Berita Terkini
Trending Tags

Soroti Turunnya Kepercayaan Publik, Anton Solihin Dorong Reformasi DPRD Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anton Solihin soroti turunnya kepercayaan publik terhadap DPRD Magetan. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif menjadi perhatian serius anggota DPRD Magetan, Anton Solihin. Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu menilai DPRD harus kembali hadir sebagai institusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat melalui kerja nyata, keterbukaan, serta pengawasan yang maksimal terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Anton menegaskan, politik tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan kekuasaan. Menurutnya, politik seharusnya menjadi sarana untuk membantu masyarakat melalui kebijakan yang memberi manfaat bagi rakyat banyak. Pandangan itulah yang mendorong dirinya memilih berjuang melalui PKB karena dianggap memiliki nilai dan ideologi yang sejalan dengan kultur Nahdlatul Ulama.

“Politik yang dijalankan dengan benar bisa menjadi alat untuk menolong masyarakat. Hampir seluruh aspek kehidupan sehari-hari berkaitan dengan kebijakan politik,” ujarnya.

Anton mengaku lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga yang dekat dengan NU. Kedekatan tersebut membuat dirinya mantap menyalurkan aspirasi politik melalui PKB. Dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, ia juga memegang filosofi hidup “Urip iku urup” atau hidup harus memberi manfaat bagi orang lain.

Perjalanan hingga berhasil duduk sebagai anggota DPRD Magetan, kata Anton, tidak diraih secara instan. Dibutuhkan proses panjang, kemampuan membangun komunikasi politik, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat agar kepercayaan publik tetap terpelihara.

Ia menilai kepercayaan masyarakat merupakan modal terpenting bagi seorang wakil rakyat dalam menjalankan amanah. Karena itu, hubungan baik dengan konstituen harus terus dijaga melalui komunikasi yang terbuka dan konsisten.

Selama menjalankan tugas di legislatif, Anton menyebut salah satu capaian yang berhasil dibangun adalah terciptanya komunikasi lintas partai di lingkungan DPRD Magetan. Menurutnya, kondisi politik yang penuh perbedaan kepentingan tetap bisa dikelola dengan baik apabila komunikasi antarlembaga dan antarfraksi berjalan harmonis.

Dengan pola komunikasi tersebut, dirinya mengaku dapat tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa harus berbenturan dengan aturan maupun kepentingan politik partai.

Di sisi lain, Anton juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi DPRD Magetan saat ini, yakni menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif. Ia menilai dinamika politik yang berkembang belakangan turut memengaruhi penilaian publik terhadap fungsi pengawasan DPRD yang dianggap belum berjalan optimal.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena kepercayaan rakyat merupakan fondasi utama keberlangsungan lembaga DPRD.

“Cepat atau lambat situasi ini harus dibenahi. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama lembaga DPRD,” tegasnya.

Apabila mendapat amanah memimpin DPRD Magetan, Anton menyatakan akan memprioritaskan penguatan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah secara terbuka, terukur, dan transparan. Selain itu, ia juga ingin memperkuat konsolidasi lintas partai agar kinerja legislatif lebih efektif dan produktif.

Sebagai kader PKB, Anton juga menargetkan penambahan jumlah kursi legislatif pada Pemilu 2029 mendatang. Ia meyakini semakin besar representasi PKB di parlemen, maka peluang memperjuangkan aspirasi masyarakat juga akan semakin luas.

Untuk menjaga kedekatan dengan warga, Anton mengaku aktif membangun komunikasi melalui media sosial maupun turun langsung ke tengah masyarakat. Ia bahkan membentuk “Rumah Aspirasi Mas Anton” sebagai ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan, masukan, hingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bagi Anton, seorang wakil rakyat harus memiliki sikap jujur, amanah, dan terbuka kepada masyarakat. Ia berharap hubungan antara DPRD Magetan dan masyarakat dapat kembali solid sehingga tercipta tata pemerintahan yang lebih baik dan berpihak kepada rakyat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTT Padi di Jatim Capai 217.711 Hektare, Jajaran Korem 081/DSJ Sumbang 30 Persen

    LTT Padi di Jatim Capai 217.711 Hektare, Jajaran Korem 081/DSJ Sumbang 30 Persen

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Selama 3 minggu di tahun 2025, Kodam V/Brawijaya berhasil mencatatkan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Jawa Timur seluas 217.711 hektare. Dari angka itu, jajaran Korem 081/DSJ menyumbangkan sekitar 30 persen atay 63.491 hektare.  Pasi Wanwil Korem 081/DSJ Mayor Inf Suwandi mengungkapkan target LTT di bulan Januari 2025 seluas 70.320 Hektare. […]

    Bagikan
  • Ribuan Jemaah Ikuti Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor, Adi Hidayat Dorong Lahirnya Pembaru Umat

    Ribuan Jemaah Ikuti Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor, Adi Hidayat Dorong Lahirnya Pembaru Umat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Lautan manusia memenuhi lapangan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Kamis (9/7/2026). Mahasiswa, santri, guru, alumni hingga masyarakat umum datang dari berbagai daerah untuk mengikuti tabligh akbar bersama Ustaz Adi Hidayat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dan Milad […]

    Bagikan
  • IPAL SPPG di Kota Madiun Belum Standar, Pemkot Ancam Laporkan ke BGN

    IPAL SPPG di Kota Madiun Belum Standar, Pemkot Ancam Laporkan ke BGN

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Madiun kembali menjadi sorotan. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menemukan fasilitas IPAL di SPPG Ngegong masih belum memenuhi standar saat inspeksi mendadak (sidak), Kamis (7/5/2026). Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut hasil […]

    Bagikan
  • Maidi : Ini Kontrak Perpanjangan Pengabdian Untuk Masyarakat

    Maidi : Ini Kontrak Perpanjangan Pengabdian Untuk Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Maidi – F. Bagus Panuntun telah resmi ditetapkan KPU Kota Madiun sebagai Walikota dan Wakil Walikota Madiun terpilih Pilkada tahun 2024. Meski tidak didampingi wakilnya, Maidi menerima Surat Keputusan KPU Kota Madiun Nomor 20 tahun 2025 tentang Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Kota Madiun Tahun 2024. Dengan […]

    Bagikan
  • Dramatis, BPBD Magetan Evakuasi Kambing Jatuh ke Sumur Tua

    Dramatis, BPBD Magetan Evakuasi Kambing Jatuh ke Sumur Tua

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Suasana kepanikan mewarnai Dusun Kedungrejo, Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, pada Sabtu (27/06/2025) petang. Seekor kambing milik warga tercebur ke dalam sumur tua sedalam 20 meter. Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga dan memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan turun tangan melakukan evakuasi. Insiden bermula saat Suwarno (43), […]

    Bagikan
  • TPA Winongo Diprediksi Penuh Dua Bulan Lagi, Ketua DPRD Kota Madiun Desak Pemkot Percepat Penanganan Sampah

    TPA Winongo Diprediksi Penuh Dua Bulan Lagi, Ketua DPRD Kota Madiun Desak Pemkot Percepat Penanganan Sampah

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo, Kota Madiun, diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga dua bulan ke depan. Menyikapi kondisi tersebut, DPRD Kota Madiun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun segera mempercepat langkah penanganan agar persoalan sampah tidak berkembang menjadi krisis lingkungan. Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, pengelolaan sampah menjadi […]

    Bagikan
expand_less