Harga Daging Sapi di Magetan Masih Tinggi Pasca Lebaran, Komoditas Lain Ikut Naik
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 30
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Harga daging sapi di Pasar Sayur Kabupaten Magetan, Jawa Timur, masih tergolong tinggi meski mulai mengalami penurunan pasca Lebaran IdulFitri. Pada hari keempat Lebaran, harga daging sapi tercatat berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram, turun Rp10 ribu dari sebelumnya yang sempat menembus lebih dari Rp160 ribu per kilogram.
Kenaikan harga daging sapi ini terjadi sejak H-3 Lebaran. Saat itu, harga melonjak signifikan dari kisaran Rp125 ribu menjadi Rp160 ribu per kilogram. Sementara, penurunan harga yang terjadi saat ini belum sepenuhnya mengembalikan harga ke kondisi normal sebelum Lebaran.
Meski harga masih tinggi, para pembeli relatif tidak mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka dinilai memahami bahwa kenaikan harga dipicu oleh mahalnya harga sapi hidup selama momentum Lebaran.
Suwarniasih, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Sayur Magetan, menyebut kenaikan harga sudah menjadi tren musiman saat hari besar keagamaan. Ia mengatakan pembeli cenderung memaklumi kondisi tersebut.
“Karena harga sapi memang mahal menjelang Lebaran, otomatis harga daging ikut naik. Pembeli juga saling memahami. Sekarang sudah turun dari Rp160 ribu menjadi Rp150 ribu, tapi sayuran masih mahal,” ujarnya.
Tak hanya daging sapi, sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami kenaikan. Harga daging ayam naik menjadi Rp45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp38 ribu hingga Rp40 ribu. Sementara itu, harga telur ayam turut merangkak naik dari Rp28 ribu menjadi Rp29 ribu per kilogram.
Di sektor sayuran, harga sebagian besar komoditas masih tinggi. Tomat dijual Rp20 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp15 ribu, sementara kacang kapri melonjak dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram. Cabai rawit juga masih bertahan tinggi di angka Rp85 ribu per kilogram.
Selain itu, harga wortel, kubis, dan daun sawi juga belum menunjukkan penurunan signifikan. Hanya daun selada yang mengalami penurunan harga, dari Rp30 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.
Pedagang sayur lainnya, Hinayah, mengatakan hampir seluruh harga sayuran masih stabil di level tinggi, dengan cabai sebagai komoditas yang paling mencolok kenaikannya.
“Hampir semua masih tinggi, belum ada yang turun. Yang paling terasa itu cabai, harganya masih mahal,” katanya.
Para pedagang dan pembeli kini berharap harga bahan pokok dapat segera kembali stabil dalam waktu dekat seiring berakhirnya momentum Lebaran. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez







