Petugas Parkir Disebut Wajah Pemkab Madiun, Bupati Minta Pelayanan Ramah dan Santun
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 62
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai membenahi pelayanan parkir dengan membina puluhan juru parkir di bawah naungan Dinas Perhubungan. Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, petugas parkir merupakan representasi wajah pemerintah yang langsung berhadapan dengan masyarakat.
Kegiatan pembinaan tersebut digelar di Madiun pada Selasa (19/5/2026) dan diikuti sekitar 70 petugas parkir. Acara juga dihadiri sejumlah pejabat instansi vertikal, di antaranya dari unsur kejaksaan dan kepolisian.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa petugas parkir merupakan garda terdepan pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, sikap ramah dan pelayanan yang baik menjadi hal penting yang harus dimiliki setiap juru parkir.
“Petugas parkir itu wajahnya Pemerintah Kabupaten Madiun yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Kami berharap para petugas parkir bisa memberikan layanan terbaik, ramah, sopan, dan santun,” ujar Hari Wuryanto.
Menurutnya, pembinaan diperlukan agar para petugas parkir memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap saat bertugas di lapangan.
“Kalau melayani dengan arogan atau tidak sopan, sekarang mudah sekali viral di media sosial. Dampaknya tentu bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan parkir,” katanya.

Dalam pembinaan tersebut, para petugas parkir mendapat penguatan terkait disiplin kerja, tanggung jawab, hingga etika pelayanan publik. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai tugas pokok petugas parkir, seperti mengatur kendaraan keluar-masuk kawasan parkir, menjaga ketertiban area parkir, hingga memberikan rasa aman kepada pengguna jasa.
Selain itu, juru parkir diminta selalu memberikan karcis resmi kepada pengguna kendaraan, mengarahkan kendaraan dengan sopan dan jelas, serta mematuhi seluruh prosedur yang berlaku.
Pemkab Madiun berharap peningkatan kualitas pelayanan parkir juga berdampak pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor parkir.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menjelaskan, saat ini sebagian masyarakat Kabupaten Madiun telah mengikuti program parkir berlangganan. Sementara penarikan retribusi tetap dilakukan pada titik tertentu yang belum masuk skema tersebut.
“Yang utama sebenarnya bagaimana kendaraan masyarakat yang diparkir di ruas parkir kita itu aman. Kalau masyarakat merasa aman dan nyaman, mereka juga akan tertib membayar kewajibannya. Otomatis PAD juga bisa meningkat,” pungkasnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





