Pemkab Madiun Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat “Sore di Kabupaten” Session 2
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga terus mendorong ruang ekspresi bagi generasi muda kreatif lewat event “Sore di Kabupaten (SDK)” Session 2 yang resmi dibuka di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Jumat (24/4/2026).
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan. “SDK Session 2 ini kami rancang sebagai ruang tumbuh bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Mereka tidak hanya tampil, tapi juga belajar mengelola event secara mandiri,” ujarnya.
Event yang digelar setiap Jumat sore ini menghadirkan beragam penampilan, mulai dari tari tradisional, tari modern, hingga hiburan musik lintas genre. Suasana alun-alun pun berubah menjadi ruang publik yang hidup, diisi kreativitas dan interaksi warga dari berbagai kalangan.
Menurut Hari, tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan sebelumnya menjadi dasar pengembangan konsep baru.
“Kami tidak ingin kegiatan ini terus bergantung pada anggaran pemerintah. Karena itu, kami siapkan langkah menuju kemandirian,” katanya.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, SDK Session 2 mengusung konsep kemandirian melalui skema pendampingan bertahap. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara pengelolaan kegiatan secara perlahan dialihkan kepada paguyuban pedagang kaki lima (PKL).
“Dalam 12 episode, kami susun proses belajar bersama. Di akhir, masyarakat diharapkan mampu mengelola event ini secara penuh tanpa ketergantungan,” jelasnya.
Tak hanya hiburan, SDK juga menghadirkan nilai edukatif. Pada pembukaan kali ini, misalnya, diangkat tema “Sore yang Ditulis Pelan” yang mengajak pelajar dan masyarakat menulis surat untuk diri sendiri sebagai bentuk refleksi dan penguatan budaya literasi. Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembangunan karakter.
“Kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya ramai, tetapi juga memberi makna, tempat orang bisa merenung dan menumbuhkan ide,” ungkapnya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Forum Anak Kabupaten Madiun, komunitas seni, hingga pelaku UMKM lokal yang ikut meramaikan kawasan alun-alun.

“Keberhasilan SDK bukan diukur dari lamanya pemerintah terlibat, tetapi dari seberapa cepat masyarakat bisa berdiri sendiri. Itu tujuan utama kami,” tegas Bupati Hari.
Dengan konsep ini, “Sore di Kabupaten” diharapkan tidak hanya menjadi agenda mingguan, tetapi juga berkembang sebagai laboratorium sosial yang mendorong ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap ruang publik.
Pemkab Madiun pun menargetkan, ke depan event ini sepenuhnya dikelola masyarakat.
“Mulai episode berikutnya, kami akan terus mengurangi peran. Harapannya, SDK benar-benar menjadi milik masyarakat,” pungkasnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





