Berita Terkini
Trending Tags

Kasus Korupsi Pokir Magetan Seret Elite Lintas Partai, Peta Politik DPRD Ikut Tersorot

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 290
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Magetan – Perkembangan terbaru kasus dugaan korupsi dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Magetan tidak hanya mengungkap praktik penyimpangan anggaran, tetapi juga membuka sisi lain berupa keterlibatan elite politik lintas partai di tingkat legislatif daerah.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan sebelumnya telah menetapkan enam tersangka dalam perkara ini, termasuk tiga anggota DPRD aktif. Mereka adalah Suratno, Jamaludin Malik, dan Juli Martana, serta tiga tenaga pendamping dewan.

Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan berdasarkan alat bukti yang kuat setelah pemeriksaan puluhan saksi dan ratusan dokumen.

“Perkara ini menunjukkan adanya pola penyimpangan yang dilakukan secara sistematis dalam pengelolaan dana hibah pokir,” ujarnya.

Di balik proses hukum yang berjalan, latar belakang politik para tersangka menjadi sorotan. Suratno diketahui merupakan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Magetan periode 2024–2029, setelah sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD periode 2019–2024.

Sementara itu, Jamaludin Malik juga berasal dari PKB dan tercatat sebagai anggota DPRD pada dua periode berturut-turut, yakni 2019–2024 dan 2024–2029. Posisi tersebut menunjukkan bahwa ia merupakan bagian dari politisi berpengalaman dengan basis elektoral yang relatif kuat di daerah pemilihannya.

Adapun Juli Martana merupakan kader Partai NasDem yang juga menjabat sebagai anggota DPRD dalam dua periode yang sama. Keterlibatan politisi dari partai berbeda ini memperlihatkan bahwa kasus dugaan korupsi pokir tidak terbatas pada satu kekuatan politik tertentu.

Pengamat menilai, komposisi tersangka yang berasal dari lintas partai mencerminkan potensi persoalan yang lebih luas dalam tata kelola program pokir. Program yang sejatinya menjadi sarana penyaluran aspirasi masyarakat itu justru diduga dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

Dalam penyidikan, Kejari menemukan bahwa proses pengajuan hingga pencairan dana hibah diduga dikendalikan oleh oknum tertentu. Kelompok masyarakat penerima hibah disebut hanya dijadikan formalitas administratif, sementara proposal dan laporan pertanggungjawaban disusun oleh pihak yang memiliki afiliasi dengan oknum dewan.

Selain itu, praktik pemotongan dana serta pengalihan pekerjaan kepada pihak ketiga juga menjadi bagian dari temuan penyidik. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kualitas program dan manfaat yang seharusnya diterima masyarakat.

“Ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, tetapi sudah masuk pada praktik manipulasi yang merugikan keuangan negara atau daerah,” tegas Sabrul.

Secara politik, keterlibatan pimpinan DPRD aktif dalam perkara ini berpotensi memengaruhi dinamika internal lembaga legislatif. Di sisi lain, kasus ini juga dapat berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap fungsi representasi DPRD, khususnya dalam penyaluran aspirasi melalui program pokir.

Kejari Magetan memastikan penyidikan masih terus berkembang, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta aliran dana dalam perkara ini.

Dengan kombinasi antara aspek hukum dan latar belakang politik para tersangka, kasus ini dipandang sebagai momentum penting untuk mengevaluasi sistem pengelolaan dana hibah serta memperkuat pengawasan di tingkat daerah agar lebih transparan dan akuntabel. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisatawan Serbu Telaga Sarangan, Kunjungan Tembus 12 Ribu Orang dalam Sehari

    Wisatawan Serbu Telaga Sarangan, Kunjungan Tembus 12 Ribu Orang dalam Sehari

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Memasuki masa libur sekolah, kawasan wisata Telaga Sarangan di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, dipadati ribuan wisatawan. Lonjakan jumlah pengunjung yang terjadi sejak dua hari terakhir menyebabkan arus lalu lintas menuju objek wisata andalan Jawa Timur tersebut mengalami kemacetan panjang. Pada Minggu (5/7/2026) siang, antrean kendaraan terlihat mengular mulai dari kawasan Kebun […]

    Bagikan
  • Petani di Madiun Pangkas Biaya Produksi hingga 80 Persen dengan Pestisida Nabati

    Petani di Madiun Pangkas Biaya Produksi hingga 80 Persen dengan Pestisida Nabati

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Petani di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, membuktikan pertanian ramah lingkungan tak selalu berarti biaya produksi lebih mahal. Melalui penerapan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dan pemanfaatan pestisida nabati, ongkos budidaya padi mereka disebut bisa ditekan hingga 80 persen dibanding penggunaan pestisida kimia. Salah satu petani, Sukardiono, mengatakan penghematan terutama berasal […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Gencarkan Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

    Pemkab Madiun Gencarkan Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis lingkungan dengan menitikberatkan pengendalian sejak dari hulu, khususnya di wilayah pedesaan. Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan Rabu (21/05/2025). Purnomo Hadi menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat desa […]

    Bagikan
  • Harga Cabai Masih Tinggi, Tembus Rp. 90 Ribu Per Kg

    Harga Cabai Masih Tinggi, Tembus Rp. 90 Ribu Per Kg

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Harga cabai rawit di pasar tradisional Ponorogo masih tinggi. Seperti di Pasar Legi, harga cabai mencapai sekitar Rp. 85.000 ribu hingga Rp. 90.000 ribu per kilogram. Hingga kini, harga komoditi tersebut fluktuatif. “Cabai itu kan dulu hanya Rp. 40.000 ribu per kilogram, kini Rp. 88.000 ribu per kilogram. Tidak setinggi […]

    Bagikan
  • Dinsos Magetan Dorong Penerima Bansos Masuk KDMP, Targetkan Graduasi dari Bantuan Sosial

    Dinsos Magetan Dorong Penerima Bansos Masuk KDMP, Targetkan Graduasi dari Bantuan Sosial

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Sosial Kabupaten Magetan menyatakan dukungan penuh terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini tengah dikembangkan di seluruh desa dan kelurahan. Program ini disebut sebagai salah satu strategi nasional yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, termasuk para penerima bantuan sosial (Bansos). Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi Utomo, menegaskan bahwa […]

    Bagikan
  • Ibu Hamil Melahirkan di Trotoar Jalan Suromenggolo

    Ibu Hamil Melahirkan di Trotoar Jalan Suromenggolo

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang ibu hamil melahirkan di trotoar Jalan Suromenggolo, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo, Jumat (28/03/2025) siang. Kejadian ini sempat menghebohkan warga sekitar sebelum akhirnya ibu dan bayinya dibawa ke rumah sakit. Saksi mata, Ahmad Safii, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Ia melihat seorang perempuan tiba-tiba tergeletak di trotoar […]

    Bagikan
expand_less