Disdag dan Satgas Pangan Sidak Ritel Modern, Harga Bahan Pokok di Kota Madiun Di Bawah HAP
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 39
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Dinas Perdagangan Kota Madiun bersama Satgas Pangan Polres Madiun Kota, Satpol PP dan Damkar Kota Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah lokasi, Senin (16/3/2026). Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas masih relatif stabil, bahkan beberapa masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) nasional. Sidak dilakukan di beberapa titik, mulai dari pasar tradisional, penggilingan padi, hingga ritel modern
Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Kota Madiun, Tri Prasetyaningrum, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pemantauan rutin menjelang Hari Raya Idulfitri guna memastikan harga dan stok kebutuhan pokok tetap terkendali.
“Menjelang H-5 Lebaran, kami rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok dan penting di wilayah Kota Madiun. Sasaran kami mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga penggilingan padi,” ujarnya.
Ia mengatakan secara umum kondisi harga bahan pokok di Kota Madiun masih aman. Beberapa komoditas bahkan mulai mengalami penurunan harga setelah sempat mengalami kenaikan sebelumnya.
“Bawang merah yang sebelumnya naik sekarang sudah turun. Cabai rawit masih stagnan di kisaran Rp85.000 per kilogram. Untuk beras medium lokal juga masih di kisaran Rp12.500 sampai Rp13.500 sesuai HET,” jelasnya.
Sementara itu, harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram. Meski mengalami kenaikan dari harga normal Rp110.000, angka tersebut masih berada di bawah HAP nasional yang ditetapkan sebesar Rp150.000 per kilogram.
“Artinya masih di bawah HAP, sehingga masih aman untuk Kota Madiun. Kami juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena harga masih terkendali,” tambahnya.
Untuk komoditas lain yang sempat memicu inflasi pada Februari 2026 seperti cabai, daging ayam, dan telur, Disdag Kota Madiun juga melakukan sejumlah langkah pengendalian harga.
“Untuk cabai memang sangat dipengaruhi faktor cuaca, sementara permintaannya tinggi. Karena itu kami sempat melakukan subsidi harga cabai di pasar tradisional sebagai langkah jangka pendek untuk membantu masyarakat,” terang Tri.
Saat ini harga daging ayam berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, sedangkan telur ayam berada di kisaran Rp27.000 hingga Rp29.000 per kilogram. Angka tersebut masih berada di bawah HAP telur yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.
Selain harga, ketersediaan stok bahan pokok juga dipastikan aman. Tri menyebut pasokan beras program SPHP serta Minyakita yang dijual sesuai HET masih tersedia cukup di pasar maupun ritel modern.

“Stok di ritel modern maupun pasar tradisional insya allah aman. SPHP tersedia cukup, Minyakita juga masih banyak, dan minggu ini kemungkinan masih ada dropping dari BUMN,” katanya.
Sementara itu, Store Manager Hypermart Kota Madiun, Rinawati, memastikan pihaknya telah menyiapkan stok bahan pokok untuk menghadapi peningkatan permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
“Untuk beras, gula, dan bahan pokok lainnya kami sudah menyesuaikan dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Mudah-mudahan apa yang kami sediakan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Madiun selama Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.
“Kalau weekday biasanya sekitar 900 transaksi per hari, tapi di masa festive seperti sekarang bisa mencapai 2.000 transaksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus memaksimalkan pasokan barang dari Distribution Center di Surabaya serta dari sejumlah pemasok lokal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Menurut Rinawati, peningkatan aktivitas belanja masyarakat sudah mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan secara penjualan, Hypermart mencatat kenaikan hingga 25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Adapun produk yang paling banyak diburu masyarakat saat ini adalah biskuit dan sirup, yang umumnya menjadi kebutuhan khas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun menjelang Lebaran nanti, permintaan diperkirakan akan bergeser ke bahan pokok seperti beras hingga daging.
Dinas Perdagangan Kota Madiun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja kebutuhan lebaran. Sesuaikan dengan kebutuhan dan jangan berbelanja berlebihan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







