Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Prediksi Puncak Mudik 18 Maret dan Target Angkut 229 Ribu Penumpang
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyiapkan berbagai layanan tambahan untuk menghadapi lonjakan penumpang pada masa Angkutan Lebaran 2026. Selain menambah perjalanan kereta, KAI juga memprediksi peningkatan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.
Vice President KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, mengatakan pada masa angkutan Lebaran tahun ini pihaknya menyiapkan dua layanan kereta tambahan untuk mendukung mobilitas masyarakat.
“Untuk Daop 7 ada dua kereta tambahan, yakni Brantas Tambahan atau Brantas Lebaran yang diberangkatkan dari Stasiun Blitar,” ujarnya.
Selain itu, KAI juga menyiapkan perjalanan kereta khusus program Motor Gratis (Motis) yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Kereta luar biasa (KLB) Motis tersebut akan diberangkatkan dari Stasiun Madiun dan tidak hanya mengangkut sepeda motor, tetapi juga penumpangnya.
Menurut Ali, puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Daop 7 diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Jumlah penumpang yang turun di stasiun-stasiun wilayah Daop 7 diperkirakan mencapai sekitar 16.000 orang.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 18.000 orang per hari.
“Selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung selama 22 hari, target kami dapat melayani sekitar 229.000 penumpang. Jumlah ini meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi angkutan Lebaran tahun sebelumnya,” jelas Ali.

Dari sisi kapasitas, KAI Daop 7 menyiapkan sekitar 96.000 tempat duduk yang tersedia pada kereta api lokal maupun kereta api jarak jauh selama periode angkutan Lebaran.
Ali menjelaskan hingga saat ini ketersediaan tiket untuk perjalanan mudik dan arus balik masih tersedia. Ia menyebut pola pergerakan penumpang biasanya berbeda antara arus mudik dan arus balik.
“Untuk arus mudik biasanya dari barat ke timur, sedangkan arus balik dari timur ke barat. Saat ini tiket untuk kedua arah masih tersedia,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang berencana mudik menggunakan kereta api agar merencanakan perjalanan sejak jauh hari, terutama dalam hal pemesanan tiket.
“Jika sudah ada kepastian jadwal perjalanan Lebaran tahun ini, segera pesan tiket sesuai dengan jadwal perjalanan, baik untuk mudik maupun arus balik,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







