Berita Terkini
Trending Tags

Hardiknas 2026 Magetan, Aspirasi Siswa Minta Sekolah Ramah Anak hingga Fasilitas Digital

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 138
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hardiknas 2026 jadi ruang aspirasi pelajar untuk pendidikan Magetan. (25/5/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Magetan tidak hanya diwarnai tari massal ribuan guru dan pelajar. Momentum tersebut juga menjadi panggung bagi para siswa untuk menyampaikan aspirasi terkait masa depan pendidikan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan.

Dalam kegiatan yang digelar di Alun-Alun Magetan, Senin sore (25/5/2026), sejumlah perwakilan siswa dari tingkat SD hingga SMP menyampaikan surat terbuka yang menjadi harapan mereka secara langsung di hadapan Bupati Magetan dan jajaran Dinas Pendidikan.

Salah satu aspirasi datang dari perwakilan siswa sekolah dasar yang meminta terciptanya sekolah ramah anak di Kabupaten Magetan. Dalam penyampaiannya, siswa tersebut menilai sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga ruang untuk tumbuh, bermain dan membangun keberanian.

“Kami ingin sekolah dan lingkungan yang benar-benar ramah anak. Tempat yang membuat setiap anak merasa aman, nyaman, bahagia dan didengarkan,” ucapnya.

Ia juga berharap tidak ada lagi tekanan yang membuat anak takut dalam belajar. Menurutnya, lingkungan pendidikan yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat dan percaya diri.

Selain itu, siswa SD tersebut mengusulkan gerakan “Satu Anak Satu Mimpi” sebagai wadah bagi anak-anak untuk menuliskan cita-cita dan harapan mereka di sekolah maupun ruang publik.

“Saya yakin gerakan ini mampu menumbuhkan keberanian dalam meraih masa depan yang gemilang. Anak-anak akan merasa dihargai dan didengarkan,” katanya.

Aspirasi lain disampaikan Sifa Rosaira, siswi SMP Negeri 1 Nguntoronadi, yang menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas teknologi pendidikan di sekolah-sekolah.

Ia berharap pemerintah daerah meningkatkan sarana laboratorium komputer dan akses internet agar pelajar di Magetan mampu bersaing di era digital.

“Kami berharap adanya dukungan peningkatan fasilitas laboratorium komputer dan akses internet yang memadai agar kami siap menghadapi era digital,” ujar Sifa.

Tidak hanya itu, ia juga meminta pemerintah memperbanyak kompetisi non akademik di bidang sains, seni dan olahraga guna mendorong kreativitas siswa. Menurutnya, pengembangan potensi pelajar tidak cukup hanya melalui prestasi akademik.

Sifa juga berharap bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi dan kurang mampu dapat diperluas agar seluruh anak di Kabupaten Magetan memperoleh kesempatan pendidikan yang sama.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengaku terkesan dengan usulan yang disampaikan para pelajar, khususnya terkait penguatan digitalisasi pendidikan.

“Ya tadi sangat luar biasa, sangat bagus sekali. Seperti yang disampaikan siswa SMP yang meminta penguatan digitalisasi, nanti akan kami akomodir dan kami usahakan bersama dinas terkait,” kata Bupati Nanik.

Menurutnya, berbagai masukan dari pelajar menjadi perhatian pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas pendidikan di Magetan.

“Sangat luar biasa usulan-usulannya tadi, khususnya dari anak SMP,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Magetan, Suhardi, menyebut surat terbuka dan aspirasi yang disampaikan siswa merupakan bentuk ketulusan sekaligus kepedulian anak-anak terhadap dunia pendidikan.

“Itu surat yang sangat tulus dari anak-anak kita. Tentu kami akan merespon karena tadi isinya bagus dan menjadi suara luar biasa bagi kami,” ujarnya.

Ia mengatakan Dinas Dikpora bersama jajaran akan melakukan pencermatan terhadap seluruh masukan yang telah disampaikan siswa untuk kemudian dirumuskan langkah tindak lanjutnya.

