Berita Terkini
Trending Tags

Kemenhaj Kota Madiun Catat 1 Jemaah Haji Meninggal Dunia, 1 Jemaah Dirawat di ICU

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 151
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kemenhaj Kota Madiun menyampaikan perkembangan kondisi jemaah haji. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun telah menerima laporan terkait kondisi terkini 227 jemaah haji Kota Madiun. Tercatat, 1 jemaah haji meninggal dunia atas nama Djurianto warga Jalan Pagu Indah, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman pada Sabtu (30/5/2026) di RS King Faisal Makkah, Arab Saudi. Sementara itu, 1 jemaah yakni Yetty warga Kelurahan Klegen Kecamatan Kartoharjo saat ini tengah menjalani perawatan di ICU karena kondisinya menurun.

Kepala Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah mengatakan bahwa untuk kepulangan jemaah Kota Madiun yang masuk kloter SUB-22 nanti diperkirakan hanya 225 orang dari 227 jemaah. 1 jemaah yang menjalani perawatan medis masih terus dilakukan pemantauan.

“Satu meninggal dunia kemarin nggih, atas nama Pak Djurianto. Dan ini Bu Yeti ada di rumah sakit. Jadi masih keadaan parah, minta doanya semoga lekas sembuh. Kemungkinan besar itu kecil sekali (pulang bareng jemaah lainnya), jadi nanti kalau beliau sudah sembuh ditanazulkan ke kloter berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kondisi jemaah lainnya tergolong sehat. Meski sebagian jemaah mengalami flu maupun batuk. Dimungkinkan karena kondisi cuaca yang panas dan fisik yang lelah pasca menjalankan puncak haji.

“Alhamdulillah jemaah sehat-sehat, paling cuma batuk sama flu aja itu yang kebanyakan karena kondisi yang sangat panas mereka mungkin kurang minum seperti itu. Jadi bisa membuat tenggorokan kering, akhirnya ya batuk, pilek, itu sudah biasa,” ujar Datik.

Sementara itu, suasana duka masih terasa di kediaman almarhum Djurianto di Jalan Pagu Indah Nomor 35. Berlian Ryan Saputra, anak kedua almarhum menuturkan keluarga menerima kabar duka itu dari pengurus KBIHU Jabal Rahmah. Sang ayah kondisinya menurun usai menjalankan tawaf Ifadah dan pingsan di kamar hotel.

Image Not Found
Suasana duka menyelimuti rumah almarhum Djurianto jemaah haji asal Kota Madiun. Foto : Istimewa

“Setelah melakukan tawaf ifadah itu, Bapak kembali ke kamar dan beliau muntah-muntah. Terus langsung dibawa ke rumah sakit, dalam perjalanan Bapak meninggal,” terangnya.

Keluarga sempat komunikasi dengan almarhum untuk menanyakan kondisi dan kabar selama di Tanah Suci. Sempat mengeluhkan kondisinya capek karena harus melaksanakan rukun ibadah 2 kali untuk mewakili sang istri Agus Diyah Rohaina yang juga sakit.

“Bapak sering komunikasi dengan adik yang cewek di Kalimantan. Dia cerita itu. Terakhir itu, Bapak sudah mengeluh capek. Soalnya Ibu yang sering sakit dan hajinya yang mewakili Bapak yang melakukannya. Jadi Bapak melakukan dua kali. Jadi, mungkin nggih terlalu capek atau gimana gitu,” turut Ryan.

Lebih lanjut, almarhum saat keberangkatan memiliki kondisi sehat dan bisa menjalankan ibadah haji. Namun, almarhum memiliki riwayat sakit diabet.

” Bapak sebenarnya sehat, cuma yang dimasalahkan cuma gula diabet. Bapak itu diabetnya tinggi, gulanya tinggi. Pernah tidak istitho’ah pertama, tapi yang kedua istitho’ah karena dengan apa tuh, kontrol dan pengobatan dari dokter sebelumnya,” imbuhnya.

Keluarga saat ini tengah memantau kondisi Agus Diyah Rohaina yang masih di Tanah Suci. Sementara, almarhum Djurianto telah dimakamkan di pemakaman Syaraya Makkah. 

