Berita Terkini
Trending Tags

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Kecilkan Ukuran

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 219
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perajin tempe di Ponorogo kecilkan ukuran akibat harga kedelai naik, Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga kedelai impor di pasaran memaksa sejumlah perajin tempe di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengurangi ukuran produk mereka. Langkah ini diambil karena para perajin tidak berani menaikkan harga jual di tengah tuntutan pasar dan daya beli masyarakat yang terbatas.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Hadi Prayitno, perajin tempe asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo. Ia mengaku harus memutar otak untuk mempertahankan usahanya yang telah dirintis selama 14 tahun terakhir.

Menurut Hadi, salah satu langkah yang diambil adalah mengurangi berat tempe. Jika sebelumnya satu kotak tempe memiliki berat 380 gram, kini hanya 350 gram atau berkurang sekitar 30 gram.

“Tidak ada jalan lain selain menyiasati. Ukurannya terpaksa dikurangi sedikit,” ujarnya.

Kenaikan harga kedelai yang terjadi dalam dua bulan terakhir menjadi penyebab utama. Per Senin, 4 Mei, harga kedelai kembali naik sebesar Rp100 per kilogram, menjadi Rp10.500 per kilogram. Padahal, dua bulan sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp9.600 hingga Rp9.800 per kilogram.

Tak hanya kedelai, harga plastik sebagai bahan pembungkus juga mengalami kenaikan hingga hampir dua kali lipat. Kondisi ini semakin menambah beban produksi para perajin.

Hadi mengungkapkan, opsi menaikkan harga jual bukanlah pilihan yang mudah. Berdasarkan komunikasi dengan para pelanggan, kenaikan harga berisiko membuat pedagang tidak mampu menjual kembali tempe kepada konsumen.

“Kalau harga dinaikkan, pelanggan bisa kabur karena pedagang juga takut tidak laku,” katanya.

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, Hadi kini memproduksi tiga varian ukuran tempe dengan harga Rp2.000, Rp4.000, dan Rp5.000 per kemasan. Strategi ini dilakukan agar produk tetap terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu, Rafli, pedagang kedelai di Pasar Legi Ponorogo, menjelaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini merupakan harga eceran di tingkat pasar. Ia menyebut, lonjakan harga sudah terjadi sejak adanya konflik global yang memengaruhi pasokan kedelai impor.

Menurut Rafli, sebelumnya harga kedelai eceran berada di kisaran Rp10.000 per kilogram. Namun saat ini telah naik menjadi sekitar Rp12.000 per kilogram. Ia berharap harga kedelai dapat segera kembali stabil agar tidak semakin membebani pedagang maupun pelaku usaha olahan kedelai.

Para perajin berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kedelai impor di pasaran. Pasalnya, tempe dan tahu merupakan salah satu bahan pangan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Anak dari Buruh Serabutan Asal Kradinan Madiun Kini Masuk Sekolah Rakyat

    2 Anak dari Buruh Serabutan Asal Kradinan Madiun Kini Masuk Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Program Sekolah Rakyat mulai memberikan dampak nyata bagi keluarga prasejahtera di Kabupaten Madiun. Salah satunya dirasakan keluarga Darus Salam (52), buruh serabutan asal Dusun Gunting, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, yang kini kedua anaknya diterima sebagai peserta didik Sekolah Rakyat. Sebelumnya, hanya putra bungsunya, Ali Farzan Nur Faeyza (8), yang terdaftar sebagai […]

    Bagikan
  • Inspektorat Turun Gunung Audit Desa Dempelan Soal Pengelolaan Dana PADes

    Inspektorat Turun Gunung Audit Desa Dempelan Soal Pengelolaan Dana PADes

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Desakan warga terkait dugaan penyimpangan dana desa di Dempelan berujung pada langkah audit oleh Inspektorat Kabupaten Madiun. Tim auditor dijadwalkan turun dalam waktu dekat setelah menerima surat permohonan resmi dari Pj Kepala Desa Dempelan. Inspektur Kabupaten Madiun Joko Lelono menegaskan pihaknya telah menyiapkan surat perintah tugas. “Insyaallah Senin tim sudah […]

    Bagikan
  • Rapat Paripurna DPRD Tentang Nota Penjelasan Bupati terhadap Raperda RPJMD 2025–2029

    Rapat Paripurna DPRD Tentang Nota Penjelasan Bupati terhadap Raperda RPJMD 2025–2029

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian nota penjelasan Bupati Madiun terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025–2029. Rapat berlangsung pada Rabu (18/06/2025) di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun. Rapat ini dihadiri oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo […]

    Bagikan
  • Bedah Buku Reset Indonesia di Madiun Dibubarkan, Dandhy Laksono Angkat Bicara

    Bedah Buku Reset Indonesia di Madiun Dibubarkan, Dandhy Laksono Angkat Bicara

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Acara diskusi dan bedah buku Reset Indonesia yang digelar di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, dibubarkan oleh aparat pemerintah kecamatan dan kepolisian, Sabtu malam (20/12/2025). Kegiatan yang sedianya terbuka untuk umum itu dihadiri puluhan peserta. Namun, sebelum diskusi dimulai, aparat meminta panitia menghentikan acara dan membubarkan massa. Sejumlah […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hutan Lereng Lawu Magetan Belum Padam, Api Bergerak ke Arah Ngawi

    Kebakaran Hutan Lereng Lawu Magetan Belum Padam, Api Bergerak ke Arah Ngawi

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Lawu, Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, hingga Senin (14/9/2026) sore belum berhasil dipadamkan. Kobaran api terus bergerak ke arah utara dan mulai mendekati kawasan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Ngawi. Kondisi tersebut membuat petugas gabungan lebih memprioritaskan upaya mitigasi dan pembuatan sekat […]

    Bagikan
  • Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Memasuki panen raya tebu, ratusan petani di Kabupaten Madiun terancam bangkrut karena tidak menerima pembayaran hasil panen selama 13 minggu. Sejak Juli 2025, gula petani tak terserap pasar akibat stok melimpah dan mandeknya program penyerapan pemerintah. “Petani tebu setengah mati tidak bisa hidup karena gula tidak laku. Sudah 13 minggu […]

    Bagikan
expand_less