Berita Terkini
Trending Tags

Lebih Segar dan Murah, Wisata Petik Melon dan Kelengkeng di Magetan Ramai Diserbu Pengunjung

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 205
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jatera Agro kawasan agrowisata milik BUMDesa Karya Maju Desa Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tren wisata petik buah semakin diminati masyarakat. Selain menawarkan pengalaman memanen buah langsung dari kebun, konsep ini juga menjadi pilihan karena buah yang didapat lebih segar dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan membeli di toko maupun pasar modern.

Fenomena tersebut terlihat di Jatera Agro, kawasan agrowisata milik BUMDesa Karya Maju Desa Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Setiap musim panen tiba, lokasi ini ramai didatangi warga yang ingin memilih dan memetik sendiri buah yang diinginkan.

Pada musim panen kali ini, Jatera Agro menawarkan melon hidroponik jenis Petravani dan Lavender. Sebanyak 1.000 tanaman melon dipersiapkan setiap masa panen dengan harga jual Rp25 ribu per kilogram. Selain melon, pengelola juga mulai memanen kelengkeng kristal yang menjadi komoditas baru di kawasan tersebut.

Terdapat sekitar 50 pohon kelengkeng kristal yang telah produktif, dengan rata-rata hasil panen mencapai 20 kilogram per pohon. Buah tersebut dipasarkan dengan harga Rp35 ribu per kilogram.

Image Not Found
pengunjungan memilih dan memetik Buah melon secara langsung di Jatera Agro Foto : Kus-Sinergia

Salah seorang pembeli, Susanti, mengaku sengaja datang ke Jatera Agro karena dapat memilih langsung buah yang diinginkan. Menurutnya, kualitas buah yang dipetik sendiri lebih terjamin kesegarannya.

“Karena fresh, bisa metik langsung. Harganya juga lebih murah,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (15/6/2026).

Susanti mengaku membeli lebih dari enam kilogram kelengkeng dan sekitar tiga hingga empat kilogram melon. Ia juga memilih berbelanja di Jatera Agro karena lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya sehingga lebih hemat biaya transportasi.

Kepala Desa Jambangan, David Indra Kusuma, mengatakan konsep wisata petik buah sengaja dikembangkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung sekaligus meningkatkan nilai jual hasil pertanian desa.

Menurutnya, pembeli tidak hanya membeli buah, tetapi juga dapat memilih dan memetik sendiri buah yang dianggap paling sesuai dengan keinginan mereka.

“Pengunjung atau pembeli bisa memilih sendiri dan memetik sendiri buah yang diinginkan. Kalau ada yang kurang pas bisa ditukar. Kami mengutamakan kepuasan pelanggan,” kata David.

Ia menjelaskan, selain melon hidroponik yang telah memasuki panen kelima, tahun ini Jatera Agro juga mulai membuka panen kelengkeng kristal. Respons masyarakat dinilai cukup positif karena pemasaran hasil panen sejauh ini tidak mengalami kendala berarti.

David menyebut seluruh hasil panen melon biasanya habis terjual dalam waktu kurang dari satu pekan sejak dibuka untuk umum. Mayoritas pembeli berasal dari wilayah Magetan, meski beberapa pengunjung juga datang dari luar daerah.

Menariknya, pengelola tidak menerapkan sistem pengiriman hasil panen kepada konsumen. Seluruh pembeli diarahkan datang langsung ke lokasi untuk memetik sendiri buah yang diinginkan. Selain memberikan pengalaman wisata, konsep tersebut juga dinilai mampu menekan biaya distribusi dan penggunaan bahan bakar.

“Kami memang memangkas biaya pengiriman. Pembeli datang sendiri ke lokasi sehingga lebih efisien dan sekaligus mendukung konsep wisata petik buah,” jelasnya.

Melalui pengembangan agrowisata berbasis BUMDes ini, Desa Jambangan berharap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, memperluas pasar hasil pertanian lokal, sekaligus menghadirkan destinasi wisata edukatif yang menarik bagi masyarakat Magetan dan sekitarnya.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Delegasi Uni Eropa Tinjau Proyek Beras Rendah Karbon di Madiun, Dorong Pertanian Ramah Iklim

    Delegasi Uni Eropa Tinjau Proyek Beras Rendah Karbon di Madiun, Dorong Pertanian Ramah Iklim

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Delegasi Uni Eropa meninjau langsung implementasi proyek beras rendah karbon di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (01/07/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi program SWITCH-Asia Low Carbon Rice Project yang digagas untuk mendukung transisi menuju pertanian berkelanjutan di Indonesia. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, H.E. […]

    Bagikan
  • Warga Perumahan Emerald Ponorogo Diresakan Anakan Ular Cobra di Pemukiman

    Warga Perumahan Emerald Ponorogo Diresakan Anakan Ular Cobra di Pemukiman

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Perumahan Emerald, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, dibuat resah dengan keberadaan kawanan anak ular kobra jawa yang masuk ke area permukiman. Selama sepekan terakhir, warga telah menemukan sedikitnya enam ekor ular kobra di lingkungan perumahan tersebut. Dari jumlah tersebut, empat ekor anak kobra ditemukan dalam kondisi mati akibat dibunuh […]

    Bagikan
  • Antisipasi Mayday 2026, Polres Magetan Koordinasikan Pengamanan Lintas Sektor

    Antisipasi Mayday 2026, Polres Magetan Koordinasikan Pengamanan Lintas Sektor

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026, Polres Magetan menginisiasi rapat koordinasi lintas sektoral guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan, Rudy Harsono. Hadir pula dalam forum ini perwakilan Serikat Pekerja Seluruh […]

    Bagikan
  • Pria Ngaku Anggota TNI Tipu Mahasiswi Ngawi, Nikah Siri dan Bawa Kabur Uang Rp. 10,5 Juta

    Pria Ngaku Anggota TNI Tipu Mahasiswi Ngawi, Nikah Siri dan Bawa Kabur Uang Rp. 10,5 Juta

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kisah cinta seorang mahasiswi asal Ngawi berinisial AKI (22) berakhir pahit. Ia menjadi korban penipuan seorang pria berinisial RS (38), warga Sleman, DIY, yang mengaku sebagai anggota TNI AD. Tidak hanya dinikahi secara siri, korban juga mengalami kerugian materi hingga Rp. 10,5 juta. Kasus ini bermula pada Mei 2025, ketika AKI […]

    Bagikan
  • Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

    Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya mendorong terwujudnya pertanian ramah lingkungan terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi informasi pertanian yang mengajarkan petani memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi pupuk organik dan agen hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kegiatan yang digelar […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Ajukan Perubahan APBD 2026, DPRD Dorong Anggaran Perbaikan Jalan Ditingkatkan

    Pemkab Madiun Ajukan Perubahan APBD 2026, DPRD Dorong Anggaran Perbaikan Jalan Ditingkatkan

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar rapat paripurna Senin (24/8/2026). Dalam rapat tersebut Pemkab Madiun mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pendapatan daerah turun Rp51,83 miliar. Penurunan itu terutama dipicu berkurangnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat hingga Rp97,18 miliar. Bupati […]

    Bagikan
expand_less