Sementara, bagi Eddy Nawawi leting almarhum selama berdinas di kesatuan TNI AU mengakui Djurianto merupakan sosok yang penyabar. Meski sering kena marah namun tidak pernah dendam.

“Sabar banget. Saya coba, sering saya marahi juga. Tapi, enggak dendam. Tetap enak, bicaranya enak banget. Almarhum ini bicaranya enak. Semoga mabrur ibadah hajinya,” kenangnya.

Jemaah haji Kota Madiun diperkirakan tiba di Bandara Juanda Surabaya pada 7 Juni 2026 mendatang. Setelahnya, mereka akan menuju Kota Madiun dengan menggunakan bus menuju Asrama Haji Kota Madiun. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Kota Madiun Lakukan Pengumpulan Koper Calon Jemaah Haji Kloter 52 dan 55

    Kemenag Kota Madiun Lakukan Pengumpulan Koper Calon Jemaah Haji Kloter 52 dan 55

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun mulai pengumpulan koper calon jemaah haji pada Kamis (15/05/2025). Kegiatan ini diperuntukkan bagi calon jemaah dari kloter 52 dan 55. Kepala Kemenag Kota Madiun, Zainut Tamam, menjelaskan bahwa koper milik para jemaah akan dikirim secara kolektif pada sore hari dan akan dipisahkan kembali saat tiba […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Mobil vs Motor di Magetan, Dua Orang Luka-Luka

    Kecelakaan Mobil vs Motor di Magetan, Dua Orang Luka-Luka

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kabupaten Magetan, tepatnya di Jalan Raya Magetan–Maospati, Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, pada Senin pagi (23/06/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden ini melibatkan dua kendaraan yang bergerak searah dan menyebabkan dua orang mengalami luka ringan. Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan, Iptu Sulanjar, peristiwa […]

    Bagikan
  • Dua Anak Tewas di Galian C Tulung Saradan, Ini Sikap Tegas Pemkab Madiun

    Dua Anak Tewas di Galian C Tulung Saradan, Ini Sikap Tegas Pemkab Madiun

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun akhirnya angkat bicara terkait polemik tambang galian C di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, yang kembali memakan korban jiwa. Dua anak dilaporkan meninggal dunia akibat lokasi bekas tambang yang belum direklamasi dan dinilai membahayakan. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa […]

    Bagikan
  • Kreatif! Warga Pandean Sulap Sampah Plastik Jadi Lampion Merah Putih untuk HUT RI

    Kreatif! Warga Pandean Sulap Sampah Plastik Jadi Lampion Merah Putih untuk HUT RI

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, punya cara unik memeriahkan suasana. Mereka memanfaatkan sampah plastik bekas menjadi lampion bernuansa merah putih yang menghiasi lingkungan tempat tinggal. Kegiatan ini digagas oleh Rodiyah (45), warga setempat yang juga anggota Bank Sampah Pandean. Bersama puluhan […]

    Bagikan
  • Anggota Satlantas Polres Ngawi Tewas Usai Tertabrak Truk di Jalan Raya Ngawi–Solo

    Anggota Satlantas Polres Ngawi Tewas Usai Tertabrak Truk di Jalan Raya Ngawi–Solo

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi–Solo, tepatnya di depan Rumah Makan Duta, Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu pagi (11/06/2025). Seorang anggota polisi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngawi meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak truk boks. Kejadian pada pukul […]

    Bagikan
  • Truk Bermuatan Ratusan Kayu Perhutani Terguling di Jalur Wisata Sarangan

    Truk Bermuatan Ratusan Kayu Perhutani Terguling di Jalur Wisata Sarangan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah truk bermuatan ratusan batang kayu jati milik Perhutani terguling di jalur wisata Sarangan, tepatnya di wilayah Desa Candirejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Rabu (17/12/2025). Truk dengan nomor polisi AD 9323 YW itu terguling setelah beton penutup selokan di tepi jalan ambles dan tak kuat menahan beban angkutan berat tersebut. Kendaraan yang dikemudikan […]

    Bagikan
expand_less