Berita Terkini
Trending Tags

Pria di Magetan Ditangkap, Modus Ngaku “Tuhan Kedua” untuk Perdaya Korban

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 349
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polisi mengamankan Kusnadi warga Desa Kalang Magetan pelaku dugaan kekerasan seksual dan mengaku “Tuhan kedua”, Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Seorang pria bernama Kusnadi (40), warga Desa Kalang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditangkap polisi atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang ibu rumah tangga. Pelaku diduga memperdaya korban dengan mengaku sebagai “Tuhan kedua” dan menjanjikan kesembuhan bagi suami korban yang menderita stroke.

Penangkapan dilakukan oleh Satreskrim Polres Magetan pada Selasa (31/3/2026). Setelah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan cukup bukti, pelaku langsung ditahan di sel Mapolres Magetan pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB.

Kasus ini terungkap setelah korban, Lisana (43), warga Desa Campursari, melapor ke polisi pada hari yang sama. Tak butuh waktu lama, petugas berhasil mengamankan pelaku pada sore harinya sekitar pukul 16.30 WIB saat sedang berada di sebuah toko di pinggir Jalan Magetan–Sarangan, wilayah Desa Campursari.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

Dari hasil penyelidikan, peristiwa bermula ketika korban mendatangi pelaku untuk meminta bantuan pengobatan bagi suaminya yang sakit stroke. Pelaku kemudian mengklaim memiliki kemampuan supranatural dan menyebut dirinya sebagai “Tuhan kedua” yang dapat menyembuhkan penyakit.

Untuk menjalankan ritual penyembuhan, pelaku mensyaratkan hubungan badan dengan korban. Permintaan tersebut disetujui korban dengan harapan suaminya dapat sembuh.

Namun, hubungan tersebut justru terjadi berulang kali, lebih dari lima kali, dalam rentang waktu 2023 hingga 2024 di rumah pelaku. Alih-alih membaik, kondisi suami korban semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada awal 2025.

Merasa tertipu dan dirugikan, korban akhirnya melaporkan perbuatan pelaku ke pihak berwajib.

Seorang warga setempat, Subandono, menyebut pelaku sebelumnya juga pernah terjerat kasus hukum.

“Yang bersangkutan sudah dua kali ditangkap. Dulu kasus pencurian handphone. Dia juga sering mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad dan ‘Tuhan kedua’, tapi saya tidak percaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Magetan, Ipda Indra Suprihatin, membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, kami telah mengamankan seorang pria yang mengaku sebagai ‘Tuhan kedua’. Modusnya dengan menjanjikan bisa menyembuhkan penyakit suami korban,” jelasnya.

Polisi juga mengungkap, korban sempat diajak melakukan sejumlah ritual di beberapa lokasi, termasuk makam di wilayah Magetan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal terkait tindak pidana kekerasan seksual dan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca Ektreme Belum Reda, Puluhan Bencana Kepung Ponorogo Sepanjang Maret

    Cuaca Ektreme Belum Reda, Puluhan Bencana Kepung Ponorogo Sepanjang Maret

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 36 kejadian bencana tercatat melanda Kabupaten Ponorogo sepanjang Maret 2026. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan, cuaca ekstrem menjadi penyumbang terbesar dengan 18 kejadian, disusul 11 kasus banjir dan 7 kejadian tanah longsor. Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan jika dirata-rata, kejadian bencana terjadi hampir setiap hari. Namun dalam […]

    Bagikan
  • Dinsos Madiun Akan Benahi Data Darus Salam, Warga Miskin yang Terganjal ‘Desil Tinggi’

    Dinsos Madiun Akan Benahi Data Darus Salam, Warga Miskin yang Terganjal ‘Desil Tinggi’

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun merespons kasus Darus Salam (52), warga miskin asal Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, yang luput dari daftar penerima bantuan sosial (bansos). Dinsos kini berfokus membenahi anomali data administratif yang mengategorikan buruh serabutan tersebut ke dalam kelompok masyarakat mampu. Berdasarkan informasi nama Darus Salam tercatat dalam desil 7 […]

    Bagikan
  • Kabupaten Madiun Terima Kuota Haji Sebanyak 382 Kursi, 3 Calon Ajukan Penundaan

    Kabupaten Madiun Terima Kuota Haji Sebanyak 382 Kursi, 3 Calon Ajukan Penundaan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun telah mengumumkan kuota jamaah calon haji Sebanyak 382 kursi Tahun 2025. Sebanyak tiga calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten Madiun yang dipastikan berangkat tahun ini mengajukan penundaan.  Kepala Kementerian Agama Kabupaten Madiun, Irfan Al Khaidari menyatakan pengajuan penundaan berangkat haji tersebut dikarenakan alasan kesehatan yang […]

    Bagikan
  • Dua Pelajar Kakak Beradik Tewas Diduga Jadi Korban Tabrak Lari Truk di Ngawi

    Dua Pelajar Kakak Beradik Tewas Diduga Jadi Korban Tabrak Lari Truk di Ngawi

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dua pelajar kakak beradik di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur meninggal dunia dalam kecelakaan tragis yang diduga melibatkan kendaraan truk. Peristiwa memilukan itu terjadi di Jalan Raya Ngawi–Solo, tepatnya di depan Pasar Desa Ngale, Kecamatan Paron, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 16.10 WIB. Kedua korban diketahui bernama Muhammad Hasyim Murdhi’ilah (16), siswa kelas […]

    Bagikan
  • Dampingi Anak Didik, Bupati Sugiri Sancoko Siapkan Ruang Kerja di Sekolah Rakyat

    Dampingi Anak Didik, Bupati Sugiri Sancoko Siapkan Ruang Kerja di Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan komitmennya untuk lebih dari sekadar melakukan peninjauan terhadap keberadaan Sekolah Rakyat (SR). Orang nomor satu di Bumi Reog tersebut berencana hadir secara langsung untuk mendampingi dan menyemangati anak-anak yang tengah menempuh pendidikan di sekolah itu. Sebuah ruangan kecil di area SR disebut bakal disiapkan, bukan untuk […]

    Bagikan
  • Dugaan Kejanggalan SPMB SMPN 2 Dagangan, DPRD Madiun Soroti Minimnya Transparansi

    Dugaan Kejanggalan SPMB SMPN 2 Dagangan, DPRD Madiun Soroti Minimnya Transparansi

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di SMPN 2 Dagangan dipertanyakan oleh DPRD Kabupaten Madiun. Ketua Komisi A, Purwadi, menyoroti adanya dugaan pelanggaran prosedur dan ketidak transparanan dalam proses seleksi siswa baru, usai mencuatnya kasus yang menimpa seorang wali murid bernama Kartini. Purwadi menduga, terdapat indikasi permainan oleh oknum […]

    Bagikan
expand_less