140 Penerima PKH di Madiun Ditargetkan Keluar dari Bansos, Modal Rp 3 Juta Jadi Ujian
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan ratusan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dapat keluar dari ketergantungan bantuan sosial pada tahun ini. Melalui program PKH Graduasi, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun menyiapkan bantuan modal usaha sebagai langkah mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriadi, mengatakan program tersebut ditujukan bagi penerima PKH yang dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan taraf hidup dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.
“Tujuan graduasi ini agar mereka bisa naik kelas secara ekonomi. Jadi dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah bisa bergerak ke tingkat yang lebih baik,” ujar Supriadi, Selasa (9/6/2026).
Tahun ini, Dinsos menargetkan sebanyak 140 penerima PKH mengikuti program graduasi. Masing-masing akan memperoleh bantuan permodalan sebesar Rp3 juta untuk mengembangkan usaha atau memulai aktivitas ekonomi produktif.

Menurut Supriadi, bantuan modal menjadi salah satu instrumen penting agar keluarga penerima manfaat memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hidup tanpa bergantung pada bantuan sosial dalam jangka panjang.
“Kalau mereka berhasil mandiri dan keluar dari PKH, otomatis tingkat kesejahteraannya meningkat. Ini juga menjadi bagian dari upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun,” katanya.
Ia menjelaskan, program pemberdayaan masyarakat sebenarnya juga dijalankan oleh berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Madiun. Namun, program graduasi PKH menjadi salah satu langkah yang secara langsung menyasar keluarga penerima bansos agar memiliki usaha dan pendapatan sendiri.
Dinsos berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan setiap tahun. Jika jumlah peserta yang berhasil graduasi terus bertambah, maka jumlah penerima bantuan sosial akan berkurang seiring meningkatnya kemandirian ekonomi masyarakat. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