“Beserta jajaran nanti kami akan melakukan pencermatan lagi terkait surat itu dan akan kami rumuskan seperti apa tindak lanjutnya,” kata Suhardi. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelorakan Hidup Sehat, Aston Madiun Hotel & Conference Center dan Favehotel Madiun Gelar “Healthy Talk & Pound Fit”

    Gelorakan Hidup Sehat, Aston Madiun Hotel & Conference Center dan Favehotel Madiun Gelar “Healthy Talk & Pound Fit”

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebagai upaya mendukung gaya hidup sehat, pun, memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada 7 April, Aston Madiun Hotel & Conference Center dan favehotel Madiun menyelenggarakan acara “Healthy Talk & Pound Fit”, Minggu (13/4/2025). Acara dikemas menyenangkan namun sarat edukasi kesehatan. Salah satunya, mengenai pencegahan penyakit tidak menular yakni dengan menerapkan keseimbangan […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Tahan Kenaikan Tarif PBB, Fokus Pemutakhiran Data untuk Dongkrak Penerimaan

    Pemkab Magetan Tahan Kenaikan Tarif PBB, Fokus Pemutakhiran Data untuk Dongkrak Penerimaan

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Saat sejumlah daerah di Indonesia menuai protes akibat kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sementara, Pemerintah Kabupaten Magetan justru mengambil langkah berseberangan. Tahun 2025 ini, tarif PBB dipastikan tetap sama seperti tahun sebelumnya. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Magetan, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan kebijakan ini diambil demi […]

    Bagikan
  • Sebuah Warung di Madiun Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 50 Juta

    Sebuah Warung di Madiun Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 50 Juta

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Sebuah warung milik Sujoko, warga Desa Jetis, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, terbakar pada Rabu (19/11) sekitar pukul 19.20 WIB. Api dengan cepat membesar lantaran bangunan warung didominasi material kayu. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Andi Koerniawan, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam setelah menerima […]

    Bagikan
  • Pembangunan Jembatan Garuda Ponorogo Masuk Tahap Pondasi, 3.500 Warga Akan Rasakan Manfaat

    Pembangunan Jembatan Garuda Ponorogo Masuk Tahap Pondasi, 3.500 Warga Akan Rasakan Manfaat

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, terus berprogres dan kini memasuki tahap penggalian pondasi untuk pemasangan tiang pancang, Rabu (10/6/2026). Infrastruktur yang akan menghubungkan Kecamatan Jetis dan Kecamatan Sambit itu diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 3.500 warga. Kepala Desa Mojomati, Aang Budiantoro, mengatakan keberadaan jembatan tersebut akan […]

    Bagikan
  • Overstay 60 Hari, Dua WNA Asal Malaysia Dideportasi Kantor Imigrasi Madiun

    Overstay 60 Hari, Dua WNA Asal Malaysia Dideportasi Kantor Imigrasi Madiun

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua warga negara Malaysia dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Madiun setelah diketahui melanggar izin tinggal atau overstay lebih dari 60 hari di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kepala Subseksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Madiun, Aditya Yusuf, menjelaskan bahwa kedua WNA tersebut bukan tenaga kerja asing, melainkan hasil […]

    Bagikan
  • Anggaran Terpangkas, DPRD Kota Madiun Stop Perjalanan Dinas Sejak Awal Agustus

    Anggaran Terpangkas, DPRD Kota Madiun Stop Perjalanan Dinas Sejak Awal Agustus

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aktivitas perjalanan dinas anggota DPRD Kota Madiun terhenti sejak awal Agustus 2025. Kebijakan tersebut merupakan dampak dari instruksi pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran yang memangkas pos sekretariat dewan hingga 50 persen. Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, membenarkan kondisi itu. Menurutnya, pemangkasan anggaran otomatis berimbas pada kegiatan dewan yang sudah […]

    Bagikan
expand_less