Nyalakan Lilin di Saat Mati Listrik, Ruang Makan Lansia di Kota Madiun Hangus Terbakar
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 109
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sebuah rumah milik Suparti (68), warga Jalan Indragiri Gang II, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun, mengalami kebakaran pada Rabu (10/6/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski satu ruangan di dalam rumah hangus terbakar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kota Madiun, Gamal Arfan Afandi, menjelaskan kebakaran diduga dipicu oleh lilin yang dinyalakan saat terjadi pemadaman listrik.
“Kronologisnya tadi sebenarnya mati lampu. Penghuni rumah menyalakan lilin di atas meja kayu tanpa alas. Setelah itu ditinggal keluar rumah,” ujar Gamal.
Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 21.19 WIB. Warga yang mengetahui adanya api langsung menghubungi Damkar sehingga petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Akibat kejadian tersebut, satu ruangan yang difungsikan sebagai ruang makan terbakar. Namun, berkat penanganan cepat petugas, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke ruangan lainnya.
“Tidak ada korban. Yang terbakar satu ruangan, yaitu ruang makan. Tadi begitu kebakaran, warga langsung melapor ke Damkar,” katanya.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala akses menuju lokasi. Mobil pemadam tidak dapat masuk hingga depan rumah karena kondisi gang yang sempit.
“Kendala kami hanya bisa masuk sampai ujung jalan. Selanjutnya petugas harus menarik selang lebih dari 100 meter menuju titik kebakaran,” jelas Gamal.
Untuk menangani insiden tersebut, Damkar Kota Madiun menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, satu unit mobil suplai air dari BPBD serta relawan ambulans juga dikerahkan ke lokasi.
Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 22 menit. Berkat respons cepat petugas dan warga, kebakaran tidak meluas ke bagian rumah lainnya maupun bangunan di sekitarnya.
Gamal mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama menjelang musim kemarau yang identik dengan kondisi cuaca lebih kering.
“Bahaya kebakaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja dengan berbagai penyebab. Apalagi sudah memasuki musim kemarau panjang. Jika ada bahan-bahan yang mudah terbakar, masyarakat harus lebih berhati-hati,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





