingan bagi anak muda yang pingin menjadi abdi negara. Program ini bertajuk Gerakan Bimbingan Anak Bangsa Untuk Menggapai Sukses (Gerbang Mas). “Program sudah berjalan sebagai pendekatan humanis pada anak muda atau masyarakat di lingkungan Kaimana. Skema bimbingan bisa […]

    Bagikan
  • Kolaborasi Pemkot Madiun dan ITS, TPA Winongo Bakal Jadi Ikon Wisata Edukasi Lingkungan

    Kolaborasi Pemkot Madiun dan ITS, TPA Winongo Bakal Jadi Ikon Wisata Edukasi Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk merevitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi TPA menjadi kawasan wisata edukasi lingkungan yang ramah dan berkelanjutan. Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan bahwa proyek ini mendapat pendampingan langsung dari para ahli lingkungan dan […]

    Bagikan
expand_less