Berita Terkini
Trending Tags

Resahkan Warga, Polisi Amankan 200 Selongsong Petasan dari Rumah Warga di Jenangan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pamapta Polres Ponorogo temukan ratusan selongsong petasan di salah satu rumah warga Jenangan, (16/3/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Aparat kepolisian mengamankan ratusan selongsong petasan dari sebuah rumah warga di Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Senin (16/3/2026). Penemuan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang mengaku resah dan merasa tidak nyaman dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Informasi dari warga itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan patroli dan pengecekan langsung ke lokasi yang dicurigai. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, polisi menemukan sekitar 200 selongsong petasan yang disimpan di salah satu rumah warga.

Selain selongsong petasan, petugas juga menemukan sedikit sisa bubuk petasan bekas di lokasi. Temuan tersebut kini turut diamankan sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut. Polisi menduga barang-barang tersebut disiapkan untuk digunakan saat momentum tertentu, termasuk kemungkinan pada perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Pamapta Polres Ponorogo, Ipda John Anderson, menjelaskan bahwa pengungkapan itu berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat kepada petugas. Warga, kata dia, merasa terganggu dengan situasi di lingkungan mereka sehingga meminta kepolisian untuk melakukan pengecekan.

“Kami mendapat informasi ketidaknyamanan warga. Ketika melaksanakan patroli, kami menemukan rumah yang menyimpan selongsong, kurang lebih 200,” ujarnya.

Dalam proses penanganan kasus tersebut, polisi juga memeriksa sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi. Total ada 22 orang yang dimintai keterangan oleh petugas. Sebagian besar dari mereka diketahui masih berusia muda, rata-rata sekitar 18 tahun.

Menurut John, pihak yang diduga menyimpan selongsong petasan tersebut telah langsung diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut. Hal itu dilakukan agar proses penyelidikan dapat berjalan lebih mendalam, termasuk menelusuri asal-usul barang, tujuan penyimpanan, hingga kemungkinan adanya aktivitas peracikan petasan.

“Yang menyimpan kita serahkan langsung ke Satreskrim. Yang diperiksa ada 22 orang, rata-rata 18 tahun,” tambahnya.

Penemuan ratusan selongsong petasan ini menambah kewaspadaan aparat menjelang Lebaran. Pasalnya, penggunaan petasan berdaya ledak tinggi kerap memicu keresahan masyarakat dan berpotensi membahayakan keselamatan, terutama jika dirakit atau dimainkan tanpa pengawasan. Selain menimbulkan suara ledakan yang mengganggu, petasan juga rawan menyebabkan kebakaran maupun cedera serius.

Karena itu, kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak terlibat dalam aktivitas pembuatan maupun penyimpanan petasan. Polisi juga meminta warga segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya, terutama yang berkaitan dengan bahan peledak rakitan atau petasan berukuran besar.

Hingga kini, Satreskrim Polres Ponorogo masih melakukan pendalaman atas temuan tersebut. Polisi belum menyimpulkan secara pasti motif penyimpanan ratusan selongsong petasan itu, namun dugaan sementara mengarah pada persiapan penggunaan saat perayaan Lebaran. Penyelidikan juga difokuskan pada kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penyediaan maupun penyimpanan barang tersebut. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Relokasi, Pedagang Pasar Sayur Magetan Dililit Soal Akses dan Penataan

    Jelang Relokasi, Pedagang Pasar Sayur Magetan Dililit Soal Akses dan Penataan

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses relokasi 164 pedagang Pasar Sayur Magetan kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya ramai soal tuntutan akses jalan dan sterilisasi lokasi lama, kini perhatian beralih pada cara pemerintah daerah menyikapi aspirasi pedagang di tengah keterbatasan aturan dan anggaran. Ketua DPRD Magetan, Suratno, bersama sejumlah OPD melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan proses […]

    Bagikan
  • Diikuti 210 Peserta dari Berbagai Daerah Ramaikan Kerjunas Menembak di Kota Madiun

    Diikuti 210 Peserta dari Berbagai Daerah Ramaikan Kerjunas Menembak di Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kota Madiun terus melakukan penjaringan atlit-atlit menembak di Kota Madiun. Gelaran Kejuaraan Nasional Menembak di Stadion Wilis Kota Madiun terpantau pada Sabtu (19/07/2025) dipertandingkan ratusan peserta dari berbagai daerah. Kejurnas ini juga bagian dari  memperingati Hari Ulang Tahun ke-107 Kota Madiun. Sesi pertama telah berlangsung pada […]

    Bagikan
  • Rumah Warga di Rejosari di Serangan Ulat Bulu, Damkar Turun Tangan

    Rumah Warga di Rejosari di Serangan Ulat Bulu, Damkar Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah kejadian tak terduga terjadi di Dusun Ngujur, RT 36/07 Desa Rejosari Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Serangan ratusan ekor ulat bulu masuk ke dalam salah satu rumah warga. Hal itu terjadi usai pohon yang berada di samping rumah ditebang. “Awalnya pohon di samping rumah saya ditebang untuk mengurangi masalah. Namun, […]

    Bagikan
  • Dua Nyawa Melayang di Lubang Bekas Galian C, DPRD Madiun Kawal Gugatan Keluarga Korban

    Dua Nyawa Melayang di Lubang Bekas Galian C, DPRD Madiun Kawal Gugatan Keluarga Korban

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dua Tragedi maut yang memakan korban di bekas tambang galian C di Dusun Purworejo, Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun menuai sorotan.  Pasalnya, lokasi yang sama sebelumnya juga menelan korban jiwa pada April 2025, saat seorang siswa sekolah dasar dilaporkan meninggal dunia akibat terpeleset di area tersebut. Wakil Ketua DPRD Kabupaten […]

    Bagikan
  • Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

    Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Para pedagang pasar di Kabupaten Madiun masih menunggu kepastian revitalisasi dari pemerintah daerah. Hingga kini, sejumlah pasar tradisional di wilayah yang dikenal sebagai Kampung Pesilat itu belum mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan pada APBD murni 2026. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Erni Suryani, mengatakan belum […]

    Bagikan
  • Momen Ramadhan dan Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Besar Madiun Fluktuatif

    Momen Ramadhan dan Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Besar Madiun Fluktuatif

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Momen Bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri, beberapa bahan pokok di pasar-pasar tradisional mengalami perubahan harga yang cukup signifikan. Seperti di Pasar Besar Madiun (PBM), harga bawang merah yang kembali naik dalam sepekan terakhir. Berdasarkan informasi dari pedagang, harga bawang merah yang semula Rp. 38.000 per kilogram kini mencapai […]

    Bagikan
expand_less