Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Harga Bahan Impor Melonjak, Industri Kulit Magetan Kian Tertekan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 350
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga bahan impor naik, industri kulit Magetan kian tertekan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pelaku industri penyamakan kulit di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat seiring kenaikan harga bahan baku impor. Situasi ini terjadi saat kondisi pasar masih cenderung lesu, sehingga memperberat beban produksi yang terus meningkat.

Lonjakan harga terutama terjadi pada bahan pembantu, seperti krom, zat pewarna, dan pelembut kulit, yang naik sekitar 20 hingga 50 persen. Kenaikan juga terjadi pada bahan plastik yang bahkan mencapai dua kali lipat atau sekitar 100 persen lebih.

Sembunyikan kutipan teksKetua Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Magetan, Basuki, mengungkapkan tingginya ketergantungan terhadap bahan impor membuat industri sulit menghindari dampak kenaikan tersebut. “Kenaikan paling terasa ada di bahan pembantu, karena hampir seluruhnya masih bergantung pada impor,” ujarnya saat ditemui di lokasi usaha.

Meningkatnya harga bahan baku berimbas langsung pada biaya produksi. Namun, pelaku usaha belum dapat serta-merta menaikkan harga jual. Kondisi pasar yang belum stabil membuat mereka harus menahan harga agar tidak semakin menurunkan minat beli konsumen.

“Secara hitungan memang seharusnya harga jual ikut naik. Tapi karena pasar masih lesu, kami memilih menahan. Kalau dipaksakan, dikhawatirkan pembeli justru berkurang,” jelas Basuki.

Namun demikian, pelaku usaha mengingatkan bahwa tekanan terhadap industri bisa semakin besar apabila kenaikan harga bahan baku dan kondisi pasar yang lemah terus berlangsung dalam waktu dekat.

Meski berada dalam tekanan, pelaku industri tetap berupaya mempertahankan usaha mereka. Mereka meyakini produk berbahan kulit masih memiliki daya tarik tersendiri dan belum mudah tergantikan oleh bahan lain.

“Produk kulit itu punya karakter khusus, jadi tetap ada pasarnya,” tambahnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Kawal Mudik Ribuan Santri Temboro, Armada dan Sopir Wajib Lolos

    Polres Magetan Kawal Mudik Ribuan Santri Temboro, Armada dan Sopir Wajib Lolos

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia Magetan – Polres Magetan menerapkan pengamanan ketat untuk memastikan ribuan santri Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro dapat pulang ke daerah asal dengan aman dan nyaman. Pengawalan, pemeriksaan armada, hingga pengecekan kesehatan sopir digelar pada Sabtu, 28 Februari 2026, melibatkan Satlantas Polres Magetan, Dinas Perhubungan, dan Polsek Karas. Mudik bersama ini merupakan agenda rutin pondok pesantren […]

    Bagikan
  • Kasus TBC Anak Meningkat, Dinkes Magetan Perkuat Pelacakan dan Deteksi Dini

    Kasus TBC Anak Meningkat, Dinkes Magetan Perkuat Pelacakan dan Deteksi Dini

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Puluhan anak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, saat ini harus menjalani pengobatan akibat tuberkulosis (TBC). Hingga Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sebanyak 89 anak terkonfirmasi positif TBC, dengan sebagian besar penderita masih berusia di bawah lima tahun (balita). Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agoes […]

    Bagikan
  • SiLPA Kota Madiun 2025 Tembus Rp154,79 Miliar, DPRD Soroti Perencanaan APBD dan Optimalisasi Aset

    SiLPA Kota Madiun 2025 Tembus Rp154,79 Miliar, DPRD Soroti Perencanaan APBD dan Optimalisasi Aset

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tahun anggaran 2025 menjadi sorotan dalam rapat paripurna DPRD Kota Madiun dengan agenda Pemandangan Umum (PU) Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD 2025, Jumat (10/7/2026). Legislatif menilai besarnya SiLPA harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kualitas perencanaan dan pelaksanaan […]

    Bagikan
  • Puluhan Relawan Bersihkan Sampah dan Bambrongan Bambu Sungai Brangkal untuk Cegah Banjir 

    Puluhan Relawan Bersihkan Sampah dan Bambrongan Bambu Sungai Brangkal untuk Cegah Banjir 

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 3.349
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Puluhan relawan lintas sektor melakukan aksi bersih-bersih di aliran Sungai Brangkal, Desa Dagangan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Rabu (10/09/2025). Kegiatan difokuskan pada pembersihan bambu dan sampah yang menyangkut di tiang jembatan guna mencegah penyumbatan aliran air saat musim hujan. Aksi gotong royong ini melibatkan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

    Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah upaya pemerintah mendorong program ketahanan dan swasembada pangan nasional, pasangan suami istri di Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil membudidayakan tanaman cabai rawit secara mandiri. Budidaya dilakukan di lahan pekarangan rumah yang sebelumnya tak produktif. Pasangan Wawan Mariadi dan Fitri Rahmawati awalnya prihatin melihat lingkungan sekitar […]

    Bagikan
  • Dibangun Di Atas Sempadan Sungai, 13 Bangunan Dibongkar BBWS Bengawan Solo

    Dibangun Di Atas Sempadan Sungai, 13 Bangunan Dibongkar BBWS Bengawan Solo

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penertiban bangunan liar di sempadan Sungai Sat sisi barat, Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan digelar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Sebanyak 13 bangunan permanen, termasuk 2 kamar dan tempat parkir hotel serta ruko, dibongkar karena menyalahi aturan serta berdiri tanpa izin. Wahyana, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) SDA […]

    Bagikan
expand_less