Kualitas dan Nilai Gizi Menu MBG Kerap Diprotes Warga, Ini Langkah Pemkot Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan dari masyarakat. Di Kota Madiun, sejumlah orang tua siswa penerima manfaat mempertanyakan kelayakan menu yang diberikan dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Keluhan yang muncul sebagian besar berkaitan dengan kualitas bahan baku dan kesesuaian menu dengan anggaran yang beredar di masyarakat. Isu nilai bahan baku makanan yang disebut hanya berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per porsi memicu perdebatan di kalangan warga.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebenarnya telah mengikuti standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Bagus, perbedaan persepsi di masyarakat terjadi karena kurangnya informasi mengenai mekanisme penyediaan menu dalam program tersebut.
“Banyak informasi yang didapat masyarakat bahwa bahan baku menu itu Rp15 ribu, ada yang Rp10 ribu. Masyarakat perlu disosialisasi,” ujarnya.
Meski demikian, Bagus meminta masyarakat tetap tenang menyikapi polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa BGN saat ini juga sedang melakukan evaluasi terhadap mitra SPPG guna memastikan menu MBG benar-benar sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Untuk memperkuat pengawasan, Pemerintah Kota Madiun berencana mengajukan permohonan resmi kepada BGN agar pemerintah daerah dapat ikut memantau kualitas menu MBG di lapangan.
Jika mendapatkan izin, Pemkot akan mengerahkan tim ahli gizi dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) untuk melakukan pemantauan langsung ke setiap SPPG.
“Saya ingin mengkoneksikan dinkes dengan seluruh SPPG agar bisa memantau menu. Kami akan bersurat ke BGN apakah diizinkan kami memantau itu,” pungkas Bagus.
Langkah tersebut diharapkan mampu meredam kekhawatiran masyarakat sekaligus memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan pemenuhan gizi bagi para siswa penerima manfaat. (krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez


