Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

Ribut Riyanto: Negara Harus Berdiri di Garda Terdepan Membela PMI Korban Kekerasan di Malaysia

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • visibility 260
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ribut Riyanto soroti kasus kekerasan PMI di Malaysia. (18/6/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Ketua Umum Sahabat Migran Indonesia (SMI), Ribut Riyanto, mengecam keras tindakan penganiayaan yang dialami pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial YY di Malaysia. Menurutnya, kasus tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap PMI harus menjadi prioritas utama negara.

“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang dialami saudari YY. Tidak ada satu pun pekerja migran Indonesia yang pantas menerima perlakuan tidak manusiawi seperti ini. Negara harus berdiri di garis terdepan untuk membela dan melindungi setiap warga negaranya di luar negeri,” ujar Ribut, Kamis (18/6/2026).

Diketahui, kasus penganiayaan terhadap PMI kembali terjadi di Malaysia dan menjadi perhatian publik setelah video kekerasan tersebut viral di media sosial. Selain ramai diperbincangkan warganet, kasus tersebut juga telah dilaporkan secara resmi kepada pihak berwenang.

Berdasarkan informasi yang beredar, dalam video tersebut terlihat seorang perempuan dipukuli oleh seorang pria berkaus biru. Korban tampak tidak melakukan perlawanan dan hanya mengaduh kesakitan. Tak lama kemudian, seorang perempuan lainnya turut melakukan kekerasan dengan memukul bagian kepala korban serta menjambak rambutnya. Sementara itu, seorang perempuan lain merekam aksi kekerasan tersebut.

Menanggapi peristiwa tersebut, SMI meminta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kementerian Luar Negeri, serta Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Menurut Ribut, seluruh proses hukum terhadap para pelaku harus berjalan secara transparan dan memberikan rasa keadilan bagi korban.

Selain itu, SMI juga mendorong agar korban mendapatkan pendampingan hukum, layanan kesehatan, pemulihan psikologis, serta pemenuhan hak-hak lainnya, termasuk kemungkinan kompensasi atau ganti rugi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ribut menegaskan bahwa status korban sebagai pekerja migran nonprosedural tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi hak perlindungan sebagai warga negara Indonesia.

“Konstitusi menjamin perlindungan bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa membedakan status administratifnya. Ketika seorang warga negara menjadi korban kekerasan di luar negeri, tugas negara adalah hadir memberikan perlindungan maksimal. Persoalan status penempatan tidak boleh menghilangkan hak dasar seseorang untuk memperoleh keadilan dan perlindungan,” tegasnya.

Pria yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dan mahasiswa Program Magister Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) tersebut meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap upaya pencegahan penempatan pekerja migran secara nonprosedural.

Menurutnya, masih adanya warga yang berangkat melalui jalur tidak resmi menunjukkan perlunya perbaikan sistem informasi, edukasi, pengawasan, serta akses terhadap penempatan kerja yang aman dan legal.

Lebih lanjut, Ribut mendorong penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia guna memastikan perlindungan yang lebih efektif bagi PMI, khususnya pekerja sektor domestik yang selama ini menjadi kelompok paling rentan mengalami eksploitasi dan kekerasan.

“Negara tidak boleh hanya hadir saat terjadi masalah, tetapi harus memastikan perlindungan yang menyeluruh sejak proses rekrutmen, masa penempatan, hingga kepulangan mereka ke tanah air. PMI adalah pahlawan devisa yang berperan besar dalam menggerakkan perekonomian nasional,” pungkasnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Lokasi Esek-Esek, Satpol PP Ngawi Bongkar Belasan Bangunan Liar

    Diduga Lokasi Esek-Esek, Satpol PP Ngawi Bongkar Belasan Bangunan Liar

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Belasan bangunan liar yang berdiri di Alas Malang, Desa Karangjati, Kecamatan Karangjati, Ngawi, dibongkar paksa oleh Satpol PP setempat. Bangunan-bangunan tanpa izin yang menempati tanah desa tersebut diduga kuat digunakan untuk praktek prostitusi. Berdasarkan informasi yang diterima oleh pihak Satpol PP, praktek esek-esek di lokasi tersebut telah berlangsung selama enam bulan terakhir. […]

    Bagikan
  • Hardiknas 2026 Magetan, Ribuan Guru dan Pelajar Tampilkan Tari Lenggang Mageti dan Langen Beksan

    Hardiknas 2026 Magetan, Ribuan Guru dan Pelajar Tampilkan Tari Lenggang Mageti dan Langen Beksan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Magetan berlangsung semarak. Ribuan guru dan pelajar memadati Alun-Alun Magetan dalam pagelaran tari massal yang menjadi puncak peringatan Hardiknas. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 2.026 peserta yang terdiri dari guru PAUD, TK, SD, SMP hingga pelajar SMA. Penampilan tari massal itu tidak hanya menjadi […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Tindak Lanjuti Temuan BPK, Soroti Kelebihan Bayar Proyek Jalan hingga Monumen Reyog

    DPRD Ponorogo Tindak Lanjuti Temuan BPK, Soroti Kelebihan Bayar Proyek Jalan hingga Monumen Reyog

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD Ponorogo menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat paripurna, DPRD menyampaikan sejumlah rekomendasi yang menyoroti kelebihan pembayaran pada berbagai proyek pembangunan, terutama Monumen dan Museum Reyog serta puluhan proyek infrastruktur. Ketua DPRD Ponorogo mengatakan rekomendasi tersebut merupakan tindak lanjut atas […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Gelar Pasar Murah di Kare, Warga Berburu Beras dan Minyak Murah

    Pemkab Madiun Gelar Pasar Murah di Kare, Warga Berburu Beras dan Minyak Murah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ratusan warga Desa Cermo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun memadati operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun di Kantor Desa Cermo, Kamis (21/5/2026). Warga rela mengantre demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat membeli berbagai komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, telur, bawang […]

    Bagikan
  • Garis Polisi Terpasang di Rumah Terduga Pelaku, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

    Garis Polisi Terpasang di Rumah Terduga Pelaku, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun  – Garis polisi terpasang di rumah DBM, terduga pelaku pembunuhan terhadap DH (30) dan anaknya, AGF (4), di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur. Polisi telah menangkap DBM dan kini mendalami dugaan pembunuhan yang disertai mutilasi terhadap kedua korban. Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama tidak menampik terkait penangkapan […]

    Bagikan
  • Kerap Dihantui Banjir Tahunan, 52 KK di Dusun Kebonduren bakal Direlokasi

    Kerap Dihantui Banjir Tahunan, 52 KK di Dusun Kebonduren bakal Direlokasi

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 52 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, bakal direlokasi akibat banjir tahunan yang terus menghantui wilayah tersebut. Rencana relokasi ini disampaikan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat audiensi dengan warga dan perangkat desa, Rabu (09/07/2025). Banjir dengan ketinggian air mencapai hingga 170 […]

    Bagikan
expand_less