Warga Mategal Sambut Pembangunan Yon TP Magetan, Dinilai Dongkrak Ekonomi Desa
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 80
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di kawasan hutan petak 32 RPH Gangsiran, BKPH Sampung, Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Kehadiran satuan baru TNI AD itu dinilai bakal menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah desa.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Mategal, Agus Dwi Wibowo, mengatakan warga bersyukur karena pembangunan Yon TP diperkirakan membawa dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan didirikannya Batalyon TP ini pastinya akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena nanti lebih dari seribu prajurit akan bermukim di sini, otomatis aktivitas ekonomi juga ikut tumbuh,” ujar Agus.
Menurutnya, kebutuhan harian prajurit nantinya akan memunculkan peluang usaha baru bagi warga, mulai dari warung makan, kebutuhan bahan pokok, jasa laundry, hingga usaha kecil lainnya.
“Setiap kegiatan pasti menimbulkan perputaran biaya dan dampaknya langsung ke lingkungan sekitar. Roda ekonomi akan bergerak naik,” katanya.
Selain ekonomi masyarakat, Agus menilai keberadaan Yon TP juga berpotensi meningkatkan pendapatan desa dan membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar, terutama selama proses pembangunan berlangsung.

“Baru tahap pembangunan saja dampaknya sudah terasa. Tenaga kerja juga harus melibatkan masyarakat sini,” ujarnya.
Agus memastikan pembangunan Yon TP tidak mengganggu lahan garapan warga karena lokasi yang digunakan merupakan kawasan yang sudah tidak lagi dikelola masyarakat.
“Tidak mempengaruhi lahan garap warga, karena yang dipakai memang area yang sudah tidak dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Yon TP Magetan sendiri dibangun di atas lahan seluas sekitar 51,13 hektare milik Perhutani di Desa Mategal. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat penguatan pertahanan wilayah Kodam V/Brawijaya sekaligus mendukung program ketahanan pangan, peternakan, konstruksi, dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Sebelumnya, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyebut sekitar 600 prajurit akan mulai masuk ke lokasi pada pertengahan Juni 2026 seiring percepatan pembangunan empat barak awal dan fasilitas pendukung lainnya.
“Yang paling diuntungkan tentu masyarakat Desa Mategal, dan umumnya Kabupaten Magetan,” kata Agus. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





