Tiga Jembatan Garuda Rampung, Warga Ponorogo Kini Menyeberang dengan Aman
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Senyum lega kini dirasakan warga di sejumlah desa setelah pembangunan Jembatan Garuda Tahap III mulai memberikan manfaat nyata. Program pembangunan akses penghubung tersebut menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus menantang arus sungai demi beraktivitas sehari-hari.
Pada tahap ketiga ini, empat Jembatan Garuda dibangun di Kecamatan Bungkal, Sambit, Jambon, dan Slahung. Tiga jembatan telah rampung sepenuhnya, sementara satu jembatan di Desa Ngloning, Kecamatan Slahung, masih dalam proses penyelesaian.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui TNI AD untuk membantu mengatasi persoalan aksesibilitas masyarakat desa.
Menurutnya, kehadiran jembatan tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar warga yang selama bertahun-tahun harus melintasi sungai atau memutar cukup jauh untuk menjalankan aktivitas harian.
“Pembangunan ini bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjawab kebutuhan mendasar masyarakat yang selama bertahun-tahun harus berjuang melintasi sungai atau memutar dengan jarak yang lebih jauh demi menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Untoro, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, Jembatan Garuda diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas warga, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Manfaat pembangunan itu kini mulai dirasakan masyarakat. Aktivitas ekonomi warga menjadi lebih lancar, akses antarwilayah semakin mudah, dan anak-anak sekolah dapat berangkat belajar dengan lebih aman.
Sebelumnya, banyak pelajar harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.
Kepala SDN 4 Krebet, Krisnia Rina Puspita, mengaku pembangunan jembatan menjadi jawaban atas keresahan yang selama ini dirasakan pihak sekolah maupun orang tua siswa.
“Sebelum dibangun jembatan, anak-anak melewati sungai dan itu membuat kami sangat khawatir terhadap keselamatan mereka,” katanya.
Ia berharap akses yang lebih mudah dapat membuat para siswa semakin semangat menimba ilmu dan mengejar cita-cita mereka.
Rasa syukur juga disampaikan Kepala Desa Krebet, Devid Kristiyanto. Ia menilai kehadiran Jembatan Garuda membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat desa.
“Sekarang aktivitas warga semakin lancar,” ujarnya.
Bagi warga Ponorogo, Jembatan Garuda bukan sekadar bangunan penghubung. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi simbol hadirnya pembangunan yang memberi rasa aman dan membuka peluang kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat desa. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





