Berita Terkini
Trending Tags

Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • visibility 217
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkot Madiun lantik PNS dan pejabat fungsional baru. (18/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun masih menunggu proses pengisian puluhan jabatan yang kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di tengah kekosongan tersebut, Pemkot Madiun melantik 51 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta 18 pejabat fungsional dalam Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pengambilan Sumpah Jabatan serta Pelantikan Pejabat Fungsional, Kamis (18/6/2026). Prosesi pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun di Rumah Dinas Wali Kota Madiun.

Sejumlah jabatan strategis eselon II di Pemkot Madiun hingga kini masih belum terisi definitif. Di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menanggapi hal tersebut, Bagus Panuntun memastikan proses pengisian jabatan struktural sedang berjalan. Namun, ia belum bersedia mengungkapkan waktu pelaksanaannya.

“Nanti tunggu tanggal mainnya. Kalau untuk persiapan Insyaallah sudah, tinggal menunggu petunjuk,” ujarnya saat ditanya mengenai pengisian jabatan struktural yang masih kosong.

Sementara, meski pelantikan kali ini hanya menyasar jabatan fungsional, Bagus menegaskan tidak ada perbedaan dalam penilaian karier maupun kinerja antara pejabat fungsional dan struktural.

“Walaupun ini jabatan fungsional, semuanya saya anggap sama. Saya juga akan mengamati kinerjanya. Justru pejabat fungsional punya peran besar dalam menstabilkan kinerja di setiap OPD,” katanya.

Ia berharap para ASN yang baru dilantik dapat menjalankan tugas sesuai sumpah jabatan, mampu mengikuti ritme kerja pemerintahan saat ini, serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebagai ASN, tugasnya adalah mengabdi kepada masyarakat. Pelayanan kepada masyarakat harus maksimal,” tegasnya.

Menurut Bagus, kinerja tetap menjadi indikator utama dalam setiap penilaian ASN. “Kinerja itu jadi nomor satu. Penilaian untuk kinerja adalah poin nomor satu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun Haris Rahmanudin mengatakan proses pengisian jabatan telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, karena kepala daerah saat ini masih berstatus pelaksana tugas, mekanisme pengisian jabatan tidak hanya melalui persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN), tetapi juga memerlukan proses di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Semuanya sudah berproses. Selain mekanisme yang normatif melalui BKN, dalam kondisi seperti ini juga harus disampaikan ke Kemendagri,” ujarnya.

Haris mengungkapkan usulan yang diajukan tidak hanya mencakup pengisian jabatan yang kosong, tetapi juga mutasi dan rotasi jabatan, baik Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), administrator, maupun pengawas.

“Semua kami usulkan. Ada pengisian jabatan yang kosong, tetapi juga ada mutasi dan rotasi,” katanya.

Terkait banyaknya jabatan yang belum terisi, Haris memastikan roda pemerintahan tetap berjalan melalui penunjukan pelaksana tugas (Plt).

“Kami mengoptimalkan rekan-rekan yang ada. Makanya ada penunjukan Plt dan sebagainya agar kinerja organisasi tetap berjalan,” ujarnya.

Berdasarkan data BKPSDM, jumlah jabatan yang saat ini masih kosong di lingkungan Pemkot Madiun mencapai sekitar 40 posisi mulai jenjang pengawas hingga JPTP. Kondisi tersebut membuat proses mutasi, rotasi, dan pengisian jabatan definitif menjadi salah satu agenda yang dinantikan dalam waktu dekat. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koloni Ulat Bulu Serang Siswa SDN Kincang, Damkar Lakukan Pembasmian

    Koloni Ulat Bulu Serang Siswa SDN Kincang, Damkar Lakukan Pembasmian

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Koloni ulat bulu kembali meneror sekolah di wilayah Kabupaten Madiun. Kali ini ratusan ulat bulu menyerang 2 Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Madiun di Kecamatan Jiwan. Bahkan tak sedikit dari siswa dan guru merasakan gatal gatal di sekujur tubuhnya. “Sudah hampir sebulanan ini. Dampaknya para siswa bahkan guru terkena bulu ulat […]

    Bagikan
  • Dispendukcapil Kebut Aktivasi IKD, Hingga Terjun ke Desa – Desa

    Dispendukcapil Kebut Aktivasi IKD, Hingga Terjun ke Desa – Desa

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun menargetkan warga usia produktif untuk melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hingga akhir April 2026, capaian aktivasi IKD di Kabupaten Madiun tercatat telah mencapai 20 persen dari total wajib KTP. Berdasarkan data Dispendukcapil Kabupaten Madiun, jumlah warga yang telah memiliki KTP elektronik mencapai […]

    Bagikan
  • Waspada Tawon Vespa di Permukiman, Sengatan Bisa Picu Kematian

    Waspada Tawon Vespa di Permukiman, Sengatan Bisa Picu Kematian

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Keberadaan tawon vespa atau yang dikenal masyarakat sebagai tawon ndas kembali menjadi perhatian serius. BPBD Kota Madiun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika menemukan sarang tawon vespa di sekitar rumah atau lingkungan permukiman. Pasalnya, serangga ini tergolong sangat berbahaya dan berpotensi mematikan. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Kejari Ponorogo Memburu Jejak Buronan Kasus Fiktif BRI Unit Pasar Pon

    Kejari Ponorogo Memburu Jejak Buronan Kasus Fiktif BRI Unit Pasar Pon

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Lette atau nama panggilan Daniel Sakti Kusuma Wijaya, resmi ditetapkan sebagai buronan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah ini diambil setelah tersangka kasus dugaan kredit fiktif BRI Unit Pasar Pon tersebut tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo. Kasi Intelijen Kejari Ponorogo, Agung Riyadi, mengungkapkan penetapan status tersangka dilakukan […]

    Bagikan
  • Memasuki Musim Kemarau, Kebakaran Lahan di Magetan Melonjak Tajam, Damkar Catat 49 Kasus hingga Akhir Juli

    Memasuki Musim Kemarau, Kebakaran Lahan di Magetan Melonjak Tajam, Damkar Catat 49 Kasus hingga Akhir Juli

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Memasuki puncak musim kemarau, kasus kebakaran di Kabupaten Magetan mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir Juli 2026, Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan mencatat 49 kejadian kebakaran, atau hampir menyamai total kasus sepanjang tahun 2025 yang mencapai sekitar 60 kejadian. Dari seluruh peristiwa tersebut, kebakaran lahan menjadi jenis […]

    Bagikan
  • Kabupaten Madiun Uji Coba i-Pubers, Aplikasi Penyaluran Pupuk Subsidi

    Kabupaten Madiun Uji Coba i-Pubers, Aplikasi Penyaluran Pupuk Subsidi

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia |Kab. Madiun – Kementerian Pertanian RI bersama PT. Pupuk Indonesia melakukan sosialisasi terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang tata kelola pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun pada Jumat (09/05/2025) di Kantor Kecamatan Mejayan. Perpres ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas distribusi pupuk bersubsidi dan mendukung ketahanan pangan di daerah. Sosialisasi ini […]

    Bagikan
expand_less