Berita Terkini
Trending Tags

Puluhan Tahun Menjaga Larung Sesaji, Amanah Keluarga Pelarung Telaga Ngebel Terus Berlanjut

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 149
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
prosesi pelarungan buceng atau sesaji ke tengah Telaga Ngebel.

Sinergia | Ponorogo – Kemeriahan Larung Sesaji Telaga Ngebel yang setiap tahun menjadi magnet wisata dalam rangka Grebeg Suro menyimpan kisah pengabdian panjang dari sebuah keluarga yang selama puluhan tahun setia menjaga tradisi tersebut.

Di balik prosesi pelarungan buceng atau sesaji ke tengah Telaga Ngebel, terdapat sosok Sakun (69), warga Kecamatan Ngebel, yang sejak tahun 1992 dipercaya menjadi pelarung sekaligus pendorong sesaji. Hingga kini, amanah tersebut masih dijalankannya dan mulai diwariskan kepada generasi berikutnya.

Saat ditemui sebelum prosesi Larung Sesaji, Selasa (16/6/2026), Sakun mengaku tidak semua orang bisa menjalankan tugas tersebut. Selain harus memiliki kemampuan berenang yang baik, seorang pelarung juga dituntut memahami nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan para leluhur.

“Saya memang cinta budaya sejak kecil. Sejak 1992 sudah dipercaya mendorong sesaji ini. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dijalani, termasuk pamitan dan menjalankan tradisi yang diwariskan leluhur,” ujar Sakun.

Ayah dua anak itu mengisahkan, dirinya pertama kali menjalankan tugas sebagai pelarung saat berusia sekitar 35 tahun. Saat itu, tokoh masyarakat bersama pemerintah desa dan pemerintah kecamatan menunjuk dirinya untuk mengemban tugas tersebut ketika tradisi larung sesaji mulai dipusatkan menjadi satu kegiatan bersama masyarakat sekitar Telaga Ngebel.

Sejak saat itu, Sakun nyaris tak pernah absen menjalankan tugasnya. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjadi sosok yang mengantarkan sesaji menuju titik pelarungan di tengah telaga.

Namun seiring bertambahnya usia, amanah tersebut kini mulai diteruskan kepada anak keduanya, Agus Harianto. Pria yang sejak kecil akrab dengan berbagai kegiatan budaya itu mengaku telah dipersiapkan sang ayah untuk melanjutkan tradisi keluarga.

“Pendorong buceng atau sesaji bukan orang sembarangan. Dari dulu yang dipercaya adalah keluarga kami. Ini sudah menjadi amanah yang diwariskan dari leluhur,” kata Agus.

Image Not Found
Agus Harianto, Penerus pelarung telaga ngebel (foto : ega )

Menurut Agus, tugas sebagai pelarung tidaklah ringan. Selain memahami tata cara tradisi, kondisi fisik juga harus dipersiapkan secara matang karena buceng yang dibawa ke tengah telaga memiliki bobot puluhan kilogram dan harus didorong menggunakan rakit bambu sederhana.

“Kalau mendekati pelaksanaan biasanya saya rutin latihan berenang. Sudah sekitar sebulan ini latihan, biasanya sore sampai menjelang magrib,” ujarnya.

Bagi Agus, tugas tersebut bukan sekadar ritual tahunan. Lebih dari itu, ia memandang peran pelarung sesaji sebagai bentuk pengabdian untuk menjaga identitas budaya masyarakat Ngebel agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Ini bukan hanya soal mendorong sesaji ke tengah telaga. Kami ingin tradisi ini tetap lestari dan bisa diteruskan ke generasi berikutnya,” tuturnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Ngebel, Hartono, menjelaskan tradisi Larung Sesaji yang dikenal masyarakat saat ini bermula pada tahun 1992. Kala itu, para tokoh masyarakat bersama pemerintah kecamatan berinisiatif menyatukan berbagai ritual menyambut bulan Suro yang sebelumnya dilaksanakan secara terpisah di delapan desa sekitar Telaga Ngebel.

“Dulu upacara adat itu dilaksanakan sendiri-sendiri. Di Ngebel ada delapan desa. Kemudian dikumpulkan oleh camat saat itu dan disepakati untuk dijadikan satu kegiatan bersama. Sejak itulah tradisi ini dirumuskan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat hingga menjadi seperti sekarang,” jelas Hartono.

