Ancaman Longsor Mengintai Ngebel, Tiga Rumah Masuk Zona Bahaya
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Tiga rumah warga di Dukuh Sedayu, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, masuk dalam kategori rawan bahaya akibat berada tepat di bawah titik longsoran.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa kondisi tanah di wilayah tersebut didominasi material batuan besar, dengan persentase mencapai sekitar tiga puluh persen. Saat hujan deras, material dari atas tebing berpotensi turun dan mengancam permukiman warga di bawahnya.
“Di lokasi itu sekitar tiga puluh persen berupa batuan besar. Kalau hujan deras, sangat berpotensi material dari atas turun dan bisa mengenai rumah warga,” ujar Masun Rabu (15/4/2026)
Tercatat, tiga rumah tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total lima belas jiwa. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Masun menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, termasuk kamituwo, untuk mengingatkan warga agar selalu siaga terhadap kemungkinan terjadinya longsor.
“Ada tiga rumah yang posisinya cukup berbahaya. Kami sudah sampaikan ke perangkat desa agar warga meningkatkan kewaspadaan jika sewaktu-waktu material di atas turun,” imbuhnya.
Saat ini, material di atas lereng masih tertahan oleh pepohonan. Namun, kondisi tanah yang mulai lembek saat hujan dinilai dapat memicu pergerakan tanah sewaktu-waktu.
“Sekarang masih tertahan pohon, tapi kalau hujan deras, tanah jadi lembek dan material bisa turun,” jelasnya.
Selain itu, kondisi lereng di lokasi tersebut masih tergolong labil dengan tingkat kemiringan sekitar empat puluh lima hingga lima puluh derajat, sehingga meningkatkan potensi longsor susulan.
BPBD Ponorogo juga telah mengajukan permohonan kepada BPBD Jawa Timur untuk menurunkan tim guna melakukan asesmen di lokasi. Tidak hanya itu, surat juga telah dikirimkan kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk kajian lebih lanjut.
“Kami sudah bersurat ke BPBD Jawa Timur dan juga ke PVMBG untuk dilakukan peninjauan lebih detail di lokasi,” tegas Masun.
Ia menambahkan, titik longsor kali ini berbeda dengan lokasi sebelumnya yang sempat direlokasi pada tahun dua ribu dua puluh dua.
“Lokasi longsor ini tidak sama dengan yang dulu pernah direlokasi,” pungkasnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





