Berita Terkini
Trending Tags

Terjepit Harga Minyak Goreng, Pengrajin Lempeng Magetan Kurangi Isi dan Naikkan Harga Demi Bertahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 237
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengrajin lempeng di Magetan sesuaikan isi dan harga karena mahalnya minyak goreng. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kenaikan harga minyak goreng curah kembali menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, para pengrajin kerupuk nasi atau lempeng mulai merasakan dampak signifikan akibat lonjakan biaya produksi yang terus meningkat.

Harga minyak goreng curah yang sebelumnya berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per liter, kini merangkak naik menjadi Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per liter. Kenaikan sekitar Rp3 ribu per liter tersebut langsung memukul pelaku usaha kecil, terutama yang bergantung pada penggunaan minyak dalam jumlah besar.

Di Kelurahan Sukowinangun, salah satu pengrajin lempeng, Rutinah (50), mengaku usahanya mulai terdampak. Selain minyak goreng, kenaikan harga bahan pendukung seperti plastik kemasan turut memperberat biaya produksi. Kondisi ini berimbas pada penurunan aktivitas pemasaran.

“Pemasaran jadi agak berkurang, agak sepi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Untuk menjaga kelangsungan usaha, Rutinah terpaksa mengambil langkah penyesuaian. Ia menaikkan harga jual produknya dari Rp25 ribu menjadi Rp27 ribu per 150 biji. Bahkan, dalam kondisi tertentu, jumlah isi produk dikurangi agar harga tetap terjangkau bagi konsumen.

“Kalau dinaikkan harganya, ya jumlahnya dikurangi,” katanya.

Image Not Found
Produksi lempeng terdampak kenaikan minyak, penjualan mulai menurun. Foto : Kus-Sinergia

Dalam satu kali produksi, Rutinah membutuhkan sekitar 40 liter minyak goreng untuk mengolah hingga 100 kilogram bahan baku. Meski pasokan minyak masih tersedia di pasaran, lonjakan harga menjadi kendala utama yang sulit diantisipasi.

Dampak kenaikan harga juga mulai terlihat pada sisi penjualan. Produk lempeng yang selama ini dipasarkan tidak hanya di Magetan, tetapi juga ke luar daerah seperti Solo dan Madiun, kini mengalami penurunan permintaan.

“Dulu stabil, sekarang mulai turun,” ungkapnya.

Penurunan daya beli konsumen membuat pelaku usaha berada dalam posisi dilematis: menaikkan harga dengan risiko kehilangan pelanggan, atau bertahan dengan margin keuntungan yang semakin menipis. Rutinah berharap harga minyak goreng dapat segera kembali stabil agar usahanya tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi.

“Harapannya ya bisa kembali normal,” ucapnya.

Kondisi ini menunjukkan tingginya kerentanan UMKM terhadap fluktuasi harga bahan pokok. Tanpa langkah intervensi yang tepat, usaha kecil seperti pengrajin lempeng berpotensi semakin tertekan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • R-APBD 2026, Proyeksi Pendapatan Daerah Rp. 1,108 Triliun, Belanja Daerah Rp. 1,168 Triliun

    R-APBD 2026, Proyeksi Pendapatan Daerah Rp. 1,108 Triliun, Belanja Daerah Rp. 1,168 Triliun

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 Kota Madiun mulai memasuki tahap pembahasan. Hal ini ditandai dengan penyampaian Nota Keuangan Wali Kota Madiun atas Raperda APBD 2026 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Madiun, Senin (15/09/2025). Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, mengungkapkan proyeksi pendapatan daerah pada tahun […]

    Bagikan
  • Dua Rombongan Jemaah Umrah Sindo Wisata Ulul Azmi Memulai Perjalanan Suci ke Tanah Suci

    Dua Rombongan Jemaah Umrah Sindo Wisata Ulul Azmi Memulai Perjalanan Suci ke Tanah Suci

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Asrama Haji Kota Madiun menjadi titik awal sebelum 2 rombongan bus umrah Sindo Wisata Haji Ulul Azmi berangkat ke Tanah Suci. Minggu, 16 Februari 2025, pukul 1 dini hari, dengan membawa koper bawaan mereka, jemaah umrah Sindo Wisata Madiun ini mulai berdatangan. Satu persatu koper diterima oleh tim Sindo Wisata […]

    Bagikan
  • Nekad, Sejoli Gasak Motor di Rumah Kota Saat Tengah Malam

    Nekad, Sejoli Gasak Motor di Rumah Kota Saat Tengah Malam

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aksi pencurian sepeda motor terjadi di Kota Madiun. Kali ini, peristiwa tersebut menimpa penghuni Aston Liem Kost di Jalan Tunggul Nogo, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, pada Selasa dini hari (14/10/2025). Kejadian itu terekam jelas oleh kamera CCTV. Dalam rekaman, terlihat sepasang pria dan wanita diduga pasangan suami istri datang berboncengan […]

    Bagikan
  • THR ASN Belum Cair, BKAD Masih Menunggu Perwali

    THR ASN Belum Cair, BKAD Masih Menunggu Perwali

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Realisasi Tunjangan Hari Raya (THR) lebaran bagi ASN/PNS di Pemerintah Kota Madiun hingga kini belum cair. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Madiun masih menunggu Peraturan Wali Kota Madiun (Perwal) tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas. Pasalnya, saat ini Wali Kota Madiun, Maidi tengah menjalankan […]

    Bagikan
  • Karnaval Unik di Magetan, Puluhan Mesin Penggiling Padi Dihias Nuansa Kemerdekaan

    Karnaval Unik di Magetan, Puluhan Mesin Penggiling Padi Dihias Nuansa Kemerdekaan

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemandangan tak biasa mewarnai perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Puluhan mesin penggiling padi keliling atau huler disulap menjadi kendaraan karnaval dan diarak menyusuri jalan desa. Sedikitnya 40 unit huler keliling ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mesin-mesin yang sehari-hari digunakan untuk menggiling […]

    Bagikan
  • Jasad Sosok Pria Ditemukan Hanyut di Sungai Bengawan Madiun

    Jasad Sosok Pria Ditemukan Hanyut di Sungai Bengawan Madiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga Kota Madiun digemparkan oleh penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang hanyut di aliran Sungai Bengawan Madiun, Minggu (07/12/2025) malam. Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 22.50 WIB oleh warga yang melihat tubuh mengapung terbawa arus. Mendapat laporan itu, tim gabungan BPBD Kota Madiun bersama TNI dan Polri langsung […]

    Bagikan
expand_less