Hardiknas 2026 Magetan, Aspirasi Siswa Minta Sekolah Ramah Anak hingga Fasilitas Digital
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 51
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Magetan tidak hanya diwarnai tari massal ribuan guru dan pelajar. Momentum tersebut juga menjadi panggung bagi para siswa untuk menyampaikan aspirasi terkait masa depan pendidikan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan.
Dalam kegiatan yang digelar di Alun-Alun Magetan, Senin sore (25/5/2026), sejumlah perwakilan siswa dari tingkat SD hingga SMP menyampaikan surat terbuka yang menjadi harapan mereka secara langsung di hadapan Bupati Magetan dan jajaran Dinas Pendidikan.
Salah satu aspirasi datang dari perwakilan siswa sekolah dasar yang meminta terciptanya sekolah ramah anak di Kabupaten Magetan. Dalam penyampaiannya, siswa tersebut menilai sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga ruang untuk tumbuh, bermain dan membangun keberanian.
“Kami ingin sekolah dan lingkungan yang benar-benar ramah anak. Tempat yang membuat setiap anak merasa aman, nyaman, bahagia dan didengarkan,” ucapnya.
Ia juga berharap tidak ada lagi tekanan yang membuat anak takut dalam belajar. Menurutnya, lingkungan pendidikan yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat dan percaya diri.
Selain itu, siswa SD tersebut mengusulkan gerakan “Satu Anak Satu Mimpi” sebagai wadah bagi anak-anak untuk menuliskan cita-cita dan harapan mereka di sekolah maupun ruang publik.
“Saya yakin gerakan ini mampu menumbuhkan keberanian dalam meraih masa depan yang gemilang. Anak-anak akan merasa dihargai dan didengarkan,” katanya.
Aspirasi lain disampaikan Sifa Rosaira, siswi SMP Negeri 1 Nguntoronadi, yang menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas teknologi pendidikan di sekolah-sekolah.
Ia berharap pemerintah daerah meningkatkan sarana laboratorium komputer dan akses internet agar pelajar di Magetan mampu bersaing di era digital.
“Kami berharap adanya dukungan peningkatan fasilitas laboratorium komputer dan akses internet yang memadai agar kami siap menghadapi era digital,” ujar Sifa.
Tidak hanya itu, ia juga meminta pemerintah memperbanyak kompetisi non akademik di bidang sains, seni dan olahraga guna mendorong kreativitas siswa. Menurutnya, pengembangan potensi pelajar tidak cukup hanya melalui prestasi akademik.
Sifa juga berharap bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi dan kurang mampu dapat diperluas agar seluruh anak di Kabupaten Magetan memperoleh kesempatan pendidikan yang sama.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengaku terkesan dengan usulan yang disampaikan para pelajar, khususnya terkait penguatan digitalisasi pendidikan.
“Ya tadi sangat luar biasa, sangat bagus sekali. Seperti yang disampaikan siswa SMP yang meminta penguatan digitalisasi, nanti akan kami akomodir dan kami usahakan bersama dinas terkait,” kata Bupati Nanik.
Menurutnya, berbagai masukan dari pelajar menjadi perhatian pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas pendidikan di Magetan.
“Sangat luar biasa usulan-usulannya tadi, khususnya dari anak SMP,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Magetan, Suhardi, menyebut surat terbuka dan aspirasi yang disampaikan siswa merupakan bentuk ketulusan sekaligus kepedulian anak-anak terhadap dunia pendidikan.
“Itu surat yang sangat tulus dari anak-anak kita. Tentu kami akan merespon karena tadi isinya bagus dan menjadi suara luar biasa bagi kami,” ujarnya.
Ia mengatakan Dinas Dikpora bersama jajaran akan melakukan pencermatan terhadap seluruh masukan yang telah disampaikan siswa untuk kemudian dirumuskan langkah tindak lanjutnya.
“Beserta jajaran nanti kami akan melakukan pencermatan lagi terkait surat itu dan akan kami rumuskan seperti apa tindak lanjutnya,” kata Suhardi. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





