Monumen Lokomotif Segera Dipasang, Penataan Kawasan Stasiun Magetan Hampir Rampung
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 52
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus menyempurnakan penataan kawasan depan Stasiun Magetan dengan menghadirkan monumen lokomotif sebagai ikon baru daerah. Proyek yang dikerjakan secara bertahap itu kini memasuki tahap lanjutan setelah sebelumnya akses jalan, trotoar, hingga area depan stasiun selesai dibangun dan mulai difungsikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan, Muhtar Wakid, mengatakan pada tahun 2026 ini pemerintah kembali mengalokasikan anggaran khusus untuk renovasi lokomotif bantuan dari PT KAI sebelum dipasang di depan stasiun.
Menurut Muhtar, lokomotif hibah tersebut saat ini masih dalam proses perbaikan agar layak dijadikan monumen. Selain itu, penyempurnaan fasilitas trotoar di sisi timur stasiun juga masih dilakukan karena sebelumnya belum seluruhnya memiliki penutup atap.
“Lokomotif bantuan dari PT KAI itu akan kita perbaiki dulu, kemudian nanti dipasang di depan stasiun. Trotoar sebelah timur juga masih kurang penutupnya karena sebelumnya belum dianggarkan,” ujarnya.
Meski penataan kawasan belum sepenuhnya rampung, area depan stasiun saat ini sudah dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas lalu lintas penumpang. Pemkab Magetan juga telah berkoordinasi dengan PT KAI terkait pengoperasian kawasan tersebut.
Muhtar menjelaskan, nantinya akses depan stasiun akan difungsikan penuh setelah pemasangan gate atau pintu parkir selesai dilakukan. Dengan begitu, kendaraan penjemput maupun pengantar penumpang dapat langsung masuk ke area depan stasiun secara lebih tertata.
“Sudah rapat dengan PT KAI. Nanti setelah dipasang gate atau pintu parkir, area depan itu sudah bisa difungsikan untuk penumpang masuk semua,” katanya.
Penataan kawasan Stasiun Magetan sendiri dilakukan dalam beberapa tahap pembangunan. Tahap pertama dan kedua difokuskan pada pembangunan infrastruktur kawasan, sedangkan tahap ketiga saat ini diarahkan untuk pemasangan monumen lokomotif dan penyempurnaan fasilitas pendukung lainnya.
Pemkab Magetan memperkirakan total anggaran yang digelontorkan hingga proyek selesai mencapai hampir Rp2 miliar. “Kalau dihitung total sampai selesai nanti hampir dua miliar rupiah,” tambah Muhtar.
Keberadaan monumen lokomotif diharapkan tidak hanya menjadi penanda baru kawasan stasiun, tetapi juga memperkuat identitas Kabupaten Magetan sebagai daerah yang memiliki akses transportasi modern. Selain itu, penataan kawasan tersebut diproyeksikan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat serta aktivitas UMKM di sekitar stasiun. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





