Tabrakan Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur, 4 Penumpang Meninggal, 2 KAJJ di Daop 7 Dibatalkan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 75
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Nasional — Insiden tabrakan antara kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line terjadi di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Peristiwa ini mengakibatkan empat penumpang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
VP Corporate Communication, Anne Purba, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia memastikan seluruh 240 penumpang Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Evakuasi terus kami lakukan bekerja sama dengan TNI, Polri, dan rumah sakit terdekat. Untuk penumpang Argo Bromo Anggrek seluruhnya selamat dan sudah dievakuasi,” ujar Anne dalam keterangannya.
Sementara itu, 38 korban di KRL telah dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, dan RS Mitra Keluarga Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sampai saat ini, kami mendapatkan informasi ada 4 orang penumpang kami yang meninggal dunia yang saat ini juga sedang ditangani di rumah sakit. Sekali lagi, kami mengucapkan duka cita yang mendalam dan kami memohon maaf sekali atas kejadian pada hari ini,” jelasnya
KAI juga telah mendirikan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur guna memudahkan keluarga korban memperoleh informasi. Selain itu, layanan contact center 121 turut diaktifkan sebagai kanal komunikasi resmi.
Dampak insiden ini juga berimbas pada operasional perjalanan kereta api secara nasional. Untuk sementara, seluruh keberangkatan kereta api dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen dihentikan guna mendukung proses evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian.
Di wilayah Daerah Operasi 7 Madiun, dua perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) turut dibatalkan pada Selasa (28/4/2026), yakni KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasar Senen dan KA Singasari relasi Blitar–Pasar Senen.
Manajemen KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas pembatalan tersebut. Penumpang yang terdampak diberikan hak pengembalian tiket secara penuh yang dapat dilakukan di stasiun keberangkatan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus tindakan yang dilakukan saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujar Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari.
Hingga kini, penyebab tabrakan masih dalam proses penyelidikan. KAI menegaskan fokus utama saat ini adalah penanganan korban serta pemulihan operasional perjalanan kereta api secara bertahap. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