Pada masa awal penyelenggaraan, seluruh kebutuhan acara ditanggung secara swadaya oleh masyarakat. Warga dari masing-masing desa membawa tumpeng dan hasil bumi, kemudian mengikuti kirab dengan berjalan kaki mengelilingi kawasan telaga sebelum sesaji dilarung ke tengah perairan.

Lebih dari tiga dekade berlalu, Larung Sesaji Telaga Ngebel kini berkembang menjadi agenda budaya dan wisata berskala nasional yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap tahun. Namun di balik kemegahan acara tersebut, terdapat dedikasi keluarga pelarung yang terus menjaga tradisi agar tidak hilang ditelan zaman.

Di tangan Sakun dan Agus, amanah menjaga warisan budaya itu terus berlanjut, memastikan Larung Sesaji Telaga Ngebel tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Ponorogo untuk generasi mendatang.(ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Emak-emak Hadang Bus Viral, Polisi Anugerahkan sebagai Duta Lalu Lintas Magetan 2026

    Aksi Emak-emak Hadang Bus Viral, Polisi Anugerahkan sebagai Duta Lalu Lintas Magetan 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi berani seorang pengendara sepeda motor yang viral di media sosial berujung apresiasi dari kepolisian. Sri, perempuan yang terekam menghadang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) karena diduga hendak menerobos lampu merah, kini dianugerahi gelar “Duta Lalu Lintas Polres Magetan 2026”. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Ungkap 11 Tersangka Narkoba, Ironis Anak di Bawah Umur Terlibat

    Polres Magetan Ungkap 11 Tersangka Narkoba, Ironis Anak di Bawah Umur Terlibat

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Satresnarkoba Polres Magetan berhasil mengungkap 7 perkara tindak pidana narkotika selama pertengahan Mei hingga Juni 2025. Dalam kurun waktu tersebut, total 11 orang tersangka berhasil diamankan, termasuk seorang anak di bawah umur. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa 10 orang tersangka merupakan usia dewasa, […]

    Bagikan
  • Sajikan Konsep Hey Day, Nusantara Edupark Diserbu Ribuan Pengunjung

    Sajikan Konsep Hey Day, Nusantara Edupark Diserbu Ribuan Pengunjung

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Madiun. Sejumlah destinasi wisata mengalami lonjakan kunjungan, salah satunya Nusantara Edupark yang berlokasi di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu. Mengusung konsep wisata edukatif bertema pertanian dan peternakan melalui event bertajuk Hey Day Edupark, tempat wisata ini menawarkan pengalaman […]

    Bagikan
  • Rumah Makan Padang Terbakar, 3 Orang Alami Luka Bakar

    Rumah Makan Padang Terbakar, 3 Orang Alami Luka Bakar

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kebakaran rumah makan gadis minang 3 di Jalan Kelapa Manis Kelurahan Manisrejo Kecamatan Taman Kota Madiun ini terjadi sekitar pukul 05.15 wib pada Jum’at 20 Desember 2024. Api dengan cepat membesar dan terdengar suara letupan. Dalam peristiwa ini, 2 unit mobil pemadam kebakaran Satpol PP dan Damkar Kota Madiun serta […]

    Bagikan
  • 12 Chromebook Raib, Polisi Buru Komplotan Pembobol SD di Madiun

    12 Chromebook Raib, Polisi Buru Komplotan Pembobol SD di Madiun

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun  – Polisi memburu pelaku pencurian disertai pembobolan yang terjadi di SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Selasa (17/2/2026) dini hari. Kapolsek Nglames AKP Agustinus Dwi Cahyono mengatakan, pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang. Dugaan itu menguat setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Dari hasil olah TKP, pelaku diduga […]

    Bagikan
  • Ratusan Warga Ponorogo Serbu Penukaran Uang Baru Meski Lebaran Masih Lama

    Ratusan Warga Ponorogo Serbu Penukaran Uang Baru Meski Lebaran Masih Lama

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Ratusan warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memadati layanan penukaran uang baru yang digelar Bank Indonesia melalui mobil kas keliling di halaman Masjid Agung Ponorogo, Selasa (24/2/2026). Meski Lebaran masih beberapa waktu lagi, antusiasme masyarakat untuk mendapatkan uang pecahan baru sudah terlihat sejak awal Ramadan. Sejak pagi hari, warga yang didominasi kaum […]

    Bagikan
expand_less