Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 346
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BMKG prediksi kemarau 2026 di Madiun Raya lebih panjang. Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Madiun Raya akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penguatan monsun Australia yang membawa massa udara kering serta potensi kemunculan fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun BMKG Nganjuk, Setiyaris, mengatakan hingga akhir Juni cuaca di Madiun Raya akan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan.

“Hingga akhir bulan ini cuaca akan didominasi cerah hingga cerah berawan,” ujar Setiyaris, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, peluang terbentuknya El Niño tahun ini berada pada kisaran 50 hingga 80 persen dengan intensitas lemah hingga moderat. Fenomena tersebut berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.

Setiyaris menjelaskan, saat puncak musim kemarau, suatu wilayah berpotensi mengalami periode tanpa hujan selama 20 hingga 60 hari berturut-turut.

“Normalnya kemarau itu enam bulan, tetapi tahun ini bisa lebih panjang karena El Niño menghambat masuknya musim hujan atau monsun Asia,” katanya.

Akibatnya, awal musim hujan yang biasanya terjadi pada November berpotensi mundur hingga Desember bahkan Januari tahun berikutnya.

Kondisi tersebut juga diperkirakan memicu peningkatan suhu udara pada siang hari serta berkurangnya debit air untuk kebutuhan irigasi pertanian.

Meski demikian, Setiyaris menegaskan musim kemarau tidak berarti hujan akan hilang sepenuhnya. Hujan lokal dengan durasi singkat masih berpotensi terjadi, terutama di kawasan dataran tinggi.

“Hujan lokal berdurasi singkat masih berpotensi terjadi akibat pemanasan permukaan di kawasan dataran tinggi seperti lereng Gunung Wilis,” jelasnya.

Menghadapi potensi kemarau panjang, BMKG mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air bersih dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak kekeringan.

Petani juga disarankan menyesuaikan pola tanam dengan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan karena risiko kebakaran akan meningkat seiring mengeringnya vegetasi.

“Kami juga meminta warga tidak membakar sampah atau lahan sembarangan, karena vegetasi yang kering membuat api sangat mudah meluas dan memicu kebakaran,” tandasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kota Madiun Uji Publik 3 Raperda Inisiatif

    DPRD Kota Madiun Uji Publik 3 Raperda Inisiatif

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 259
    • 0Komentar

    “Keprotokolan Penyelenggaraan Kota Cerdas dan Keterbukaan Informasi Publik“ Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun melaksanakan uji public terhadap 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif tahun 2025. 3 Raperda inisiatif diantaranya Raperda inisiatif tentang Penyelenggaraan Kota Cerdas, Raperda tentang Penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik dan Raperda Inisiatif tentang Keprotokolan. Pembahasan ini […]

    Bagikan
  • DPRD Soroti Rendahnya Serapan APBD Kabupaten Madiun 2025, Dianggap “Terlalu Parah”

    DPRD Soroti Rendahnya Serapan APBD Kabupaten Madiun 2025, Dianggap “Terlalu Parah”

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menyoroti rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 pada semester pertama. Hingga akhir Juni, realisasi belanja daerah masih di bawah 50 persen, memunculkan kekhawatiran akan efektivitas kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat. Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. […]

    Bagikan
  • Magetan Targetkan Luas Tanam Padi 63 Ribu Hektare, Produksi Dipacu Lewat Percepatan Tanam

    Magetan Targetkan Luas Tanam Padi 63 Ribu Hektare, Produksi Dipacu Lewat Percepatan Tanam

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan menargetkan luas tambah tanam (LTT) padi mencapai sekitar 63 ribu hektare sepanjang 2026. Target tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi gabah kering panen (GKP) seiring program swasembada pangan berkelanjutan. Kepala DTPHPKP Magetan, Uswatul Chasanah, mengatakan pihaknya terus memantau realisasi tanam […]

    Bagikan
  • Nuansa Alam Gunung Kendil Genilangit Jadi Primadona Pendaki Pemula di Magetan

    Nuansa Alam Gunung Kendil Genilangit Jadi Primadona Pendaki Pemula di Magetan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 1.437
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kabupaten Magetan Jawa Timur selalu menyuguhkan keindahan alam yang memukau. Seperti destinasi baru yang mencuri perhatian para pencinta alam khususnya pendaki pemula. Gunung Kendil, yang berada di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, kini resmi dibuka untuk umum dan menawarkan pengalaman mendaki yang ramah serta pemandangan memukau. Dengan ketinggian 1.625 meter di […]

    Bagikan
  • Total Dana Banpol Rp 2,9 miliar, PKB Terima Senilai Rp 574 juta, Hanura terima Rp 95 juta

    Total Dana Banpol Rp 2,9 miliar, PKB Terima Senilai Rp 574 juta, Hanura terima Rp 95 juta

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab. Madiun | Dana hibah dari Pemkab Madiun untuk partai politik (Parpol) tahun 2025 akan segera cair. Besaran dana hibah parpol itu dihitung berdasarkan hasil Pemilu 2024. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bankesbangpol) Kabupaten Madiun, Mashudi mengatakan setidaknya ada delapan Parpol yang menerima Banpol itu. Tertinggi PKB dengan perolehan suara […]

    Bagikan
  • Target PAD Pariwisata Meleset, Disbudpar Magetan Genjot Retribusi Telaga Sarangan dan Wahyu

    Target PAD Pariwisata Meleset, Disbudpar Magetan Genjot Retribusi Telaga Sarangan dan Wahyu

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penerimaan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Magetan tahun 2025 berada dalam tekanan. Hingga 10 Desember 2025, capaian PAD baru menyentuh 85,19 persen, menyisakan kekurangan sekitar Rp. 3 miliar dari target penuh Rp. 21,186 miliar. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan pun bergerak cepat untuk mengejar sisa waktu 21 hari di […]

    Bagikan
expand_less